Di Dalam Sebuah Lagu

cerpen ini didefinisikan untuk kak Dwy Dwi Dandwi yang sudah menanyakannya seperti menagih hutang. Peace kak. Lagi-lagi pelajaran BK dimulai, hal ini membuatku kegirangan. walau waktu cepat berlari, tetap saja terasa menyenangkan bila bertemu dengan pelajaran favoritku yang satu ini.

loading...

Dan tugas tak terduga diberikan pada kami, bahwa kami harus membuat 1 lagu berkelompok dengan kami yang menentukan. Aku jadi tersenyum sendiri, aku putuskan untuk membuat lagu sendirian saja. Bukannya tak ada teman ataupun sombong, tapi aku memang sudah punya banyak stok lagu buatanku sendiri.

Malamnya, aku duduk dibalkon kamar dengan sebuah gitar terletak dipangkuanku. Gitar mulai kupetik dengan nada yang kubuat. pada bait pertama, kedua sampai serterusnya terasa sangat menyenangkan. “Tapi dengan bodohnya aku, menyanyikan lagu tentangmu..” *Argh! Aku terkejut ketika ada yang berteriak dibait lagu yang kunyanyikan. Aku tengokkan kepalaku kesekeliling. tidak ada orang. kembali aku ulang petikan laguku sampai terdengar lagi sebuah lengkingan dibait yang sama.

“*Ck, apa-apaan ini! Siapa yang berteriak?” batinku kesal. Kembali kutengokkan kepalaku ke sekeliling, dan kebawah. Tetap tidak ada siapa-siapa. Akhirnya kuputuskan untuk menaruh kembali gitarku dan beranjak tidur. Esoknya, pada malam hari. Aku kembali memainkan gitarku dengan lagu yang sama, dan dibait yang sama seperti kemarin, terdengar lagi suara lengkingan wanita yang sangat misterius. Aku coba berulang kali, tapi lagi dan lagi, lengkingan itu ada dan sama, dan hal itu membuatku gila.

Aku menaruh gitarku dan dengan kesal terduduk dikasur. Aku menjelajahi dunia google tentang musik, dan ada satu link yang membuatku terkejut karena sebait katanya sama dengan laguku. “Tapi dengan bodohnya aku, menyanyikan lagu tentangmu.. dan aku hanya bisa menunggu, sampai ajal menjemputku.”

Aku membaca lebih lanjut, dan info yang kudapat mampu membuat tubuhku bergetar ketakutan. “Pembuat lagu ini sudah meninggal dikarenakan dibunuh oleh pacarnya sendiri. Di duga si korban menyanyikan lagu ini didepan banyak orang dan si pacarnya mengamuk dan mengaku malu. Esoknya si korban ditemukan meninggal dalam keadaan terpotong potong.”

Nafasku memburu, kubaca lebih bawah lagi. “Konon katanya, siapapun yang membaca, menyanyikan dibait (tapi dengan bodohnya aku, menyanyikan lagu tentangmu.. dan aku hanya bisa menunggu, sampai ajal menjemputku) akan mendengar suara jeritan wanita, dan malamnya akan ditemani tidur oleh si korban”. Seketika bulu kudukku berdiri, lalu yang membaca? Berarti yang membaca cerita ini juga akan didatangi bukan begitu?

KCH

Indah

Sekedar kembali mengingatkan. “Jangan pernah baca ini sendirian” :)

All post by:

Indah has write 2,704 posts

Please vote Di Dalam Sebuah Lagu
Di Dalam Sebuah Lagu
Rate this post