Cupcake

Seorang anak berjalan riang menuju rumahnya yang tidak terletak jauh dari pasar. Sesampainya di rumah anak itu bersiap-siap di dapur kecilnya untuk membuat cupcake. Panggil saja dia Klarynna. Klarynna penggemar berat cupcake. Bermacam-macam cupcake dia cicipi. Klarynna punya banyak resep rahasia, buku cupcake, dan iPod yang berhubungan dengan cupcake. Setiap cupcake baru datang dia akan menelusuri lebih banyak lagi tentang itu dan akan dicatat di notes kecilnya.

Rumahnya berhiaskan cupcake. Orang tuanya tidak keberatan atas sikap Klarynna. Klarynna berjalan menuju telepon rumah mininya yang berbentuk cupcake. Semua benda berbentuk cupcake. “Halo, Klaudies?” kata Klarynna. “Ya, halo. Ini dengan siapa?” tanya Klaudies. “Klaudies, aku Klarynna. Boleh kamu kerumahku jam 9 nanti? Aku sedang membuat cupcake. Kamu boleh mencicipi cupcake dari resepku” jelas Klarynna.

“Baiklah, Klarynna. Kupastikan aku akan datang ke rumahmu pukul 9 pagi” jawab Klaudies. Klarynna menutup telepon itu dan segera melanjutkan membuat cupcake. *Ting! Tong! Suara bel cupcake Klarynna berbunyi. Klarynna menaruh nampan cupcake berisi cupcake ke meja cupcake. Lalu Klarynna membuka pintu rumahnya. “Klaudies! Kau datang!” kata Klarynna senang. “Ya, aku datang Klarynna. Bolehkah aku masuk?” jawab Klaudies.

“Silakan masuk.” Klarynna membuka pintu pagar cupcakenya untuk menyambut Klaudies. Klarynna menutup kembali dan membukakan pintu rumah cupcakenya itu dan menutupnya kembali. “Duduklah di kursi cupcake ku. Silakan dimakan cupcakenya. Aku terinspirasi dari sebuah cupcake yang baru di terbitkan. Tapi resepnya aku buat sendiri, lho!” terang Klarynna. “Astaga! Kau serius? Aku sangat senang mendengar ini, Klarynna. Terima kasih sudah membuatkanku kejutan kecil yang tentunya sangat istimewa bagiku. Kalau boleh tahu apa resepnya?” jawab Klaudies senang.

“Sangat gampang. Lebih gampang daripada membuat pudding atau telur” jelas Klarynna. “Siapkan saja bahan-bahan membuat cupcake. Seperti mixer, tepung, pengaduk, mangkuk dan tempat atau hiasan juga lainnya. Jangan siapkan adonan supaya membentuk cupcake. Siapkan saja adonan roti. Aduklah dan ya sudah jadi. Tambahkan pengharum makanan!” jelas Klarynna panjang sekali.

Klaudies mengangguk sambil melahap cupcake ke-4 kalinya. “Mmh, ada toiletkah?” tanya Klaudies dengan wajah pucat. “Kenapa? Kau tidak suka dengan cupcake ku?” tanya balik Klarynna. “Aku ingin ke toilet. Aku sudah tidak tahan lagi. Tolong tunjukkan letaknya” jawab Klaudies serius. “Oh, ku kira kau tidak menyukainya. Di kanan itu toilet cupcakenya” jelas Klarynna. Klaudies cepat-cepat pergi ke sana.

loading...

Sudah lama sekali Klarynna menunggu. Sudah hampir jam 12 siang Klaudies belum keluar juga. Klarynna khawatir dan memanggil Klaudies. “Klaudies! Keluarlah!” panggil Klarynna. Klarynna mendobrak paksa pintu itu. Klarynna terkejut,”Argh! Klaudies!” Klarynna melihat keadaan temannya tidak bernyawa. Klarynna sangat takut. Klarynna memutuskan untuk bunuh diri menyusul Klaudies. Mereka ditemukan tidak bernyawa oleh kedua orang tua mereka.

KCH

Klaudya

Sekedar kembali mengingatkan. “Jangan pernah baca ini sendirian” :)

All post by:

Klaudya has write 2,704 posts

Please vote Cupcake
Cupcake
Rate this post