Dia Datang Kembali

Aku Diy, yang sebelumnya menceritakan pengalaman pertama bertemu dengan makhluk gaib si “Siluet Pria“. Kali ini aku kisahkan pengalamanku selanjutnya. Beberapa hari setelah “pertemuan” malam itu, dia kembali muncul padahal sebelumnya sudah aku lupain. Di rumahku, aku sekamar dengan adik bungsu mama, tante Lina (samaran). Aku memanggilnya kakak karena usianya cuma 5 tahun lebih tua dariku, kamar kami letaknya di belakang dekat dengan dapur.

Sedangkan kamar mama di depan samping ruang tamu. Malam itu entah jam berapa tapi seingatku memang belum tengah malam, aku masih asik nonton di ruang dapur (ruang nonton dengan dapur disatuin, maklum rumah kecil) gak lama, aku ngerasa ada yang ngawasin dari belakang.

“Heh kamu!” suara itu yang terdengar berat dan rasanya tak asing. Tapi tak jelas itu suara wanita atau pria karena volume televisi sedikit berisik.
“Aku tidurnya bentar lagi, kak. Lagi nanggung” jawabku tanpa menoleh saking asiknya menonton.
“Diyy. Diyy. Sudahan itu. Ayo tidur. Besok kamu sekolah kan?!” panggilan dari dalam kamar sukses membuatku menoleh.
“Iya kak” eh, aku tersadar. Lalu tadi siapa?

Mamah? Nggak. Mamah setelah isya langsung tidur. Gak mungkin papah, karena saat itu papahku gak ada, beliau ke Sukabumi lanjutin pendidikan perwiranya. Buru-buru aku matikan televisi dan lampu dapur lalu masuk ke kamar.

“Eh kok langsung naik tempat tidur. Kamu sudah cuci kaki?” tanya kak Lina.
“Iya” jawabku pendek, sambil sembunyi di dalam kelambu dan menutup wajah dengan sarung. Masih ketakutan. Aku sadar aku berbohong, aku mana berani ke kamar mandi setelah ngalamin situasi kayak tadi?
“Awas loh, gak cuci kaki diganguin setan” ujar kak Lina sambil tertawa kecil menggodaku.

Ya ampun, kenapa coba kak Lina ngomong kayak gitu. Entah berapa lama aku mencoba untuk tidur, namun tak juga ngantuk itu datang. Aku perlahan-lahan membuka mata, kulihat kak Lina sudah tidur pulas. Aku pun membalikan badan dan posisiku mengarah ke pintu kamar, saatnya mencoba mencari posisi nyaman, pikirku. *Deg! Di antara redupnya lampu tidur aku melihat ada bayangan hitam laki-laki di dekat meja belajarku.

“I-tu, siapa?” aku kucek-kucek mataku, berharap aku cuma salah lihat. Ku raih kain kelambu dan berniat ingin membukanya, tapi rasanya badanku seketika kaku. Seluruh tubuhku terasa panas. Pingin meronta tapi tak bisa. Sosok itu terasa makin mendekat.
“Ya Allah, semoga ini cuma mimpi” jeritku dalam hati, ku pejamkan mata sambil membaca surah-surah pendek yang aku hapal.

Perlahan hawa panas itu hilang berganti dengan rasa dingin di ujung-ujung jariku. Dengan mata yang masih terpejam aku membalikkan badan dan mencoba menggapai tangan kak Lina disebelahku berniat membangunkannya sementara sosok itu rasanya sudah berada di dalam kelambu, iya dalam kelambu dengan suara nafas beratnya begitu dekat dengan telingaku.

“Kakak bangun” *hiks, hiks aku menangis ketakutan.
Mendengarku menangis, kak Lina pun terbangun.
“Astaghfirullah Diy kamu kenapa?” kak Lina lalu terbangun dan duduk di dekatku.
“Itu, itu di belakang” aku menunjuk ke arah sosok yang aku lihat tadi.
“Ada apa sih? Nggak ada. Mata kamu di buka *donk, kamu mimpi ya?” dia mencoba menenangkanku.

Dengan perasaan takut dan sedih, ku coba membuka mataku perlahan dan menoleh kebelakang.
“*Kya aku takut kak. Mamah” aku makin teriak sekencang kencangnya. Berkali kali memanggil mamah.
Bagaimana mungkin kak Lina bilang tidak ada sedangkan dengan mataku aku melihat dia masih “nongkrong” disitu? Kak Lina terkejut lalu memelukku erat, tak lama mamah pun datang menyalakan lampu lalu membuka kelambu.

loading...

“Ada apa nak?” aku lalu memeluk mamah dan menangis gak berani buka mata
“Ada hantu disitu, mah” aku nunjuk ke arah sosok itu lagi sambil menangis ketakutan. Mamah pun berkata hal yang sama dengan kak Lina.
“Tidak ada apa-apa”.
“Bismillah” aku mencoba membuka mata kembali.

Kali ini aku melihat sosok hitam bagai asap tebal berada di belakang mamah perlahan menghilang. Setelah itu, kepalaku terasa sakit dan pandanganku pun gelap. Aku pingsan. Dan sejak itu, walau aku bukan anak indigo tapi aku bisa ngerasain kalau “mereka” lagi berada di sekitarku. To be continued.

Diyy

Diyy

Seorang ibu yang dulu bercita-cita menjadi seorang penulis hebat namun belum kesampaian. =D Semoga para pembaca senang dg postinganku.. Thank U

All post by:

Diyy has write 2 posts