Di Ganggu Tangan Sendiri

Hai sobat KCH bertemu lagi dengan saya Fajar Apriyanto di cerita yang ke-6. Cerita kali ini saya akan menceritakan tentang kejadian sedih sekaligus seram yang di alami Pakde saya. Namanya Pakde Fan tinggal di desa Toyaning Kabupaten Pasuruan, pekerjaan sehari-harinya adalah sebagai petani, hingga pada suatu hari dia mengalami kecelakaan di rel kereta api. Pakde yang berusaha menarik sepeda ontelnya naas tertabrak kereta Trem (pengangkut tebu) dan kehilangan pergelangan tangan kirinya.

Setelah dia sembuh, dia tidak lagi menjadi seorang petani melainkan menjadi peternak hewan sapi di rumahnya. Suatu saat pakde saya mendapat undangan pernikahan temannya di kota, ia pergi sehabis shalat ashar dengan mengendarai ontel kesayangannya. Setiba disana ia berbincang-bincang asyik dengan kawan lamanya itu hingga tak terasa waktu menunjukan pukul 08.30 malam, pakde pun pamit pulang.

Di perjalanan ia biasa-biasa saja (karena masih di kota) hingga perbatasan desa yang sepi dan gelap (karena masih tak ada penerangan). Pakde mengayuh sepeda dengan tenangnya dan melewati jembatan di hutan bambu dekat rel kereta api (dimana ia mengalami kecelakaan dulu). Memang jembatan itu adalah jembatan angker menurut warga desa disana, namun Pakdeku yang terkenal pemberani akan hal-hal tersebut menghiraukannya saja dan berjalan dengan tenangnya.

loading...

Setelah melewati jembatan itu, ia menuju rel kereta api itu dan disini lah mulai terjadi keanehan. Pakde merasa kayuhan sepedanya mulai berat dan bertambah berat. Pakde pun berkata “he! Kon lapo ganggu aku, wong kesel guduk tambah di tulung malah tambah di ganggu” (he! Kamu ngapain ganggu saya, orang capek bukannya di tolong malah tambah di ganggu).

Lalu dia menoleh ke belakang dan melihat apa yang sedang menarik sepedanya itu, dia sempat kaget ketika melihat benda itu, karena benda yang menarik sepedanya adalah “tangannya” sendiri yang hilang saat kejadian itu! Dia pun melanjutkan perjalanannya sambil melihat tangannya yang di ayun-ayunkan seperti mengucapkan perpisahan. Sesampai di rumah akhirnya Pakde pun cerita kepada keluarga dan sempat terheran-heran mendengan ceritanya.

Tapi disini saya menyimpulkan bahwa jika ada orang meninggal dan gentayangan, itu bukan arwah orang tersebut, melainkan jin yang usil dan memanfaatkan keadaan untuk menakut-nakuti, karena bagaimana pun dari cerita Pakde itu saya mengetahui bahwa yang menggerakan tanganya bukanlah Pakde (karena dia masih hidup). Sekian terima kasih sudah membaca, jika ingin sharing add facebook saja.
Fb: [email protected]

loading...
KCH

Fajar Apriyanto

Sekedar kembali mengingatkan. "Jangan pernah baca ini sendirian" :)

All post by:

Fajar Apriyanto has write 2.748 posts