Di Sapa Penunggu Bendungan Batu Tegi

Waktu itu di tahun 2016 aku lupa tepatnya tanggal berapa. Aku, ayah, ibu serta kedua adikku ingin berwisata ke daerah kabupaten Tanggamus, Bandar Lampung. Sebenarnya, ada beberapa spot wisata yang bagus untuk dikunjungi disana namun, karena kami belum pernah merasakan wisata ke sebuah bendungan maka kami sepakat untuk pergi ke Bendungan Batu Tegi.

Bendungan ini adalah bendungan terbesar se-Asia Tenggara yang berjarak sekitar 2-3 jam dari pusat kota Bandar Lampung. Di perjalanan kami membeli nasi bungkus dari rumah makan untuk kami bawa sebagai bekal makan siang disana. Sesampainya di daerah Batu Tegi kami memasuki jalanan yang menanjak dan berkelok-kelok serta turunan yang agak tajam, namun semua itu tidak menyurutkan niat kami untuk melihat bendungan tersebut dan berharap perjalanan kami akan terbayarkan dengan pemandangan yang menakjubkan.

Tak begitu lama akhirnya bendungan itu mulai terlihat dari atas jalan yang kami lewati dan sungguh terbayarkan karena pemandangan bendungan itu begitu cantik dengan airnya yang luas disertai pulau-pulau kecil. Siang itu begitu panas ketika berjalan memasuki jembatan diatas bendungan dengan beberapa pengunjung yang terlihat sedang menikmati keindahan pemandangan juga banyak yang berjualan disekitar area parkir bendungan ini.

Ketika berjalan aku seakan terpana oleh keindahan bendungan Batu Tegi ini yang airnya terpantul sinar terik matahari yang membuat kemilau baru 10 menit berjalan ditengah tengah jembatan itu aku seperti mendengar ada seorang wanita yang mengucapkan “assalamualaikum” tepat ditelinga kiriku. Refleks, aku langsung menengok ke samping namun, tidak ada siapa-siapa.

Di sana hanya ada aku dan ibuku disamping kanan yang sejak tadi bersamaku lagi pula, pengunjung lain jaraknya agak jauh. Kaget, aku lalu bertanya pada ibuku “bu, dengar ada yang bilang assalamualaikum tidak?” dan ibuku menjawab “tidak ada!”. Aku jadi sedikit takut dan akhirnya berlari kecil menuju ujung jembatan setelah agak jauh dari lokasiku aku menjawab waalaikumsalam, seperti latah dan melanjutkan melihat-lihat tebing batu yang ada diujung bendungan ini dan ditengah terdapat monumen 13 orang yang meninggal didalam pembangunan Bendungan.

loading...

Sepulang dari sana aku jadi kepikiran tentang siapa yang menyapaku tadi, tapi ah sudahlah, mungkin hanya penunggu disana yang ingin berkenalan atau sekedar menyapa pengunjung baru sepertiku, pikirku. Setelah itu aku sudah tidak memikirkan peristiwa itu hingga hari ini aku iseng sekedar browsing di google tentang Bendungan Batu Tegi dan aku baru tahu kalau ternyata tempat itu angker dan konon adalah pusat kerajaan makhluk astral. Terima kasih telah membaca.

Anita Hudson

Anita Hudson

Weird female creature

All post by:

Anita Hudson has write 3 posts

loading...