Dia Menyerupai Temanku

Assalamualaikum hai aku ari mau berbagi kisah nyata yang berjudul, dia menyerupai temanku. Tapi kali ini teman kerjaku yang mengalaminya kebetulan temanku ini 1 shift denganku. Bahkan 1 tim dalam 1 produk. Hal-hal seperti ini mungkin sudah bisa terjadi di dunia pabrik. Di pabrik manapun rata-rata pernah tersentuh dengan hal-hal berbau mistis.

Meski mereka tak nampak, tapi mereka benar-benar ada. Malah terkadang mereka menampakan diri dengan wujud yang beragam. Meski kali ini bukan aku yang mengalaminya, tapi kebetulan aku ada saat kejadian itu. Dan hal itu terjadi tepat di samping area kerjaku, hanya saja aku tak menyadarinya. Tempat kerjaku terdiri dari 4 grup, yaitu A, B, C, dan D. Hampir setiap grup memiliki kisah yang tak jauh dari hal-hal gaib.

Aku kerja di pabrik makanan. Dari proses awal hingga finishing di kerjakan dalam 1 ruangan besar dan panjang, hanya ada sekat kecil yang membatasi. Kami membaginya menjadi 2 kelompok yaitu kelompok belakang (dapur masak) yang mengerjakan mulai bahan mentah hingga mencetak produk, dan kelompok depan yang bertugas mengemas produk hingga sampai produk itu di muat dalam mobil truk besar.

Saat itu aku kerja shift 2 masuk jam 13:00 aku dapat kabar kalau temanku rana masih tidak dapat masuk kerja di karenakan sakit. Sudah 3 hari rana tidak masuk kerja. Aku segera ambil alih posisiku dan siap bekerja lalu bersalaman kepada teman-temanku di grup pagi sebagai tanda sapa. Sampai akhirnya grup pagi pulang dan sekarang grup siang meneruskan. Sejauh ini semua terlihat biasa saja dan aku pun mulai bekerja seperti biasa.

“Ri, si rana kemana?”. Tanya teman 1 timku sambil tangannya sibuk dengan produk. Dengan suara samar di karenakan berpadu dengan gemuruhnya mesin. Aku jawab kalau dia masih sakit. Temanku geleng-geleng kepala sambil menyeringai. Seiring waktu berjalan tibalah deny yang bertugas di posisi masak, turun dari tangga menuju tangki A yang letaknya tepat di sebelah area kerjaku untuk memeriksa kelayakan tangki untuk beroperasi.

Hal itu adalah rutinitas deny dan partner masaknya yang harus di lakukan setiap hari. Temanku rana bertugas mengisi tangki A dengan produk. Area masak berada di atas area kerjaku dengan tangga besi di dekat tangki A yang menghubungkan lantai area kerjaku dan lantai masak (2F). Semua berjalan seperti biasanya hingga jam menunjukan sekitar pukul 14:40 deny menghampiriku sambil bertanya “memang si rana gak masuk ri?”. Tanya deny sambil terlihat agak bingung. “Kan masih sakit” jawabku.

“Ah, tadi aku lihat” Deny menegaskan.
“Di mana ?” Aku mulai penasaran.
“Tadi di tangki A”.
“Masa sih? Orang dia gak masuk kok” jawabku sambil nyengir.
“Si agus juga lihat” kata deny.
“Di mana?”.
“Kalau si agus lihatnya di tangki A1”.

Tangki A1 letaknya agak jauh dari tangki A tapi itu juga sudah tugas rana untuk mengisinya. Aku langsung menghampiri agus di proses cetak produk yang letaknya juga bersebelahan dengan area kerjaku. Aku tanya soal rana pada agus dan dia mengiyakan. Agus menyapanya tadi saat baru masuk area kerja. Agus menyapa rana di tangki A1 sambil berjalan. “Baru masuk sudah *gawe saja” sapa agus sambil bercanda tapi saat itu rana seperti sedang fokus pada tankki A1 agus pun tetap berjalan tanpa menyadari kalau rana itu sedang sakit dan tidak hadir. Sedangkan deny melihatnya di tangki A samping area kerjaku.

“Ran tangki yang ini belum matang. Aku pakai yang tangki satu lagi ya” kata deny. Rana mengangguk sambil menatap ke arah tangki A. Berarti pas si deny turun ke bawah cek tangki A pikirku. Setelah di telusuri memang rana itu benar-benar tidak masuk kerja. Di area manapun tidak ada yang melihat kecuali 2 orang temanku itu. Kejadian itu jadi pembahasan kami sampai pukul sekitar jam 20:00 deny kaget dan terus kepikiran karena khawatir soal rana jadi aku Bbm rana untuk memastikan.

Tapi dia masih balas Bbm ku “ah syukurlah, dia baik-baik saja” kataku dalam hati. Saat sore itu (pukul 20:00 aku masih menyebutnya masih sore) aku menyampaikan kejadian itu pada Leader (kepala bagian) kami. Leader pun bilang kalau rana tadi sms menyampaikan kabar kalau hari ini dia tidak bisa masuk. Dia pun bercerita kalau dulu pun pernah terjadi hal yang serupa.

loading...

Saat beberapa hari kemudian aku ceritakan itu pada rana saat dia sudah hadir. “Rana pucat, *haha” ledek deny. Rana kaget dan sedikit cemas tapi aku memberitahukan kalau pernah terjadi seperti ini pada karyawan lain. Lebih dari 3 kali hal serupa ini terjadi supaya rana tidak berfikir yang aneh-aneh. Ya itulah pabrik, hal seperti ini sudah biasa di alami. Bahkan sangat banyak jika di gabungkan semua history saat pabrik ini pertama berdiri.

So, apapun yang terjadi di tempat kerja kalian janganlah takut apalagi sampai keluar dari pekerjaan. Selama semua itu baik-baik saja teruskan kerja kalian dan tetap semangat. Begitulah cerita singkat yang bisa aku share, semoga bisa menambah wawasan. Wassalam.
Fb: Saladin

KCH

Ari

Sekedar kembali mengingatkan. "Jangan pernah baca ini sendirian" :)

All post by:

Ari has write 2,694 posts