Di Tarik ke Alam Lain

Hai hai semuanya, saya punya pengalaman menarik nih seputar dunia misteri, yang saya alami sendiri. Nah langsung saja ke TKP. Saat itu saya masih bersekolah disebuah sekolah SMK jurusan Farmasi Kesehatan ( sekarang sekolahnya sudah berganti nama jadi Farmasi Klinis dan Komunitas) di daerah Buduran, kabupaten Sidoarjo, Jawa Timur.

Saya saat itu baru menginjak kelas 3 SMK. Waktu itu siang hari seperti biasa pukul 12 siang waktu istirahat tiba. Sekolah saya adalah sekolah full day yang artinya berangkat dari jam setengah tujuh pagi dan pulang jam empat, kadang jika ada praktek Farmasi pulang agak sore hingga jam lima.

Saat itu siang hari yang mendung, saya masih ingat betul saat itu saya sedang dikelas dengan bercengkrama dengan teman-teman, lalu ada salah satu teman laki-laki mengajak saya kekantin sekolah untuk jajan. Saya menolak dengan alasan kantin masih ramai, saya setuju jika kita berangkat pada pukul 12:30 atau jam setengah satu siang, akhirnya kami sepakat kekantin jam setengah satu siang.

Setelah beberapa saat menunggu jam setengah satu siang. Akhirnya kami berangkat kekantin, kelas saya ada dilantai dua jadi harus turun tangga untuk kekantin, kebetulan tangga tempat kami turun dekat dengan kantin. Saya mengutus teman saya saja untuk kekantin sementara saya duduk didekat tangga.

loading...

Saya duduk didekat tangga sambil bermain ponsel, suasana yang saya rasakan ramai, tiba-tiba menjadi agak hening ketika beberapa siswa yang lalu lalang didepan saya mulai berkurang. Padahal jam istirahat belum berakhir, hingga akhirnya suasana benar-benar sepi hingga pandangan saya berpaling dari layar smartphone dan menatap sekitar. Lalu ada satu dan dua siswa yang lewat tapi dengan wajah tertunduk dan langkah pelan.

Saya tidak heran karena seragam mereka sama dengan seragam saya. Lama-lama saya heran, jam tangan saya masih menunjukkan pukul 12:40 belum saatnya masuk kelas, karena masuk kelas pada pukul 1 siang. Kenapa suasana begitu sepi secara mendadak? Saya kembali duduk dan menunggu teman saya dari kantin, karena jika dia lewat pasti dia terlihat dihadapan saya karena posisi saya duduk berhadapan dengan tangga kantin.

Tiba-tiba teman yang saya tunggu turun dari atas tangga dan meneriaki saya, saya kaget karena tiba-tiba dia sudah nongol diatas tanpa sepengetahuan saya. Saya kaget dan teman saya segera mengajak saya kembali kedalam kelas, teman saya heran karena saat dia kembali dari kantin saya tidak duduk didekat tangga dan tidak melihat saya disana, dia pikir saya sudah kembali kedalam kelas.

Begitu juga saya, tidak melihat dia kembali naik tangga. Saya kemudian menceritakan kejadian ini kepada salah satu guru saya disekolah saat akan pulang sekolah. Untuk sementara, bisa diambil kesimpulan bahwa saya hanya berhalusinasi karena mungkin kebanyakan pikiran atau apalah. Lalu esoknya saya menceritakan kepada beberapa teman saya.

Lalu diambil kesimpulan bahwa diri saya ditarik ke alam lain dalam waktu singkat, sehingga seolah-olah orang yang ada disekitar tidak menyadari keberadaan saya diposisi itu, padahal saya ada disana, dan pandangan saya tertuju pada alam lain. Sehingga apa yang saya lihat tidak dilihat oleh orang-orang disekitar saya, begitu juga saya tidak melihat orang-orang disekitar saya. Semua baru berakhir saat teman saya memanggil saya dari tangga.

Tambahan lagi bahwa sekolah saya ini berada pada posisi yang bisa dibilang kurang menguntungkan, tanah yang dibangun bekas persawahan luas, dan sudah terkenal keangkerannya. Karena kanan dan kiri juga masih sawah dan dibagian depan dan belakang ada sekolah yang juga mengapit sekolah saya, konon setiap malam disekolah saya itu dijadikan sarang para hantu-hantu dari sawah disekitarnya, hingga mereka semua berkumpul dititik tengah sekolah saya, dan menjadikan sekolah saya sebagai sarang hantu.

Karena memang jika malam tidak ada sama sekali aktivitas disekolah, ditambah ruangan-ruangan kelas dan juga ruang sekolah lain tergolong besar sehingga merupakan tempat yang cocok untuk makhluk halus bersemayam. Sekian cerita pribadi saya, jika ada kesalahan atau bahasa yang ceplas-ceplos kurang sopan saya mohon maaf yang sebesar-besarnya. Terima kasih telah membaca cerita saya.

KCH

Agung

Sekedar kembali mengingatkan. "Jangan pernah baca ini sendirian" :)

All post by:

Agung has write 2,670 posts