Di Temani Hantu Saat Semedi

Selamat sore reader KCH. Lagi-lagi nama dwi tampil disini reader, semoga tidak pada bosan ya. Kali ini dwi akan bercerita yang di alami oleh tetangga dwi. Kebetulan rumahnya tidak jauh dari pekarangan kosong di cerita di timpuk hantu tadi. Sebut saja pakde wage (samaran), dia hendak ingin buang hajat, (semedi) tengah malam. Alangkah hal yang tidak menyenangkan bukan, jika ingin BAB tengah malam, apalagi tempat BAB itu di luar rumah.

Dulu di desa kami masih banyak toiletnya yang menggunakan MCK/Kakus. Maklumlah desa dan mereka masih punya tanah kosong lebar. Nah kembali ke cerita, pakde wage sudah merasa kebelet. Akhirnya dia kebelakang rumahnya dengan di temani senter/baterai zaman dulu. Ketika lagi asyik semedi alias nongkrong, tiba-tiba pakde teringat akan rokoknya.

“Wah si*lan, lupa bawa rokok” gumamnya. Ya maklumlah laki-laki dimana saja pasti ada teman setianya yaitu rokok, *hehe. Pas lagi teringat dengan rokoknya yang dia cari-cari di selipan telinganya tidak ada. Tiba-tiba tangannya terkena tegesan/api dari rokok (ya seperti orang sedang merokok gitulah). “Aneh tapi nyata, padahal pakde kan tidak merokok, bahkan rokoknya tertinggal di dalam rumah” pikirnya.

Di saat rasa heran bercampur penasaran, akhirnya dia melihat ke atas, karena merasa itu berasal jatuh dari atas. Dan apa yang terjadi? Sontak pakde terkejut dengan apa yang dia lihat. Ternyata ada orang yang sedang merokok di atas ranting pohon pete. Coba bayangkan masa ada yang temani nongkrong.

Ketika rasa penasaran mulai memuncak, akhirnya pakde menyorot orang itu dengan baterai/senter yang dia bawa. Untuk memastikan siapa yang sedang asyik nongkrong di atas sana. Dan ketika jelas ternyata itu adalah sosok laki-laki hitam yang menyeramkan dan sedang melihat ke bawah dengan menyeringai ketika di sorot dengan cahaya senter.

Saat itu juga semedi pakde wage buyar dan lari menuju arah rumahnya. Tak peduli celananya lagi melorot ke bawah, pakde wage lari terbirit-birit *hehe. Setelah itu masuk rumah dan bercerita, kemudian dia minta di antar oleh istrinya untuk menemaninya bersih-bersih/cebok, *hehe. Keesokan harinya pohon pete yang besar itu di tebang.  Sekian.

loading...