Dinding Berdarah Part 2

Assalamualaikum sobat KCH. Ketemu lagi denganku Bismi from Aceh. Oh ya guys sebelumnya baca dulu ceritaku “dinding berdarah“. Nah sekarang aku akan menceritakan tentang kelanjutan cerita dinding berdarah yang ada dirumah pamanku. Lets go to story. Aku semakin penasaran akan darah yang ada dihijabku dan rambutku.

Ingin rasanya aku membicarakan hal ini kepada paman dan bibiku. Tetapi aku urungkan, takut kalau paman tidak akan menjawabnya sama seperti waktu itu. Malam harinya aku tidur pada pukul 22.05 malam, ditengah enak-enaknya tidur aku merasakan seperti ada orang yang menjambak rambutku. Sobat KCH, kalian tahu bukan kalau rambutku panjangnya selutut (maaf sudah menceritakan rambutku, tapi hal ini harus kuceritakan pada kalian).

Aku terbangun dari tidurku, aku rasakan sakit yang sangat dikepalaku. Aku terkejut saat kulihat banyak sekali rambut yang berserakan dikasur dan dilantai kamarku diiringi dengan adanya darah. Aku merasakan ada yang menarik rambutku lagi dari belakang. Aku berteriak, sungguh sakit rasanya. Aku pun terjatuh dari tempat tidur, kulihat ada seseorang berpakaian hitam mendekatiku, dan dia segera menarik rambutku (sambil membawaku keruang tamu).

Aku sangat ketakutan, apalagi kulihat satu-persatu rambutku telah rontok. Kini aku sudah didepan dinding berdarah itu lagi. Aku menangis sejadi-jadinya, kurasakan ada cairan yang membasahi rambutku. Sepertinya aku sudah tak sadarkan diri lagi sejak itu. Saat aku terbangun, alangkah terkejutnya diriku saat kulihat rambutku panjangnya hanya sebahu.

Aku bertanya pada paman, akhirnya paman menceritakan semuanya. Dinding berdarah itu memang sangat misteri, dan penghuni dinding itu adalah seorang pria yang tidak menyukai wanita yang rambutnya panjang. Pamanku ingin mengatakan padaku agar memotong rambutku yang sudah sangat panjang, tetapi dia tidak enak hati mengatakannya padaku (agar pria berpakaian hitam itu tidak menggangguku).

Makanya paman cepat-cepat memotong rambutku ketika mengetahui bahwa aku telah diganggu. Aku menyesal, sungguh menyesal karena rambut yang selama ini kujaga telah terpotong. Pamanku meminta maaf padaku, dan aku pun memaafkannya (aku tahu semua ini demi kebaikanku). Keesokan harinya aku segera pulang kerumahku di Aceh Utara.

Pamanku telah membicarakan tentang keterpaksaannya memotong rambutku dengan kakekku. Nah itulah cerita tentang dinding berdarah yang ada dirumah pamanku, dan sekarang pamanku telah menjual rumah itu. Aku tidak tahu alasan paman menjual rumah itu, tetapi dinding berdarah itu masih menjadi misteri bagiku, sekian, wassalamualaikum.
Facebook: Bismi jasein

loading...
Bismi Jasein

Bismi

Facebook: Bismi jasein I Fans Anime Naruto From Aceh

All post by:

Bismi has write 78 posts