Di Ikuti Pocong

Assalamualaikum para pembaca KCH dan kakak john, *hehe. Dwi kembali lagi akan menuhin beranda horor kalian. Kali ini dwi masih di usia 7 tahun, dan tentu saja masih unyu-unyu di usia SD kelas 2 *hihi. Di usiaku ini belum lama di tinggal nenek tercinta kami meninggal dunia. Mungkin karena masih polos, jadi saya merasa biasa saja, padahal nenekku lebih sayang padaku dari pada cucu-cucu yang lain.

Tapi berasa ada yang kurang dalam hatiku, karena, biasanya kalau aku tidak pergi seharian ke rumah nenek/kakek beliau yang menjemputku di rumah. Sekarang tidak ada lagi yang menjemputku dan memanjakanku, pikirku. Semua kenangan itu berlalu, ya namanya anak-anak pasti gampang lupa sejenak kalau sudah asyik dengan bermain dan lain-lain. Malam itu saya dan ari (kakakku) seperti biasa dari masjid yang jaraknya lumayan jauh.

Dan waktu itu sedang ada pemadaman listrik. Karena shalat isya masih lama, kami memutuskan untuk pulang karena anak-anak yang lain sudah pada bubar pas listrik tiba-tiba padam. Alhasil tinggal kami ber 2. Tapi kakakku malah meninggalkanku, mungkin karena kami jarang main bersama. Dia berjalan di depanku, dan aku mengikutinya dari belakang, karena jalanan sangat sepi dan gelap.

Kakakku berjalan sangat cepat, sehingga aku tertinggal sangat jauh. Tapi waktu kecil memang kami terkenal pemberani, jadi aku tidak bergeming jika kakakku sudah sampai duluan di rumah. Keesokan paginya, hayah (teman sekolahku) bercerita padaku.

“Heh, semalam kata bapakku kamu pulang sama kakakmu ya” katanya.
“Iya” jawabku.
“Tau gak? Semalam bapakku lihat di belakangmu ada pocong ngikutin, kata bapakku kamu sama kakakmu di antar pulang sama itu pocong” kata hayah lagi.
“Masa iya sih yah? Perasaan semalam gak ada apa-apa, apa karena aku malas tengak-tengok ke belakang ya?” kataku.
“Eh benaran, bapakku tadi pagi cerita ke aku, mbahku dan ibuku” kata hayah lagi.
“Terus kata bapakku, anaknya yoto itu pemberani semua ya ma, jadi gak lari pas di ikutin, katanya” tambah hayah.

loading...

Lalu aku hanya tersenyum dan membiarkan cerita itu hanya angin lalu. Tapi teman-teman yang mendengar cerita hayah sedang menanggapi ceritanya, dan nampaknya mereka mulai serius cerita tentang horor. Tapi saya malas mendengar sehingga pergi untuk masuk ke kelas. Sekian cerita hari ini, dan mungkin tidak seram. Itu sebabnya untuk memenuhin beranda saja ya *hehe.

Dwy Dwi Dandwi

Dwy dwi dandwi

Jangan baca ini sendirian ya… :D
by:
penulis amburadul horor dari lampung tengah.

All post by:

Dwy dwi dandwi has write 118 posts

Please vote Di Ikuti Pocong
Di Ikuti Pocong
Rate this post