Duel Hantu Nenek Tua

Pepatah mengatakan apa yang kita tanam itulah yang kita tuai. Kalau laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim tidur satu kamar pasti ada pihak ketiga. Dan pihak ketiga yang sedang mengganggu aku dan Lala ini adalah hantu keluaran terbaru. Kalau ingin tahu ada di cerita “setengah gelas susu dan obat nyamuk bakar“. Ada pepatah lagi mengatakan setiap masalah pasti ada jalan keluarnya. Jalan keluar yang terbaik adalah jangan berduaan di kamar deh kalau bukan muhrim.

Berhubung Lala ini orangnya penakut jadi mau tidak mau aku menemani dia bobo. Lagian aku sudah tahu penangkal dari hantu keluaran terbaru ini. Jadi aku tidak perlu khawatir sama hantu ini. Jam sudah pukul 21.00 malam. Seperti biasa sebelum tidur aku minum susu terlebih dahulu. Karena aku ini orangnya pengertian. Aku pun berjalan menuju kamar membawa dua gelas susu segar. Setelah sampai di kamar ternyata insting aku benar. Lala masih belum tidur. Kalau aku cuma bawa satu gelas si Lala pasti minta.

Aku: La mau enggak nih?
Lala: enggak om, aku sudah punya dua.
Aku: benar nih kamu gak mau, awas ya kalau minta.
Lala: iya mau, sini.

Segelas susu aku berikan untuk Lala dan segelas lagi untuk aku minum “*glek, glek, aah” terasa ada manis manisnya gitu. Tinggal setengah gelas lagi dan aku taruh di atas meja.

Lala: om, sekalian nih punya aku taruh situ.
Aku: dua-duanya?
Lala: sekali lagi nanya aku lempar gelas ya.
Aku: iya bos gak usah marah, sini aku taruh.

Setelah menaruh gelas susu punya Lala aku naik ke tempat tidur dan tiduran di sampingnya. Tidak berapa lama setelah itu.

Aku: La, kamu mau ngapain?

Tangan kiri Lala tegak lurus berada di samping dadaku. Begitu juga tangan kanannya tegak lurus berada di samping dadaku. Wajahnya yang cantik berada tepat di atas wajahku. Rambutnya yang wangi terurai menyentuh lembut pipiku. Kedua lututnya berada di samping kiri dan kanan pinggang ku. Badannya yang aduhai tepat berada di atasku.

Lala: mau ambil gelas susu.

Ternyata dia hanya lewat saja untuk turun dari tempat tidur dan mengambil segelas susu. Lalu berjalan menuju obat nyamuk bakar. Setelah itu dia menaruh segelas susu di dekat obat nyamuk bakar. Lalu dia kembali naik lagi ke atas tempat tidur dan tiduran di sampingku.

Aku: kok di taruh disitu La?
Lala: om bilang sudah tahu penangkalnya jadi kenapa mesti takut.
Aku: tapi La.

Tiba-tiba saja lampu kamar padam. Ruangan kamar menjadi gelap. Hanya mengandalkan cahaya dari jendela dan ventilasi pintu kamar.

Lala: tapi kenapa om kok takut?
Aku: kalau kita berdua di bawa ke alamnya, terus nanti siapa yang minum setengah gelas susu, dan menaruhnya ke dapur di alam nyata.

Seketika Lala langsung memelukku dengan sangat erat.

Lala: om aku takut.

“*Ting, ting, ting” suara kuku panjang yang di ketuk-ketukan ke atas gelas. Hantu nenek tua berambut putih panjang itu hadir menampakan wujudnya. Dia memegang gelas susu dan mulai memasukkan obat nyamuk bakar ke dalam gelas. Tidak berapa lama “*tink, tink, tink” hantu nenek tuanya muncul lagi. Tapi satu lagi muncul di gelas susu yang ada di meja. Hantu nenek tua yang kedua ini mengambil sebungkus obat nyamuk bakar yang di taruh di laci meja. “*hi-hi-hi, minumlah nak, minumlah”. Hantu nenek tua pertama mulai mendekat. Jalannya kaku sambil membawa gelas berisi obat nyamuk bakar.

Lala: gimana nih om, aku takut banget. (Ucap Lala sambil ketakutan).

Aku pun bingung harus berbuat apa. Tapi sepertinya kedua hantu ini ingin kami berdua melakukan sesuatu.

Aku: La.
Lala: iya.
Aku: pasti ada cara lain.
Lala: caranya?
Aku: sepertinya kamu sudah mengerti.
Lala: jadi kita.
Aku: iya La.
Lala: iya aku mengerti, ya sudah om ayo kita main.
Aku: *yupz.

Tidak ada jalan lain lagi dan kami berdua mencoba melakukannya.

Lala: sini om aku basahkan dulu.
Aku: iya, ini La.
Lala: sudah nih om.

Aku pun memegangnya dan memasukkan ke sebuah lubang. “*Plok, plok, plok” aku ketuk-ketukan ujungnya lalu aku masukan sedikit ujungnya.

Lala: sudah om tembak saja.
Aku: yakin La.
Lala: iya.

Aku mengarahkan *jedoran ke arah nenek tua itu lalu menembaknya “*dor”. Ternyata tidak mempan sama sekali. Peluru kertas yang basah hanya menempel di baju nenek tua itu. “*Hi-hi-hi, minumlah nak, ikutlah bersamaku”. Kedua hantu nenek tua itu semakin mendekat.

Aku: bukan main ini La.
Lala: terus main yang om maksud main apa.
Aku: kamu kan sudah dewasa La.
Lala: yakin nih om kita main kayak gitu.
Aku: *yupz.
Lala: iya sudah kalau gitu.

Dia mulai memegang biji dan memainkannya.

Aku: pelan-pelan saja La.
Lala: iya.

Tidak berapa lama Lala terlihat mulai selesai memainkannya.

Lala: sudah om, giliran om sekarang.
Aku: lubangnya gak kelihatan La.
Lala: masa sih.
Aku: iya La, gelap.

Karena gelap akhirnya aku memutuskan untuk tidak melanjutkan.

Lala: kok gak di lanjut om.
Aku: malas La, gelap.
Lala: kok gitu sih.

Tiba-tiba saja hantu nenek pertama menghentikan langkahnya.

“Asik ada permainan kesukaanku” kata hantu nenek pertama.
“Kita duel yuk” ajak hantu nenek kedua.

Mereka duduk berhadapan dan menaruh permainan congklak di tengah-tengah.

“Yang kalah minum ya” kata hantu nenek pertama.

Setengah jam berlalu akhirnya nenek pertama kalah dan meminum gelas susu berisi obat nyamuk bakar.

“Kita kan friend kamu minum juga ya” ajak nenek pertama.

loading...

“Oke friend” kata nenek kedua yang ikut meminum gelas berisi obat nyamuk. Mereka pun tewas tergeletak dan menghilang. Sehingga kami berdua kembali ke alam nyata.

Lala: sudah malam om, kita bobo saja.
Aku: oke bos, berdoa dulu ya.
Lala: *yupz.

Terima kasih kakak admin KCH dan semua sahabat KCH. Yang salah dari kami semoga di jadikan pelajaran, dan yang baik dari kami semoga bermanfaat, dan semoga terhibur. Tamat.

Keriting

Keriting

Lala & keriting .
Terimakasih sudah baca tulisan sederhana kami.
meski tidak seram aku harap bisa menghantui yang lagi sendiri dan terlarut sepi.
(^•^)
wassalam wr wb

All post by:

Keriting has write 28 posts

Please vote Duel Hantu Nenek Tua
Duel Hantu Nenek Tua
3.8 (76.67%) 6 votes