Dendam Hantu Putri

Pada pagi hari, di sekolah terlihat semua murid-murid sedang berjalan memasuki kelas mereka. Tiba-tiba *bruk, terlihat seorang siswi terjatuh dari lantai atas sekolah, darah mulai mengalir dari kepalanya, semua murid mulai mengerumuninya, begitu juga dengan para guru yang mulai berdatangan, ternyata siswi yang terjatuh dari lantai atas sekolah ini bernama putri.

1 tahun kemudian, terlihat murid baru masuk di kelas, memperkenalakan dirinya terlihat semua orang memandanginya. “Hay namaku lita aku dari Jakarta, salam kenal semuanya” kata lita dengan senyumnya. Tetapi para murid hanya memandaginya saja, ada juga yang berbisik-bisik membicarakan lita.

Lita mendapatkan tempat duduk paling belakang sekali. Lita masih belum bisa bersosialisasi dengan murid-murid lainnya. Jam istirahat pun tiba, semua murid berhamburan untuk ke kantin, lita mengikuti semua murid-murid yang berjalan menuju kantin, lita mulai memesan makanan dan minuman lalu pada saat lita makan, semua menoleh ke arah lita.

“Ada apa dengan sekolah ini, kenapa mereka memandangku?” (gumam lita dalam hati). Lita melanjutkan makannya tidak menghiraukan mereka, setelah makan lita menuju toilet untuk membasuh wajahnya, pada saat lita membasuh wajahnya terdengar suara gadis menangis tersedu-sedu/

“Siapa di dalam?” kata lita penasaran.
“*Hikz, hikz, hikz” suara tangisan cewek.

Lita perlahan-lahan membuka pintu toilet, terlihat seorang siswi duduk tertunduk menangis, lita menyentuh pundaknya dan dia mengangkat wajahnya, terlihat wajahnya di penuhi dengan darah, matanya menatap tajam ke arah lita, lita menutup matanya dan pada saat membuka mata kembali, siswi itu sudah tidak ada. Lita mengatur nafasnya dan mengelap keringatnya seperti lari maraton, dia terkejut dengan penampakan tadi. Lita memasuki kelasnya dan mulai berpikir penampakan apakah tadi? (gumam lita).

Lita hanya terdiam dikelas, tiba-tiba saat guru mengajar di kelas, speaker yang ada di ruangan kelas mengeluarkan suara musik yang sangat aneh. Suaranya begitu sedih dan menyeramkan, membuat satu ruangan kelas kebingungan dan bertanya-tanya. *Bruk! Suara pintu tertutup keras membuat semua murid takut, termasuk lita. Terlihat ada satu murid berdiri dengan tatapan kosong.

loading...

Suara musik masih bermain dengan alunan seram, murid tersebut berjalan ke arah pintu dan mendobrak pintu kelas dengan kepalanya hingga berdarah. Guru mencoba menghentikannya tetapi tidak bisa, murid tersebut tetap membenturkan kepalanya di pintu. *Duk, duk, duk, brak! (Suara pintu terbuka). Murid itu terjatuh dengan kepala berlumuran darah dan meninggal seketika. Semua murid mengerumuninya, lita begitu schok dengan kejadian ini. “Ada apa dengan sekolah ini?” (gumam lita dalam hati).

Setelah meninggalnya murid tersebut, lagu itu berhenti dengan sendirinya dan tiba-tiba saja. “*Hihihi, satu murid telah mati, dan dari kalian akan mati lagi satu persatu” suara di speaker sekolah. Semua murid kenal dengan suara itu, suara itu adalah suaranya putri. Semua murid langsung berlari mengambil tas mereka dan pulang, lita juga ikut pulang karena takut.

Keesokan paginya semua murid berupacara di lapangan, mendengarkan pak guru berceramah tentang murid yang meninggal kemarin untuk memberikan doa, semua murid menundukan kepalanya dan mulai berdoa. Setelah selesai, lita menengok ke atas dan terlihat hantu siswi yang kemarin, dengan baju penuh darah, dan matanya menatapa tajam ke arah murid-murid sambil tersenyum sinis.

“Baik semuanya sekarang masuk kelas” kata pak guru.
“Baik pak ” jawab serentak para murid.

Lita berjalan menuju ke kelas, awan mulai bersatu menjadi mendung dan gerimis mulai datang, semakin deras hujannya. Semua murid berhamburan masuk ke gedung sekolah termasuk lita, bajunya sedikit basah dan pada saat berjalan masuk kelas, terlihat hantu itu duduk di kursi lita. Sosok hantu itu menatap lita, sambil memegang dan memutar kepalanya hingga terlepas, lalu menaruhnya di atas meja.

Lita yang melihat kejadian itu, sangat ketakutan sekali, badannya tidak bisa bergerak sampai bicara pun susah. Hantu itu beranjak dari kursi lita, lalu berjalan menghampiri lita dengan membawa kepalanya, lita berteriak dalam hatinya sambil mencoba menggerakan badannya. Tiba-tiba seseorang menepuk pundaknya.

“Hay kamu kenapa?” tanya seorang siswa lain.
“Tidak apa-apa kok” kata lita mengatur nafasnya.

Bel tanda pulang sekolahpun berbunyi, akhirnya lita memutuskan untuk pulang saja. Lita berjalan cepat ke arah pintu gerbang sekolah menerobos hujan yang begitu lebat. Tiba-tiba, sesampainya di pintu gerbang, pintunya ditutup oleh hantu itu lagi, terlihat pak satpam telah bersimbah darah.

“Apa mau kamu?” teriak lita.
“Lihat saja dan perhatikan” ucap hantu tersebut di hadapan lita.

Hantu putri mulai berjalan dan menarik rambut lita, hingga ke ruangan CCTV. Di ruangan infomasi, hantu itu menutup pintu dan menguncinya dari dalam. “Buka, buka, tolong!” teriak lita di balik pintu. Tercium bau anyir seperti darah, lita menyalakan lampu dan apa yang di lihat lita, guru-guru sudah bersimbah darah semua. Apa tujuan hantu itu membunuh semuanya, lita yang melihat itu menangis ketakutan tertunduk lesu.

Terdengar musik seram itu lagi sekitar 10 menit, pintu terbuka dengan sendirinya dan lita berlari keluar. Semua terlihat gelap, kenapa dengan sekolah ini (gumam lita). Hujan yang masih deras membuat lita ketakutan untuk berjalan sendirian di sekolah yang besar ini. Lita berjalan menuju kelasnya, lita berteriak ketika melihat para murid mati di hadapan lita. Ada yang tergantung, ada yang kepalanya pecah dengan tulang-tulangnya. Lita mengatur nafasnya sambil menenangkan diri untuk menulusuri apa sebenarnya yang terjadi di sekolah ini.

“Tolong” terdengar murid berteriak di atas gedung sekolah, lita berlari ke atas untuk mengetahui apa yang terjadi disana. Saat sampai di atas pintunya terkunci, lita melihat di samping pintu ada linggis dan lita mencoba menghancurkan kuncinya, akhirnya lita berhasil lalu segera membuka pintunya. Lita melihat para murid di kelas semuanya ada di atas dan juga para guru. Hantu putri menatap tajam kepada mereka sambil membawa sebuah pisau. Semua murid menangis histeris sambil meminta ampun kepada putri.

“Kau sudah datang, lihat dan perhatikan” kata hantu putri memutar kepalanya.

Lita hanya diam tak berkata apa-apa, terlihat hantu putri mendorong satu persatu murid dari atas gedung, lita yang melihatnya begitu shock, sudah 24 murid jatuh, tinggal 2 guru dan 2 murid.

“Ampuni kami putri” kata pak guru.
“Iya putri, aku mohon” kata ibu guru.

Hantu putri langsung menusuk tubuh ibu guru secara bertubi-tubi dan menjatuhkanya ke bawah tanpa belas kasihan.

“Ampuni aku” kata murid lainnya.

Hantu putri langsung mematahkan leher dan menginjak kepala 2 murid lainnya, tinggal 1 guru saja yang berdiri di hadapannya sekarang. Hantu putri langsung mengambil kursi dan memukulnya, lita yang melihat kejadian itu, begitu histeris dan sangat ketakutan, sampai lemas tak berdaya. Putri menusuk kepalanya dan menginjak-injaknya, lalu menggorok leher sehingga kepala dan badan pak guru terpisah dan kejang kejang, darah mengalir seperti air deras dari lehernya.

Hantu putri mengambil kepalanya dan menendang tubuhnya hingga terjatuh, sosok hantu putri lalu menggantung kepalanya pak guru layaknya pakaian yang sedang di jemur di siang hari. Lita menangis menutup matanya. Tiba-tiba saja lita kembali berada di tanggal 4 november 2014 lita telah kembali kedalam masa lalu putri. Di ruangan guru yang sangat sepi, terlihat seorang guru laki-laki mencampurkan obat tidur kedalam minuman, dan memberikan minuman tersebut kepada putri.

Setelah itu murid-murid menganggapnya seorang siswi nakal, lalu semua murid membullynya. Sang guru hanya diam tak menolong putri, terlihat terakhir kali dia datang sekolah dan di olok-olok oleh teman sekelasnya, sehingga akhirnya putri emosi. Lalu putri mengancam bahwa satu dari kalian akan mati satu persatu , begitu juga gurunya, tapi semua murid hanya mentertawakan putri, lalu putri berlari ke atas gedung dan loncat bebas.

Sekarang lita tahu alasan hantu putri menyimpan dendam dan membunuh para guru dan murid, karena putri sering di bully gara-gara guru kimianya yang telah menca**li putri dan salah satu murid melihatnya, sehingga putri jadi bahan olokan dan bully. Saat lita membuka matanya dia sudah berada di rumah sakit. Tamat, sekian dan terima kasih.

Gugun

Gugun

nama:gugun
tinggi:165cm
berat:50kg
hoby:membaca,dan menulis karangan

jangan lupa baca ceritaku ya hanya di kch
jangan pernah baca ini sendirian

aku suka buat cerita horor yg sedikit di bumbui pertemana dan horor yg sadis seperti mutilasi

ok salam knl semua

facebook: Nak gugun
email: [email protected]

All post by:

Gugun has write 44 posts

Please vote Dendam Hantu Putri
Dendam Hantu Putri
4 (80%) 6 votes