Dinding Berdarah

Assalamualaikum para manusia KCH. Ketemu lagi denganku Bismi from Aceh. Salam buat seluruh penulis dan pembaca KCH, *eits ada yang lupa nih, salam juga buat abang admin (john). Oke diceritaku yang ke-71 ini, aku akan bercerita tentang kejadian yang kualami subuh tadi dirumah pamanku di Banda Aceh. Ya aku bangun pukul 04.00 sekalian bangun sahur dan menunggu adzan subuh tiba.

Selesai makan dan membaca niat puasa, aku bergegas menuju keruang tamu untuk menonton Naruto dilaptop *hehe (sambil menunggu adzan subuh) karena pamali tidur lagi saat sahur. Sedang asyik-asyiknya kulihat naruto mengeluarkan futon rasenshuriken, tiba-tiba bulu kudukku merinding. Entah apa yang membuatku begitu takut berada diruang tamu sendirian. Aku berdiri dan kuambil ponsel sambil bersandar di dinding dekat dengan telepon rumah.

Aku coba membuka blog KCH, barangkali ada cerita baru yang dipublish. Aku rasakan sesuatu diatas hijab merahku, ah palingan perasaan aku saja. Tetapi sesuatu itu terus menetes seperti air hujan yang membasahi kepalaku. Aku berbalik dan melihat kearah dinding, tak ada apa-apa. Aku coba perhatikan dengan saksama, tak lama kemudian sesuatu seperti darah keluar dari dalam dinding yang berwarna kuning ini.

loading...

Aku syok (untung gak terkena serangan jantung, *hehe) aku berteriak sekuat yang aku bisa. Darah tersebut semakin mengalir dengan deras (anggap saja kayak air terjun, *hehe) membasahi dinding dan lantai. Paman dan bibiku pun menghampiriku, dan saat kulihat tak ada sesuatu yang terjadi. Darah yang kulihat di dinding tadi sama sekali tidak ada, tetapi aku tidak berbohong, sungguh yang aku lihat tadi adalah kenyataan.

Pamanku pun berkata bahwa aku tak boleh lagi pergi keruang tamu sendirian. Aku hanya mengangguk, aku pun bergegas pergi menuju kekamarku. Tetapi dinding berdarah itu masih membuatku penasaran. Apa aku tadi hanya berhalusinasi? Ya sepertinya begitu. Aku tatap cermin sambil kulepaskan hijabku, kulihat dihijabku ada segumpal darah yang masih baru. Jadi semua tadi yang kulihat adalah kenyataan.

Tak hanya dihijabku saja, dirambutku yang panjangnya 2 KM *hehe maksudnya selutut pun terdapat darah tersebut. Aku tambah bingung, apa yang terjadi sebenarnya? Mungkin tentang dinding berdarah ini akan kulanjutkan ke part 2 atau bahkan part 3. Sekian. Wassalamualaikum. Cerita selanjutnya di dinding berdarah part 2.
Facebook: Bismi jasein

Bismi Jasein

Bismi

Facebook: Bismi jasein
I Fans Anime Naruto and Boruto Naruto Next Generation From Aceh

All post by:

Bismi has write 90 posts

Please vote Dinding Berdarah
Dinding Berdarah
Rate this post