Dia

Hai, nama saya Ami dan saya mempunyai suatu kelebihan yang jarang dimiliki oleh orang lain. Saya akan menceritakan pengalaman yang menurut saya berbeda dari biasanya. Akhir Desember 2014 yang lalu saya dan keluarga liburan ke daerah Kuningan, Jawa Barat. Sepulang dari kuningan, papah saya merasa tidak enak badan karena terlalu lelah menyetir mobil dan akhirnya kami sekeluarga pun memutuskan untuk stay di motel yang berlokasi di daerah Subang, Jawa Barat.

Kami pun check-in sekitar jam 21.00 WIB dan setelah mendapat kunci kamar, kami pun bergegas membersihkan diri serta sholat isya dan persiapan untuk tidur. Namun di saat kami sedang menonton tv, terdengar suara seperti orang berjalan di atas atap rumah yang kami tempati. Oh iya sebelumnya saya deskripsikan dulu tentang letak kamar kami itu, didepan kamar kami ada pohon mangga yang lumayan besar dan letak kamar kami berada pada tikungan dan minim penerangan.

Setelah mendengar ada yang berjalan di atas atap kamar kami, kami pun tidak mempunyai fikiran macam-macam dan kami fikir itu hanyalah kucing atau tikus yang sedang kelaparan. Tapi setelah kami tak menggubris suara tersebut, terdengar lagi suara pintu kamar mandi yang sedang di buka tutup, mendengar suara itu papah ku pun langsung turun dari tempat tidur untuk melihat apa yang terjadi. Setelah melihat pintu kamar mandi, papah langsung menyuruh kami untuk membereskan kembali barang-barang dan segera check-out malam itu juga.

Dengan wajah bingung dan takut, akhirnya kamipun menuruti perintahnya dan langsung masuk ke dalam mobil. Akupun melihat seorang wanita berbaju putih dan bermata merah menyala di depan pintu rumah yang kami tempati tadi sedang melihat ke arah kami dengan pandangan tidak suka, aku pun tahu penyebabnya mengapa papahku menyuruh kami untuk segera pergi dari rumah itu. Dijalan pulang pun papah menyuruh kami untuk membaca ayat-ayat suci Al-Qur’an untuk menenangkan suasana didalam mobil.

loading...

Ibuku yang sedang haid pun terpaksa membaca ayat suci Al-Qur’an karan ibuku itu penakut sekali, dan ternyata papahku bilang kalau ‘dia’ sedang duduk di bangku belakang dan sedang tersenyum seakan tidak takut dengan bacaan ayat suci itu. Pantas saja aku tidak berani menengok ke arah bangku belakang, akhirya kamipun memperkeras bacaan ayat suci itu dan papahku bilang ‘dia’ malah tertawa seakan meledek kami.

Akhirnya kamipun sampai rumah dengan selamat, dan ‘dia’ pun mengikuti kami sampai rumah selama 7 hari ‘dia’ masih ada di rumah kami. Tetapi sekarang ‘dia’ mungkin sudah pergi, mencari keluarga lain yang akan di ganggunya atau bahkan keluarga kalian menjadi sasaran berikutnya?.