Dia Mengganggu Kami

Hai guys, ini ceritaku yang kedua ok langsung saja yuk. Pada waktu itu aku dan teman-temanku sedang ada pesta di Klaten, Jawa tengah. Panggil saja mereka eka, salsa, fina, diva. Aku menyuruh supirku untuk mengantarku kebetulan dia juga orang klaten. Saat aku lewat kuburan, di belakang kami terlihat ada sebuah rambut panjang dan berlumur darah.

Kami teriak dan akhirnya hantu itu pergi. “Huh, akhirnya sudah pergi dan tidak mengganggu kami kan pak supir” kataku kepada pak supir. Betapa kagetnya kami semua, ternyata pak supir sudah terbaring di tengah jalan dan berlumuran darah. “Terus, ini siapa dong?” kata eka. Ada hantu yang mirip sekali dengan pak supir. Giginya bertaring panjang dan tangannya ingin mencekikku.

Aku membaca doa sebisa mungkin dan akhirnya hantu itu hilang seketika. “Pak supir sudah meninggal, sekarang giliran kalian” kata hantu yang tidak terlihat wujudnya. “Wah! Gimana ini? Mau gak mau kita ke hotel sebelah saja yuk!” kata diva menenangkan kami. “Kan hotel itu angker juga” kata salsa. “mau gimana lagi? Sudah ayo!” jawab fina. Saat kami masuk hotel, kami mendapat kamar yang bersamaan.

loading...

“Sudah guys, tidur ayo sudah jam sebelas malam ini” ujar diva. Kami pun tidur dan ada yang mengetuk pintu kami. “Siapa?” teriak salsa. “Sudah, bareng-bareng saja!” kata fina. Saat kami membuka pintu, ada seorang badut. “Ayo mbak, lihat pertunjukkan saya” kata badut itu. Kami semua pun setuju.

Badut itu menari dengan sangat indah. Karena seru dan seperti terhipnotis, akhirnya kami tertidur satu persatu. Saat kami semua tidur, saat itu juga badut tersebut membunuh kami dengan pisaunya. Badut itu ternyata suruhan hantu tadi.

loading...