Diculik Wewe Gombel

Cerita ini beberapa bulan yang lalu, waktu itu aku sedang main petak umpet sama saudara-saudara sepupuku yang baru datang ke desaku, kami masih duduk di bangku kelas 5 SD. Sepupu aku yaitu erin dan erik waktu itu waktu sudah maghrib, ibu aku menyuruh kami untuk mandi, Maklum karena hidup di desa gak ada kamar mandi. Jadi kami ke sumur, aku dan erik sedang asyik menimba air dari sumur, sepupu perempuanku namanya erin menunggu kami di bawah pohon mangga dekat sumur.

loading...

Kan gak mungkin anak cewek mandi dengan anak cowok, sudah gitu aku dan erik malah bercanda dan lupa sama erin. Ketika aku lihat ke arah erin, aku melihat ada wanita membawa dia aku kira wanita itu ibuku. Jadi aku gak hiraukan, setelah aku dan erik selesai mandi kami pulang ke rumah dan bertanya pada ibu “apakah erin sudah mandi?” Lalu ibu jawab “dia belum pulang”.

Ibu dan tanteku cemas mendengar penjelasan kami yang melihat erin dibawa oleh wanita misterius itu, lalu pada malam itu juga kami dan tetangga mencari erin yang hilang sampai larut malam. Erin sepupuku belum juga ketemu, hingga om dan ayahku pergi ke kepala desa memohon bantuan. Dan akhirnya penduduk di desa banyak yang ikut mencari erin. Semua orang yang ikut mencari sepupuku masing-masing membawa perkakas seperti baskom, panci, boboko dan apa saja yang dapat menimbulkan suara.

Ketika itu aku dan erik juga ikut mencari erin dari semak-semak sampai hutan-hutan yang pohonnya besar aku dan erik pukul-pukulin baskom sambil manggil-manggil erin. Tiba-tiba dari semak-semak ilalang ada seorang wanita dan muka wanita itu hancur, gigi taringnya keluar panjang, matanya melotot kearah kami, seketika itu juga aku dan erik Langsung berlari terbirit-birit sambil teriak, sampai lampu obor yang terbuat dari minyak tanah dan bambu itu kami lempar dan kami tak menghiraukan sandal kami sebelah yang tertinggal di kebun.

Lalu warga sekitar berlari menghampiri aku dan erik yang sedang menangis ketakutan. Kami bilang sama orang-orang bahwa kami baru saja melihat perempuan dengan wajah hancur yang menyeramkan di kebun sana. Ketika itu juga orang-orang mengepung tempat yang kami tunjukan tadi dan akhirnya erin di temukan di atas pohon waru doyong dalam keadaan pingsan.

Setelah itu erin jadi pendiam, gak mau bicara dan sering melamun ketawa dan berbicara sendiri, karena melihat erin yang bertingkah aneh dan berbeda dari sebelumnya. Om aku memanggil orang pintar untuk melihat keadaan sepupuku erin dan orang pintar itu pun bilang bahwa erin sudah di kasih makan pasir dan hewan kaki seribu (keluwing) sama wewe gombel. Keluargaku cemas dan orang pintar itu pun menyarankan agar erin di mandikan air bunga 7 rupa dan di kasih minum air tawasul tiap kali erin makan dan minum, akhirnya alhamdulillah erin pun sembuh.

Share This: