Di Kejar Celuluk

Halo semua namaku ivan andika aku berasal dari Bali yakni di kota Singaraja, owh iya aku ini merupakan orang yang kelahirannya melik. Dalam budaya Bali, “melik” adalah seseorang yang dilahirkan agak berbeda dengan orang biasa dimana orang yang melik memiliki kemampuan dalam hal-hal yang berbau gaib, termasuk aku menurut penuturan ibuku sejak aku lahir aku selalu sakit-sakitan itu disebabkan karena aku ini orang yang melik.

Sehingga selalu di incar oleh para penganut ilmu leak yang ada disekitar rumahku hal ini terus terjadi hingga umurku 5 tahun. Sehingga keluargaku membuatkan aku suatu upacara secara adat bali agar aku terhindar dari serangan leak. Setelah aku berumur 6 tahun aku mulai melihat hal-hal aneh dan yang paling aku ingat yaitu melihat celuluk sedang ikut main bola dengan tetangga-tetangga rumahku.

Perlu diketahui celuluk adalah makhluk halus yang berupa sangat seram dengan kepala botak dan taring yang mencuat seperti babi hutan. Saat itu hujan gerimis aku dan teman-temanku sedang melihat tetangga-tetanggaku bermain bola, dimana aku lihat diantara mereka ikut sesosok celuluk bermain dengan riang gembira sambil tertawa terbahak-bahak “haa, haaaa, hiiii, hiii, mwehh, hehe” begitu suaranya yang membuat aku bergidik ngeri namun temanku dan tetanggaku tak ada yang menyadarinya sama sekali.

Hingga akhir permainan sepak bola celuluk itu tetap berada di lapangan, namun naas dia menyadari bahwa aku dapat melihat dia. Spontan dia lari ke arahku dengan gaya larinya yang khas yakni seperti orang yang bermain dengkleng, spontan aku berteriak dan berlari. Celuluk itu terus mengejarku sambil berteriak-teriak dalam bahasa bali “maii, maiii, mwehhh, mwehhhh, maii” (sini, sini, mwehh, mwehhh, sini).

loading...

Anehnya orang-orang semua bingung melihatku lari, sampai akhirnya aku masuk ke areal pura. Namun saat itu aku belum mengerti bagaimana caranya berdoa, jadi aku cuma berkata dalam hati “dewa tolong aku”, baru saja aku sampai, celuluk itu telah berada di belakangku “nah amah jani mwehhh, mwehhh, hehe, hiiii, hiii” (nah aku makan sekarang, mwehhh, mwehhh, hehe, hiiii, hiii).

Namun saat dia ingin menyergapku tiba-tiba ada sinar merah dari dalam gedong (tempat menaruh sesajen di pura) yang melesat dan menyambarnya hingga dia menghilang. Dan aku pun segera lari ke rumah dan menceritakannya kepada keluargaku. Sekian dari ceritaku apabila ada salah kata aku mohon maaf.

KCH

ivan andika

Sekedar kembali mengingatkan. "Jangan pernah baca ini sendirian" :)

All post by:

ivan andika has write 2,678 posts

loading...