Cinta Segi 3 Part 2

Assalamualaikum all kembali lagi dengan saya nih dan ini kelanjutannya dari cinta segi 3. Langsung saja kita mulai ke TKP. Saat pagi saya terbangun dari pingsan “kok saya tidur dibawah sih!” saya bergumam dalam hati. Lalu diingatnya lagi kejadian semalam, “oh ternyata saya pingsan karena mlihat kunti dikamar, mungkin karena shock seharian ini di temuin sama hantu” pikir saya.

Setelah terbangun saya bergegas mandi untuk cepat-cepat bersiap bekerja, saat dalam perjalanan saya merasa selalu ada yang mengikuti saya tapi saya berusaha tidak memperdulikannya. Setelah selesai seperti biasa saya langsung bergegas pulang, sepanjang perjalanan seperti hari kemarin, dia melihat hantu disepanjang jalan “kenapa dari kemarin saya melihat hantu ya?” pikirnya dalam hati, saya merasa takut tapi tetap berusaha tenang, sesampainya dirumah saya disambut kembali oleh genderuwo kemarin.

“Kau lagi? Kenapa kau menggangguku? Pergi!” ucap saya.
“Sudah aku bilang, aku penghuni lama disini” jawab genderuwo itu.
“Aku baru melihat kamu pergi kau?” ucap saya sambil ketakutan.
“Mata batinmu baru terbuka, itu sebabnya kau bisa melihatku” ucap genderuwo itu.

“Apa maksudmu?” tanya saya.
“Kau punya indra ke-6, itu dari ayahmu, tapi mungkin selama ini tertutup karena sesuatu dan baru kali ini terbuka” jelas genderuwo itu.
“Itu kenapa dari kemarin kau bisa melihat hantu” lanjut genderuwo itu.

loading...

Saya terdiam sejenak, memikirkan ucapan genderuwo itu, apa benar kata genderuwo itu? Apa karena petir kemarin? Pikiran saya kacau balau, baru dia ingat. Dia mempunyai teman indigo, “agata, siapa tahu dia bisa membantuku” ucap saya. Malam pun berlalu, karena hari ini minggu saya libur kerja dan berniat menemui temannya itu. Keesokan paginya saya pun bergegas menemui teman saya agata, dengan mengendarai motor butut saya segera pergi pagi itu saya menuju rumah agata, tapi ada yang aneh, seperti ada yang mengikuti sejak kemarin, tapi saya tak terlalu memikirkannya, sesampainya dirumah agata.

“*Tok, tok, tok”.
“Assalamualaikum, agata kamu dirumah tidak?” sapa saya.
“Waalaikum salam” terdengar jawaban dari dalam

Di bukanya pintu dan saya disambut oleh seorang wanita “adik siapa ya?” tanya wanita itu yang tidak lain adalah ibu agata.

“Saya andi tante, teman sekolah agata dulu di SMA” jawab saya.
“Agatanya ada?” lanjutnya.
“Oh ada, sebentar ya ibu panggil kan, silahkan masuk” jawab ibu agata.
“Oh makasih tante” ucap saya.
“Silahkan duduk, tunggu sebentar ya” ucap ibu agata.

Saat menunggu disana saya melihat sosok perempuan dipojokan rumah, perempuan itu menatap kearah saya. Saya gemetar, siapa perempuan itu, semakin saya perhatikan perempuan itu semakin mendekat, “mampus ini hantu kenapa datangin saya sih” gerutu saya. Tiba-tiba pundak saya ditepuk dari belakang “*argh” jerit saya kaget sambil berbalik.

“Agata, ngagetin saja” kata saya.
“Kenapa bengong, kesambet loh?” kata agata meledek.
“Itu disana” ucap saya sambil menunjuk kearah perempuan tadi.

“Loh kok gak ada?” lanjutnya.
“Kamu bisa lihat tadi? Gak usah takut, itu penunggu rumah ini, gak ganggu kok, cuman kadang suka usil saja sama orang baru” ucap agata.
“Ngomong-ngomong tumben nih, ada angin apa tiba-tiba main kesini?” lanjut agata.

Ibu agata keluar dari dapur dan membawa 2 gelas jus jeruk dengan sepiring kue kering dan menghidangkannya dimeja tamu.

“Silahkan nak andi” ucap ibu agata.
“Ah tante repot-repot saja, saya kan cuma sebentar tante” ucap saya sambil tersenyum.
“Tidak apa-apa kan kamu juga gak pernah main kesini, dimakan ya, tante tinggal kedapur dulu” balas ibu agata.
“Terima kasih tante” jawab saya.
“Di minum di, jus bikinan nyokap, the best loh” ucap agata sambil meminum jus jeruk itu.
“Oh ya agata dari kemarin kayaknya ada yang salah sama saya, kamu bisa bantu gak?” tanya saya.

“Salah gimana maksud kamu?” tanya agata kembali.
“Dari kemarin saya diganggu hantu melulu nih, kenapa ya?” ucap saya.
“Bentar, diganggu? Tunggu aku lihat dulu” ucap agata sambil menatap andi tajam.
“Loh, kamu punya indra k-6 ndi, itu bukan diganggu, memang karena kamu bisa lihat mereka” sambung agata.
“Hah? Indra ke-6? Dari dulu gak pernah tuh agata saya lihat hantu, kalau punya masa iya lihatnya baru dari kemarin?” tanya saya heran.

“Kayaknya baru terbuka, kamu mengalami sesuatu gak sebelum ini?” tanya agata sambil tetap menatap tajam andi.
“*Em kemarin saya kesamber petir, terus pingsan, bangun-bangun bisa lihat hantu itu pertama kalinya” jelas saya.
“*Emh pantasan, itu kamu sebenarnya keturunan, baru terbuka karena petir kemarin, pantas hantu masih agak usil sama kamu, kamu belum sadar sih” kata agata.

“Terus gimana *dong agata? Jadi mulai sekarang saya bakal setiap hari ketemu hantu begitu?” tanya saya sedikit shock.
“Iya lah, kamu jangan takut, kalau takut mereka bakal mengejar kamu dan memanfaatkan kamu, bersikap biasa saja, anggap mereka orang biasa” jelas agata.

“Eh bentar deh, kamu gak ngerasa diikutin?” lanjutnya.
“Dari kemarin iya sih” jawab saya.
“Gak usah takut, dia cuma mau berkenalan kok, hawanya positif, dia lagi bersembunyi tuh, bentar juga nampakin diri” ucap agata.

“Hah? Kamu benaran agata?” jawab saya.
“Serius, nih tolong saya ajarin cara buat ngelawan hantu yang negatif, kamu bakal tahu sendiri hantu negatif apa positif, kamu bakal merasakan bentar, indra ke-6 kamu sudah bagus soalnya” terang agata.

Agata pun mengajari doa mantra dan menjelaskan apa pun yang dia tahu tentang hantu dan indra ke-6 setelah merasa cukup saya pun berpamitan pulang.

“Makasih ya agata sudah bantuin” ucap saya sambil menaiki motor butut kesayangan saya.
“Iya sama-sama, yang penting ingat jangan takut” ucap agata.

Saya pun pulang, sesampainya dirumah saya melihat genderuwo kemarin.

“Kamu gak takut lagi?” tanya genderuwo itu. “Gak kok saya sudah tahu semuanya” ucap saya sambil memasuki kamar dan merebahkan badan, tidak terasa saya tertidur, saat terbangun tiba-tiba “*argh!”. Ada apa? Tunggu lanjutannya ya di cinta segi 3 part 3.

loading...
Andi Putra Nariswara

Andi Putra Nariswara

All post by:

Andi Putra Nariswara has write 4 posts