Daging Keluarga Part 2

Sang ayah pun berkata “Pak, apa anda masih buka? Saya ingin membeli daging untuk keluarga. Tapi saya hanya punya 50 perak, pak”. Bapak penjual daging keluarga berkata “kebetulan sekali, paman. Paman ingin membeli daging saya. Daging ini sudah beberapa hari tidak laku. Padahal daging ini sudah saya olah dan masih baru. Harganya pun murah sekali” jawab bapak penjual daging sedih.

“Pak, saya bersedia membeli daging bapak.” seru sang ayah. “Wah, terimakasih paman. Mau beli berapa? 1 daging 1 perak”. Penjual daging itu terlihat senang dan mempromosikan barang jualannya. “Saya beli 4 saja. Ini uangnya maaf hanya 50 perak” kata sang ayah sambil menyodorkan uang itu. Penjual mengambil uang itu dan mulai menghitung uang kembalian.

“Buat bapak saja kembaliannya. Tidak usah buat saya. Kasihan bapak” lanjut sang ayah. Penjual segera mengembalikan uangnya dan tersenyum. Penjual memasukkan 4 daging ke dalam plastik khusus makanan olahan. Sang ayah lalu pergi terburu-buru, pergi agar dapat menemui keluarganya. Sampai di rumah sang ayah mengetuk pintu. Tok! Tok! Tok! Tidak ada jawaban sama sekali.

loading...

Sang ayah terus mengetuk pintu. Sampai akhirnya sang ayah melihat seorang perempuan menimang-nimang 2 bayi. Sang ayah pingsan tak berdaya. Tadi sang ayah sungguh ketakutan hingga cepat sekali pingsan. Saat siuman sang ayah berada di sebuah pondok berhuni kosong. Rupanya dia berada di kursi teras rumahnya. Sang ayah tersenyum lega. Tapi dimana keluarganya? Sobat, KCH bersambung ya ke part berikutnya, Daging Keluarga Part 3.

loading...