Cerita Tentang Adik Temanku

Maunya hari ini istirahat menulis cerita, tapi rasanya ada yang kurang kalau gak share tulisan di cerita-hantu.com. Ok mulai saja ceritanya walaupun singkat tapi semoga bisa bermanfaat bagi semua pembaca (moga-moga ada manfaatnya *hehe). Tetapi sebelum mulai aku merasa gak enak kalau tidak menyapa terlebih dahulu para member grup (buat memenuhi kuota karakter) yaitu diantaranya.

Dwy yang baik (saat ini ditulis sedang ada “urusan” penting), yain yang baik juga, nurul yang baik juga, weni yang baik juga, gina yang baik juga (sudah gabung grup sekarang), bismi yang baik juga, putri yang baik, jesica yang baik, andi juga baik, zaenal juga baik, diska juga baik, vidoy juga baik dan teman-teman (yang baik juga) lainnya yang sering ngobrol dan membalas komentarku sampai jempol panas dan bahkan ada yang sampai dinihari (sampai aku pusing balasnya kalau semua sedang online).

Kita mulai saja ceritanya. Aku punya seorang temanku sebut saja nanik. Nanik adalah teman kuliah yang satu angkatan, satu jurusan, satu program study, satu kelas juga denganku. Jadinya sama-sama terus tapi jangan salah paham, sama-samanya dengan semua teman-teman yang waktu itu kalau tidak salah berjumlah sekitar 45 orang. Karena akrabnya kami semua sering sekali saling mengunjungi rumah masing-masing untuk sekedar bersilaturahmi khususnya yang berdomisili disekitar kampus walau untuk sekedar minum kopi bareng (sebenarnya modus anak kost saja *hehe).

loading...

Nanik adalah salah satu teman yang rumahnya paling sering kami kunjungi, untuk sekedar cari cemilan karena dia senang sekali membuat kue, bahkan saat lebaran rumahnya paling ramai dikunjungi dengan alasan ingin mencoba kue buatan nanik sambil bersilaturahmi dan halal bi halal tentunya. Temanku nanik punya seorang saudara perempuan yang aku sebut saja nina.

Nina itu terkesan anak yang pendiam dan kelihatannya cenderung tertutup karena dia gak pernah ikut ngumpul bareng walau diajak oleh kakaknya saat kita berkunjung kerumahnya. Sampai akhirnya aku menanyakan kepada kakaknya kenapa adiknya kok gak mau ikut gabung. Si kakakpun bercerita kalau adiknya memang seperti itu sifatnya dari kecil cenderung tertutup dan pendiam, dan itu mungkin disebabkan karena dia bisa melihat hantu atau disebut indigo.

*Wow surprise juga mendengarnya dan kamipun akhirnya *kepo mendengarkan cerita nanik. Sebenarnya adiknya sudah mulai indigo semenjak kecil tetapi anehnya tidak ada satu orang anggota keluarga yang mengetahuinya. Waktu kecil nina lebih sering main sendiri dirumah, sering ngobrol sendiri dan berbagai hal yang dilakukan cenderung sendirian saja walaupun sebenarnya dia punya banyak teman sebaya yang sering juga akhirnya main kerumah karena nina jarang mau diajak keluar.

Akan tetapi hal tersebut tidak membuat dia dan orang tuanya merasa aneh karena menganggap itu biasa terjadi pada anak-anak seumuran nina. Cukup lama sebenarnya orang rumah mengetahui “kelebihan” nina sampai suatu hari saat itu nina baru masuk SMP. Pada waktu itu mereka sekeluarga sedang menjenguk salah satu keluarga yang sedang sakit dirumah sakit yang ada diluar kota.

Kebetulan saat menjenguk adalah malam hari karena mereka berangkat setelah ayahnya pulang kerja. Sesampainya dirumah sakit mereka langsung keruang perawatan VIP tempat si sakit dirawat. Di depan ruang perawatan itu ada sebuah pohon mangga yang sedang berbuah lebat. Saat datang mereka langsung masuk kedalam ruangan perawatan untuk menyapa keluarganya yang sedang sakit.

Di saat orang tuanya sedang mengobrol, dia dan adiknya kemudian keluar dan duduk diteras didepan pohon mangga yang sedang berbuah lebat. Nina tiba-tiba berkata “kak, tuh orang ngapain duduk didahan pohon mangga malam-malam, ngelihatin kesini terus, aku jadi risih”. Nanik menjawab “yang mana sih dik? Di pohon mangga itu gak ada orang”. Nina kembali berkata “masa kakak gak lihat sih”. Mulai parno nanik menjawab “memangnya yang kamu lihat itu orangnya kayak gimana?”.

Nina berkata lagi “dia pakai gaun putih, pucat, rambutnya panjang dan lagi gendong seperti boneka”. Nanik yang sudah parno bergegas mengajak adiknya masuk kembali kedalam ruang perawatan, tetapi dia tidak langsung bercerita kepada orang tuanya yang dikatakan adiknya. Setelah beberapa saat akhirnya mereka pulang kembali kerumah. Sesampainya dirumah kemudian dia menceritakan apa yang dikatakan adiknya kepada orang tuanya.

Tentunya nina akhirnya ditanyakan kembali apa yang dilihatnya dan diapun kembali menceritakannya bahkan dia menambahkan kalau dirumah mereka juga ada orang yang selalu duduk didekat pintu kamar mandi, ada anak kecil yang sering main kekamarnya, ada macam-macam yang dia ceritakan yang membuat nanik dan orang tuanya tercengang menyadari apa yang terjadi pada nina.

Ternyata nina telah lama berinteraksi dengan makhluk gaib, katanya semenjak kecil bahkan dia menganggap apa yang dilihatnya juga dilihat oleh orang lain disekitarnya. Jadi selama ini dia tidak menyadari kalau dia indigo dan menganggap semua itu wajar sampai terjadi percakapan dirumah sakit itu.

Pembaca KCH begitulah kisah tentang adik temanku dan untuk bang john (lupa aku sapa tadi) semoga sukses selalu. Sekian ceritaku hari ini karena jumlah karakternya sudah melimpah diluar prediksiku saat akan mulai menulis. Nama-nama yang ada dalam cerita ini bukan nama sebenarnya untuk semata-mata menjaga privasi mereka. Terima kasih.

Yandi Lalu

yandi

Facebook – Yandi Lalu »

Instagram – @yandilalu

All post by:

yandi has write 87 posts

Please vote Cerita Tentang Adik Temanku
Cerita Tentang Adik Temanku
Rate this post