Dia di Jembatan

Assalam, kembali saya ingin menceritakan kisah nyata saya yang saya alami pada saat saya masih bekerja di sebuah perusahaan garmen. Sekitar tahun 2002 namun saya sudah tidak ingat tanggal dan harinya. Yang saya ingat itu memang pas malam Jumat. Saya mulai on kerja pukul 08:00 pagi dan off pukul 17:00 sore. Entah kenapa hari itu saya di haruskan untuk lembur sampai jam 00:00 tengah malam.

Padahal pekerjaan saya sudah clear semua. Ternyata saya di suruh bantu bagian packing yang keteter untuk ekspor besok pagi. Jam pun berlalu hingga akhirnya alarm lembur berbunyi dan saya pun bergegas untuk segera absen dan buru-buru pulang. Rumah saya memang cukup jauh dari gang masuk sekitar 200 meter. Waktu itu saya belum punya kendaraan motor jadi pulang pergi naik angkot dan jalan kaki dari pintu gang sampai rumah. Pada tahun 2002 masih belum banyak pembangunan perumahan ataupun kontrakan.

Tidak seperti sekarang ini. Jadi sepanjang jalan 100 meter menuju rumah, kiri kanan jalan yang masih belum di cor hanya berlapis sirtu (pasir dan batu) persawahan masih luas terhampar dan ada kali kecil serta jembatan yang memotong jalan. Sudah hampir pukul 01:00 arah jalan pulang sekitar 50 meteran. Samar samar saya melihat sosok wanita sedang duduk di tepian jembatan yang memang berbentuk seperti tempat duduk. Karena memang kadang setiap libur saya dan teman-teman suka nongkrong setiap sore entah itu memancing atau main gitar.

Wanita memakai gaun putih itu bersenandung entah lagu apa yang dia nyanyikan sambil kakinya di goyang goyang (uncang uncang) tapi tidak tampak bentuk kakinya. Perasaan saya pun sudah mulai gak enak dan sedikit merinding. Makin mendekati dia, diapun berhenti bersenandung dan di saat saya sudah hampir berpapasan. Tiba-tiba saja dia terbang sambil tertawa cekikikan. Antara kaget dan heran saya membaca istighfar dan ayat kursi, saya pun bergegas berjalan dengan sedikit berlari dan kaget.

Sementara wanita itu hilang entah kemana di sertai tawa nya yang makin lama semakin jauh. Menurut cerita dahulu pernah ada wanita yang dijamah dan dibunuh mayat nya di buang ke kali kecil tersebut. Tetapi memang di kampung saya ini memang banyak cerita horor dan nyata. Saya pun sering mengalami dari saya masih kecil hingga Sekarang saya berkeluarga.

loading...

Jadi bagi saya sudah tak aneh lagi yang penting kita jangan sombong dan takabur sob. Karena mereka pun sebenarnya bukan menakuti-nakuti. Hanya ingin berinteraksi tapi mungkin caranya yang membuat kita merinding. Oke sob maksih dah baca kisah saya masih banyak yang ingin saya ceritakan. Terimakasih wassalam.

Share This: