Dua Sosok Putih Penunggu Rumah Dinas

Hallo bang John, ini cerita yang saya maksud belum pernah saya lihat di publish, jadi seandainya sudah dipublish mohon linknya dikirimkan dan kalau belum silahkan bang john pertimbangkan untuk dipublish. Cerita saya ini original dan saya tidak pernah dalam menulis cerita meniru ataupun memodifikasi cerita yang pernah publish di KCH yang lama atau KCH yang baru. Dalam cerita yang saya kirim ini saya tambahkan sedikit detail tanpa mengubah isi dan alur dari cerita terdahulu.

Hai pembaca KCH, saya mau berbagi cerita lagi pengalaman pribadi yang saya alami, terjadinya waktu masih disekolah dasar, kalau tidak salah ingat saat itu saya masih kelas empat. Begini ceritanya. Waktu itu kami sekeluarga baru pindah rumah karena ayah pindah tugas dari tempat kerja yang terdahulu ketempat penugasan baru, yang jaraknya cukup jauh. Oh ya, ayah saya adalah seorang perawat satu-satunya yang bekerja di puskesmas pembantu.

Rumah baru kami ini adalah rumah dinas yang bangunannya berdempetan dengan kantor ayah, jadi kami sekeluarga mempunyai tugas tambahan yaitu sekaligus jadi penjaga kantor *hehe. Rumahnya cukup asri dengan halaman yang bagi kami anak-anak cukup luas karena bisa kami gunakan untuk bermain bersama teman. Di sekitar rumah ada tiga pohon besar dan dikelilingi oleh pagar tanaman bonsai yang tertata rapi, disamping dapur ada sumur yang kelihatannya sudah cukup tua yang menjadi satu-satunya sumber air dirumah. Rumah dinas baru kami ini terletak dipojok alun-alun desa sebelah barat dan berada dibelakang masjid.

loading...

Pada minggu pertama semua aktivitas kami dirumah dinas baru berjalan normal tanpa ada hal aneh apapun, bahkan banyak warga desa yang datang sekedar untuk bersilaturahmi, diantara ramainya warga yang datang ada seorang kakek yang mengatakan kalau penghuni baru dirumah ini sebaiknya permisi dulu dengan penunggu disini dengan cara meletakan dua butir telur ayam kampung dipinggir sumur selama satu malam saja. Ayah mengiyakan saran kakek itu tetapi rupanya beliau lupa untuk melakukannya.

Beberapa hari kemudian saya mengalami kejadian aneh yang terjadi pada malam hari saat telah tidur, saat itu saya tiba-tiba terbangun saya lupa karena apa, tetapi yang bikin saya kaget adalah ada seorang laki-laki (karena berambut pendek) duduk di pojok pinggir tempat tidur dengan posisi membelakangi saya, “orang” tersebut terlihat mengeluarkan cahaya putih terang (seperti ada cahaya) berpendar dari seluruh badannya.

Waktu itu saya ketakutan karena saya tahu kalau itu bukan manusia (pengalaman pernah diganggu jin, lain kali saya ceritakan). “Orang” ini kemudian berdiri dan membalik badannya menghadap saya, tetapi sebelum melihat wajahnya saya menutup mata karena takut, ketika membuka mata laki-laki ini hilang digantikan oleh seorang perempuan dengan rambut panjang duduk membelakangi saya dengan kulit sama-sama putih terang yang kemudian berdiri dan memutar badannya menghadap saya.

Saking takutnya saya langsung menutup mata sebelum melihat wajahnya dan tidak berani lagi membuka mata sampai saya ketiduran dan bangun keesokan paginya. Pagi harinya saya menceritakan kejadian malam itu pada ayah ibu, tapi mereka cuma bilang kalau saya cuma bermimpi, mungkin maksudnya untuk menenangkan saya walaupun saya tahu kalau itu benar-benar nyata.

Sampai pada malam harinya ayah meletakkan dua butir telur ayam kampung dipinggir sumur, dan ketika diperiksa pada pagi harinya telur itu masih utuh tapi anehnya saat diangkat terasa ringan dan sewaktu dibuka isinya sudah tidak ada lagi alias cuma ada cangkangnya saja. Sekian.

loading...
yandi

yandi

You Shouldn't Read Alone

All post by:

yandi has write 38 posts