Dia Menusuk Aku

Tersirat senyum dan tawa yang entah dimana serta menyapa tapi tidak bertatap mata. Terima kasih kakak admin KCH dan semua kakak sahabat KCH maaf ya kalau kami suka iseng. Membahas kisah cerita berjudul “perlawanan sengit hantu nenek tua” adalah kejadian nyata yang aku alami bersama om keriting. Berhubung om sangat ingin membuat cerita dengan kategori horor jadinya di setiap kejadian di tambahkan jadi ada hantunya. Jadi cerita nyata semi karangan.

Sebenarnya sewaktu kami main ke taman kodok kejadian anehnya hanya ada suara “*ting, ting” seperti batu kerikil yang terjatuh ke pagar besi. Suara itu terdengar jelas dari arah belakang kami yang sedang duduk di bahu jalan. Karena takut ada orang yang jahil atau iri melihat kami asik berduaan akhirnya om keriting memeriksa sekitar tempat itu. Tapi hasilnya tidak ada orang sama sekali. Sampai akhirnya turun gerimis hujan dan kami pun pulang.

Di perjalanan pulang hujannya memang jadi deras sehingga kami berteduh di sebuah kios. Sampai hujannya berhenti baru deh kami melanjutkan pulang. Sesampainya di rumah aku dan om keriting memang sempat ganti baju dulu terus habis itu kami menonton televisi sebentar lalu setelah itu kami tidur deh. Mudah-mudahan kakak admin dan kakak sahabat KCH terhibur dengan cerita kami yang masuk kategori horor.

Insya Allah kalau misalnya kakak admin atau kakak sahabat KCH suka dengan cerita tersebut pada suatu kesempatan kami akan melanjutkan cerita tersebut yang tentunya di ambil dari kejadiannya nyata yang terus di tambahin gitu. *Hehe. Maaf ya kalau ceritanya tidak terlalu seram. Untuk cerita kali ini hanya sekedar cerita yang semoga bisa menghibur.

Malam itu aku tidur sekitar pukul 22.00 malam. Karena ada mamah sama papah di rumah jadinya aku hanya tidur sendiri di kamar. Sementara om keriting tidur di kamarnya. Setelah aku terlelap tidur. Di dalam mimpi aku di datangi seorang perempuan yang membawa pisau yang tajam.

A: aku
P: perempuan itu
M: mamah

P: aku butuh uang seratus juta, cepat serahkan uang kamu.
A: mbak ini siapa? Aku gak punya uang sebanyak itu mbak.

Perempuan itu mendorong aku sehingga aku terbaring di tempat tidur. Dengan perlahan perempuan itu mendekat. Lalu “*slebh, slebh, slebh” perempuan itu menusuk perutku dengan pisau.

P: mana uangnya?
A: maaf mbak aku benaran gak punya uang sebanyak itu.

“*Slebh, slebh, slebh” perempuan itu terus menerus menusuk perut aku dengan pisau. Sampai akhirnya aku sadar kalau aku sedang bermimpi. Tapi aku sangat sulit untuk bangun dan tidak bisa menggerakan badanku. Sepertinya aku sedang kena tindihan. Perlahan-lahan aku mencoba membaca ayat-ayat Al-Quran sehingga aku bisa menggerakan badanku lagi.

Setelah aku bangun aku lihat perutku tidak kenapa-kenapa. Karena takut akhirnya aku berniat untuk pindah ke kamar om keriting. “*Ceklek” suara pegangan pintu. Seperti biasa om keriting tidak pernah mengunci pintu kamarnya sehingga aku bisa masuk ke kamarnya. Saat aku membuka pintu “mana uang seratus jutanya?” ucap perempuan itu sambil mengarahkan pisau ke arahku.

Perempuan yang tadi ada di mimpi tiba-tiba ada di balik pintu di dalam kamar om. “*Brukh” seketika aku langsung menutup kembali pintunya. Lalu aku berlari menuju kamar mamahku. “*Tok, tok, tok” suara tanganku yang mengetuk pintu kamar mamah.

A: mamah buka pintunya mah.

“*Jeklek” mamahku membuka pintu kamarnya.

M: kenapa La kok kamu belum tidur?
A: itu mah ada hantu mah.
M: hantu apa sih? Gak ada hantu La di rumah ini.
A: benaran mah aku gak bohong, hantu itu bawa pisau terus minta duit sama aku.
M: pisaunya kayak gini bukan La. (Ucap mamahku sambil mengarahkan pisau tajam ke arahku).

loading...

The end.

Keriting

Keriting

Lala & keriting .
Terimakasih sudah baca tulisan sederhana kami.
meski tidak seram aku harap bisa menghantui yang lagi sendiri dan terlarut sepi.
(^•^)
wassalam wr wb

All post by:

Keriting has write 28 posts

Please vote Dia Menusuk Aku
Dia Menusuk Aku
4.6 (91.43%) 7 votes