Cinta Segi 3 Part 5

Assalamualaikum wr, wb hai kembali dengan saya andi putra nariswara. Sudah baca cerita saya kan yang sebelumnya di “cinta segi 3 part 4” nih kelanjutannya all dan sebelumnya saya ucapkan minal aidzin walfa idzin mohon maaf lahir batin buat semua reader KCH dan maaf kalau kepanjangan ngocehnya langsung saja *cus ke TKP.

Akhirnya saya pun pulang, setelah sampai saya melihat sekeliling tak ada sosok marni, “kemana itu hantu? Kirain sudah pulang, jangan-jangan kesasar lagi, tapi gak mungkin lah, tumben kayak gitu” gumam saya. Saya pun memarkir motor butut lalu duduk diteras,tiba-tiba hantu angela sudah ada duduk disamping kursi sebelah saya.

Saya: angela, kamu sudah disini? Gimana kamu mau tinggal disini?
Angela: setelah kupikir, iya deh, tapi aku tinggal dimana.
Saya: terserah kamu mau pilih dimana, asal jangan diruang depan sama pohon itu. Sambil menunjuk pohon didepan rumah.
Angela: kenapa?

Saya: kalau dipohon itu sudah ada marni, yang saya ceritain tadi. Kalau diruang depan sudah ada om genderuwo, aji namanya.
Angela: wah sudah ramai ya, tapi dimana sumarni? Kata kamu tinggal dipohon itu? Kok gak kelihatan?
Saya: gak tahu, biasanya juga nongkrong disitu, mungkin lagi bosan dan lagi jalan-jalan mungkin.
Angela: oh, kamu tinggal sendirian ndi?

Saya: iya, saya anak tunggal, orang tua saya sudah meninggal beberapa bulan lalu karena kecelakaan.
Angela: kasihan kamu, turut bersedih ya.
Saya: iya gak apa-apa, sudah terbiasa juga kok saya, kamu sendiri gimana kisah hidup kamu angela?
Angela: dulu waktu zaman penjajahan aku pindah kesini bersama orang tuaku, tapi saat Jepang menjajah keluargaku, aku juga jadi korban kekejaman mereka.

saya hanya diam menatap wajah angela, melihat kesedihan diraut wajah angela.

Angela: tentara Jepang waktu itu tiba-tiba memasuki rumah kami, mengobrak-abrik, memper****ku, menyiksaku didepan orang tuaku, tak cukup sampai disitu setelah membunuhku mereka juga membunuh orang tuaku.

Saya diam sejenak memikirkan kejamnya perlakuan tentara Jepang terhadap angela.

Saya: sudah, semua sudah terjadi, nanti kamu malah sedih kalau ingat kejadian masa lalumu.

Angela: bagaimana aku bisa lupa atas kekejaman mereka, ditambah lagi sekarang rumahku mau dirobohkan, aku diusir secara paksa, aku sudah mencoba melawan tapi mereka memanggil orang yang bisa melawanku, aku tidak bisa apa-apa lagi, kenangan keluargaku bakalan hancur semua.
Saya: yang sabar ya angela, mereka tak tahu bagaimana keadaan kamu dan bagaimana alam kamu, sekarang kamu boleh kok tinggal dirumahku.
Angela: makasih ya ndi kamu sudah mau bantu aku, padahal kamu kan manusia.
Saya: sama-sama.

Percakapan mereka pun berlanjut, membahas semua kehidupan masa lalu angela, begitupun kehidupan saya. Waktu pun menjelang sore, saya mengakhiri percakapan saya dan angela dan menyuruh angela untuk tinggal dikamar almarhum orang tuanya. Pagi pun tiba, seperti biasa saya bersiap-siap untuk pergi bekerja, tapi aneh, marni tak ada dipohon itu.

Tidak seperti biasanya, saya bertanya-tanya kemana marni, tapi saya berusaha berpikir positif dan pergi bekerja. Setelah pulang saya tetap tidak menjumpai marni dipohon itu, disitulah saya baru merasa ada yang salah, saya pun memanggil angela sama genderuwo menanyakan tentang marni, tapi tak ada yang melihatnya sejak kemarin.

“Waduh kemana ini marni? Jangan-jangan benar lagi dia cemburu, atau kenapa ya?” pikir saya. Lalu saya pun pergi untuk mencari marni, disekelilingi rumah dan disemua kampung tapi tak ditemukannya sosok marni. Setelah itu saya mencoba pergi kerumah marni yang dulu tersambar petir, mungkin dia kembali kesana. Saat sampai disana ternyata benar, marni sedang duduk digubuk kecil tempat saya dulu pingsan tersambar petir. Tapi marni kembali dalam wujudnya sebagai kunti, bukan marni yang biasa saya lihat.

Saya: marni, kenapa kamu gak pulang dari kemarin? Terus kenapa kamu berwujud seperti dulu?
Sumarni: ngapain kamu kesini, sudah sana urus pacarmu.
Saya: loh, maksudnya pacar yang mana?

loading...

Marni: si noni itu.
Saya: loh kan kemarin kamu lihat sendiri dia lagi sedih.
Marni: ih kamu gak paham ya, aku itu cemburu tahu.
Saya: cemburu? Kamu benaran?

Marni: tahu lah, sudah sana pulang, si noni tinggal dirumahkan? Dulu saja aku gak boleh tinggal dirumah, malah disuruh tinggal diatas pohon.
Saya: kamu boleh kok tinggal dirumah, kalau dulu kan saya belum terbiasa lihat hantu marni, kamu tahu sendiri kan indra ke-6 saya dulu baru terbuka, sudah ayo pulang ngapain sih kamu cemburu segala, kamu tetap sahabat the best aku tahu.
Marni: sahabat *doang ndi?

Saya: lah terus gimana?
Marni: kamu gak ngerasa apa aku suka sama kamu dari dulu.
Saya: tapi kan kita beda alam marni, sudah kita pulang yuk, angela kan lagi kesusahan, niat saya kan cuma mau menolong dia.
Marni: ya sudah deh.

Saya: sudah kembali kewujud marni yang dulu, seram tahu wujud kamu yang ini.
Marni: iya, tapi aku boleh ya tinggal didalam rumah.
Saya: iya *bawel, sudah ayo.

Marni pun mengikuti saya pulang dan mengubah wujudnya kembali. Bersambung dulu ya all, nantikan di cinta segi 3 part 6 oke.

Andi Putra Nariswara

Andi Putra Nariswara

All post by:

Andi Putra Nariswara has write 6 posts