Di Rumah Nenek

Sebelumnya perkenalkan nama saya dewi, disini saya ingin bercerita pengalamanku yang aku alami sendiri. Waktu itu aku masih berumur 6 tahun, kejadian yang aku alami ini waktu aku tinggal dirumah nenekku di daerah Blitar, Jawa Timur. Tepatnya pukul 21:00 aku mau tidur untuk agar besok waktu sekolah tidak kesiangan untuk bangun. Waktu aku masuk ke kamar dan mau tidur tiba-tiba lampunya mati, setelah diperiksa memang ada pemadaman di daerah sekitar.

Aku pun agak cuek dan membaringkan badan di atas kasur, karena pemadaman listrik sudah sering terjadi. Waktu aku membaringkan diri, aku melihat ada 4 lilin terbang di depan pintu kamarku yang terbuka. Awalnya aku berfikir itu hanya sebuah halusinasi atau aku yang salah lihat, aku mencoba untuk menutup mata karena fikiran tidak tenang dan aku terbangun lagi dan melihat 4 lilin itu masih ada di depan pintu kamarku.

Karena tidak tenang aku keluar dari kamar dan berjalan ke dapur untuk mengambil minuman. Aku jalan sendiri ke dapur dengan membawa 1 lilin untuk penerangan jalanku supaya tidak menabrak atau menendang barang yang ada di depanku. Setelah aku selesai ambil minum aku membalikkan badan, betapa terkejutnya aku waktu itu, aku melihat 4 lilin yang tadinya ada di depan pintu kamarku, sekarang mengikutiku sampai ke dapur.

Pantas saja di sekitarku lumayan terang meski hanya membawa 1 lilin *hihi. Setelah kejadian itu aku tidak merasa takut sedikitpun sama 4 lilin itu meski 4 lilin itu terbang-terbang, mungkin lilin itu niatannya baik sama aku supaya aku enggak ketakutan sama kegelapan *hehe. Aku pun kembali ke kamar dan berbaring lagi, sambil melihat ke arah pintu untuk melihat 4 lilin terbang yang masih setia menemaniku.

loading...

Belum lama aku beradaptasi dengan 4 lilin itu tiba-tiba ada 2 sosok yang datang di samping lilin itu, jujur waktu melihat 2 sosok itu aku sedikit syok dan rasanya ingin nangis ketakutan karena aku melihat ada sosok yang satu perempuan rambutnya panjang memakai gaun warna putih panjang, matanya hitam mukanya sedikit berantakan, pucat dan disamping perempuan itu ada sosok laki-laki yang berdiri membawa tongkat memakai celana selutut dan memakai pakaian seperti prajurit-prajurit kerajaan zaman dulu.

Aku mencoba menutup mataku tapi tetap tidak bisa, kemudian aku melihat ke arah pintu lagi mereka masih setia berdiri disitu. Aku pun mencoba untuk berfikir tenang mereka hanya di depan pintu tidak masuk ke dalam kamar mungkin niatan mereka baik untuk menemaniku agar aku tidak sendirian karena nenekku sedang sibuk dengan kerjaannya. Aku mencoba memberanikan diri untuk menanyakan mengapa mereka ada di depan pintu dan mau mereka apa.

Si perempuan yang rambut panjang tersenyum memandangku dan dia berkata “tidak usah takut, kita disini hanya ingin menemanimu agar kamu tidak sendirian” jawab perempuan berambut panjang itu. Di dalam hatiku si*lan kalau mau nemenin sih ya nemenin tapi tampilannya di bagusin dikit kenapa enggak nyeremin seperti itu. Mungkin si perempuan rambut panjang itu tau apa yang barusan batinku bilang dan perempuan itu menertawakanku *hihihi.

Aku pun bertanya lagi padanya “kenapa kalian mau nemenin aku? Aku sendirian kan tidak apa-apa”. Kemudian perempuan itu menjawab “kita disini menemanimu hanya disuruh sama seseorang, besok kalau sudah waktunya tiba kita tidak lagi menemanimu dan kita hanya akan selalu datang saat di daerah sini ada pemadaman”. Mendengar jawaban seperti itu fikiranku sedikit berantakan karena mereka akan selalu datang saat pemadaman, dan mereka bilang kalau mereka ke sini disuruh seseorang? Siapa yang menyuruh mereka, dan kenapa orang tersebut bisa menyuruh mereka.

Banyak sekali pertanyaan di benakku tentang ini. Tetapi aku mencoba untuk tenang dan memberanikan diri untuk bilang pada mereka “kalau kalian memang ingin menemaniku kenapa kalian hanya berdiri di depan pintu? Kenapa kalian enggak masuk ke dalam sini di sampingku” tanyaku polos. (Sok berani padahal waktu itu takut setengah mati *hehe). Perempuan itu menjawab “maaf kita hanya bisa berdiri disini saja karena batasan kita hanya sampai di depan pintu, kita tidak bisa masuk ke dalam kamar” jawab perempuan itu lembut.

Aku sedikit terheran-heran ternyata mereka sopan ya, baik juga sudah mau menemaniku *hehe. Setelah asik berbincang-bincang sebentar tiba-tiba nenekku datang dan mau masuk ke dalam kamar, waktu belum sampai depan pintu aku teriak “jangan lewat situ nek disitu ada 2 orang yang berdiri”. (Tragisnya sampai detik itu juga aku masih berfikir bahwa mereka adalah orang sepertiku).

Nenekku melihat ke arah kanan dan kiri kemudian nenekku bilang “kamu ngomong apa disini enggak ada orang lain selain kita, sudah malam cepat tidur jangan ngomong yang aneh-aneh” gerutu nenekku sambil menabrak 2 sosok yang ada di depan pintu. Aku melihat dengan jelas nenekku menabrak 2 sosok itu dan menembusnya kemudian si perempuan rambut panjang itu tertawa.

Setelah melihat kejadian itu aku hanya terdiam dan membisu, karena aku sempat berfikir kalau mereka itu manusia sepertiku meski tampilannya agak aneh dan entah dari mana datangnya. (Memang ada ya manusia tampilannya seperti itu dan ada 4 lilin terbang di sampingnya kecuali di film horor). Ternyata hanya aku yang bisa melihat mereka ada disitu.

Beruntung nenekku enggak melihat aku mengobrol sama mereka, kalau lihat pasti aku sudah di bilang orang gila. Karena aku sudah bicara sendiri dan tertawa sendiri. Kemudian aku tidur dan apa yang di bilang sama perempuan itu benar, di setiap ada pemadaman di daerah sekitar, perempuan rambut panjang dan laki-laki yang membawa tongkat tidak lupa dengan 4 lilin terbang itu selalu setia menemaniku dan menerangi sekitarku agar tidak gelap dengan 4 lilin itu. Terima kasih untuk kalian yang sudah menemaniku dan menghiburku. Mbak kun-kun dan mas pra serta 4 lilin terbang.

KCH

dewi

Sekedar kembali mengingatkan. "Jangan pernah baca ini sendirian" :)

All post by:

dewi has write 2,694 posts