Di Tengokin Kakek Yang Sudah Meninggal

Assalamualaikum wr. wb. Saya caca lagi sobat, kali ini saya ingin menceritakan tentang kisah saya di tengokin kakek saya yang sudah meninggal. Ceritanya waktu itu saya sudah tinggal di Cirebon ikut suami saya, dan waktu itu saya sudah bekerja di klinik BIO E Cirebon. Saya mendapat kabar bahwa kakek saya yang tinggal di Purwokerto sakit. Saat itu saya sudah merencanakan untuk ambil cuti dan pulang ke purwokerto bersama suami dan anak kami.

Tanpa saya duga sehari sebelum keberangkatan, saya mendapat kabar bahwa kakek saya itu meninggal dunia. Saya hanya bisa menangis dan berdoa untuk kakek saya karena tiket yang sudah dibeli tidak mungkin saya batalkan dan memaksakan berangkat pada hari itu juga. Akhirnya dengan ikhlas saya katakan kepada orang tua saya untuk langsung di makamkan saja.

Keesokan harinya saya pulang ke purwokerto sesuai rencana yang sudah lama kami buat. Sesampainya disana sore harinya diadakan yasin, tahlil dan alhamdulillah semua berjalan dengan baik. Malamnya saya istirahat di kamar mama saya, dan di luar banyak sanak saudara yang ikut menginap. Tiba-tiba saya ingin buang air kecil, lalu saya bangun dan menuju ke kamar mandi yang terletak di belakang dan harus melewati dapur serta tempat tidur dimana kedua kakek dan nenek saya dulu meninggal di situ.

loading...

Saat sampai di dekat tempat tidur itu yang memang terletak di luar kamar (jadi tidak ada sekat yang menutupi), saya melihat kakek saya berdiri. Dalam hati saya berkata, “kan kakek saya sudah meninggal” dengan ragu saya beranikan diri untuk bertanya, “mbah (kek), lagi apa mbah (kek)?”. Kakek saya tidak menjawab dan hanya berjalan dengan santai menuju ke ruang gudang.

Setelah di gudang kakek saya itu berbalik badan dan tersenyum pada saya. Lalu hilang, dan saya terbangun dari mimpi saya. Sampai sekarang saya tidak tahu itu mimpi atau nyata. Karena semua terlihat seperti sangat nyata, saya dengan pakaian yang sama seperti yang saya kenakan waktu tidur, ruangan dan segala isi yang sama seperti di mimpi saya. Subhanalloh, mungkin qorin kakek saya hanya ingin menyampaikan salam perpisahan kepada saya karena saya tidak sempat melihat jenazahnya. Mudah-mudahan khusnul khotimah ya mbah. Amin, wassalam.