Disambit Oleh Kuntilanak

Hai salam kenal ini cerita pertama saya. Waktu saya masih kecil, waktu itu ceritanya saya di suruh sama ibu untuk pergi kerumah sodara saya yang gak begitu jauh jaraknya. Waktu itu dalam keadaan maghrib, akhirnya waktu itu saya pergi bersama kakak kerumah sodara saya. Sampai di rumah sodara saya, kami bergegas untuk pulang meskipun dilarang untuk jangan pergi dulu.

loading...

Karena masih maghrib, apes nya di sana mati lampu tapi karena mati lampu, saya bergegas pulang dan memutuskan untuk pulang lewat belakang karena jaraknya lebih cepat dan banyak orang. Akhirnya kami pamit pulang, pas baru keluar dari rumah sodara saya, di belakang seperti lapangan dan saya ingat ada pohon sawo dan kuburan warga yang sudah lama.

Sampai di dekat pohon sawo, ada suara seperti kucing. Tapi sepertinya jauh, tanpa habis pikir mungkin orang iseng, lalu kakak pun mengikuti suara itu, akhirnya aku pun iseng untuk mengikuti suara itu dan kami pun akhirnya sahut-sahutan. Yang aneh nya suara itu semakin dekat dan tiba-tiba suara itu berubah menjadi keras cekikikan. Gak salah lagi itu suara kuntilanak, tepat diatas kepala kami.

Dia tertawa alangkah kaget nya saya dan saya lari secepat kilat, tanpa sadar kakak ternyata tidak ikut lari. aku pun menengok kebelakang, ternyata dia sambil terduduk dan menangis. Tanpa habis pikir saya berlari kembali dan menarik kakak yang sedang duduk sambil menangis, kami pun berlari ke salah satu rumah warga dan kami menceritakan nya.

Kakak ku bilang di saat dia tertawa dia melemparkan kakak dengan pasir dan pasir itu panas. Kata kakak hingga dia menangis, ada yang bilang kata orang bahwa pasir yang di sambit itu adalah penyakit, semoga saja itu tidak benar. Sampai akhirnya kami tidak berani pulang, karena takut di ikuti. Sampai ada seorang warga yang mengantarkan kami pulang, sampai rumah kami menceritakan kepada ibu dan akhirnya besok kami tidak mau lagi keluar maghrib dan kejadian ini tidak akan pernah terlupakan olehku, di kejar-kejar kuntilanak karena keisengan kami. Terimakasih sudah mau baca pengalaman saya yang mengerikan.

Share This: