Diam Tidak Banyak Bicara

Aku sangat suka membaca buku disebuah perpustakaan yang begitu rapi dan terorganisir, bukan saja karena buku yang dipisahkan menurut kategori, tetapi juga ditempatkan dalam urutan abjad. Di dalam perpustakaan adalah tempat yang paling puitis, tempat yang juga hening. Aku suka suasana tenang dan aku lebih suka diam tidak banyak bicara. Beberapa orang mungkin menganggap ini sangat membosankan, ya mungkin saja mereka tidak sepertiku.

Aku mencari-cari dalam rak buku untuk sebuah cerita yang bagus. Dengan pilihan yang berbeda dan begitu banyak ini bisa menjadi suatu tugas yang sangat mengerikan. Bagaimana aku bisa memilih? Aku menelusuri bagian yang berbeda, kali ini aku sampai dibagian cerita horor. Hari ini adalah hari yang baik untuk sesuatu yang mengerikan.

Setelah menemukan yang aku cari, aku pergi menuju area baca dan duduk didekat seorang wanita muda. Dia mengenakan pakaian putih ketat dan celana jeans. Rambutnya tergerai melewati bahu. Paras wajahnya lembut, dan keindahan terpancar dari dalam dirinya. Aku menemukan ketertarikan pada dirinya. Ketika aku mulai membaca aku terus menatap dirinya tetapi saat novel yang aku baca berlanjut, aku merasa menjadi lebih terpesona oleh cerita tadi, penulisan yang megah. Hatiku berpacu seperti seorang yang sudah larut dalam mimpiku.

Tiba-tiba sekelompok anak muda memasuki perpustakaan. Mereka berteriak dan bersorak-sorai antara satu dan yang lainya. Mereka mengabaikan etika dalam perpustakaan. Kadang-kadang saat aku membaca sebuah cerita, akan sangat membuatku frustasi jika ada banyak suara aneh ditelingaku. Membuatku tersingkir dari dalam mimpiku. Membuat darahku mendidih dari luapan kemarahan. Detak jantungku melambat dan mulai berdegup kencang dan lebih kencang.

Sangat kencang sampai orang lain bisa mendengarnya. Aku tahu mereka bisa mendengarnya karena mereka melihat kepadaku. Mata mereka berteriak kearahku! Mereka mulai menghinaku! Aku akan memperlihatkan pada mereka semua! Suatu hari aku akan mencabut kotak suara mereka! Suatu hari aku akan mencungkil mata mereka keluar! Aku akan tertawa saat darah segar mereka mengalir dari kedua tanganku.

Aku tidak marah, bagaimana kau bisa mengatakan bahwa aku marah? Pikiranku masih tajam, tidak berkurang sama sekali. Aku bisa dan akan membunuh mereka semua. Perlahan dan secara diam-diam. Tidak ada orang yang marah yang mampu melakukan apa yang akan aku lakukan dengan keterampilan tersebut, secara terorganisir.

Tapi aku tidak akan melakukanya hari ini, aku akan melakukanya lain waktu. Hari ini adalah hari yang paling tidak terorganisir. Aku mengangkat bahu, dan menutup buku yang aku baca. Hari ini aku tidak akan punya waktu untuk istirahat, segera akan ada keheningan tapi tidak hari ini. Aku melirik lagi wanita yang menarik tadi, pakaiannya berwarna merah. Matanya menunjukkan ekspresi ketakutan saat aku meliriknya.

loading...

Sayang sekali, wanita itu begitu cantik untuk berekspresi seperti itu, aku akan senang jika membawa wanita itu berkencan. Tetapi aku merasa adanya suatu keanehan, aku rasa dia mengenakan pakaian berwarna putih saat pertama kali aku duduk disampingnya. Aku tidak mungkin bersama seorang wanita yang tidak begitu teratur, tapi wanita itu adalah sosok pendiam, aku suka itu.

Aku berjalan melewatinya. Mengembalikan buku tentang cerita aneh yang telah aku baca kedalam rak. Aku melangkahi sesosok tubuh saat aku berjalan kembali, laki-laki yang tadi berteriak teriak. Wajahnya kini terlihat kaku dan panik. Ya, aku mungkin juga akan terlihat panik saat sebuah badan tanpa kepala berada disebelahku. Tetapi yang lebih penting, anak itu pendiam sekarang. Aku suka ketika melihatnya diam tidak banyak bicara.

Ira Sulistiowati

Ira Sulistiowati

Jalani hidup ini penuh dengan tawakal.

All post by:

Ira Sulistiowati has write 59 posts

Please vote Diam Tidak Banyak Bicara
Diam Tidak Banyak Bicara
Rate this post