Email Dari Pembunuh

Kisah ini aku alami ketika aku melanjutkan kuliah S3 di salah satu universitas di Belanda. ketika itu sedang gencar-gencarnya tentang pengiriman sebuah Email Dari Pembunuh. Email ini berisi kisah pembunuhan yang tragis, inilah isi dari email tersebut. “Seorang gadis meninggal pada tahun 1993 oleh seorang pembunuh yang sangat keji. Sebelum menguburkan mayat gadis ini sang pembunuh itu meneriakan ucapan ‘Toma sota balcu’.

Apa yang terjadi? Sekarang ini kalian telah membaca mantra itu dan kalian akan bertemu gadis kecil ini di tengah malam, dia akan berdiri di sisi tempat tidur kalian entah di sebelah kanan atau kiri menatap langsung ke mata kalian dengan mata yang berlumuran darah dan dia akan mencekik kalian seperti apa yang dia alami saat terbunuh”.

Begitulah isi dari email tersebut, dimana tidak diketahui dari mana alamat email itu berasal. Namun yang membuat aku tidak begitu khawatir, kabarnya semua korban adalah orang belanda asli. Untunglah aku bukan orang asli Belanda. Malam ini aku pergi ke perpustakaan kampus untuk mencari bahan referensi penelitianku, tiba-tiba handphone ku berbunyi, terlihat ada satu pesan masuk tapi tidak jelas identitasnya. Begitu aku buka dan baca, segera buka dan baca emailku penting.

loading...

Aku mengira itu sms dari temanku adi yang sudah janjian bertemu di perpustakaan tapi hingga kini belum muncul. Aku pun segera membuka laptop dan langsung ke emailku. Namun tidak ada email dari tadi yang ada hanya sebuah email yang tidak aku kenal. karena rasa penasaran aku segera membuka email itu. Alangkah terkejutnya aku, begitu membaca emailnya yang berisi.

“Seorang gadis meninggal pada tahun 1993 oleh seorang pembunuh yang sangat keji. Sebelum menguburkan mayat gadis ini sang pembunuh itu meneriakan ucapan ‘Toma sota balcu’. Apa yang terjadi? Sekarang ini kalian telah membaca mantra itu dan kalian akan bertemu gadis kecil ini di tengah malam, dia akan berdiri di sisi tempat tidur kalian entah di sebelah kanan atau kiri menatap langsung ke mata kalian dengan mata yang berlumuran darah dan dia akan mencekik kalian seperti apa yang dia alami saat terbunuh”.

Share This: