Empang Berhantu

Hay teman perkenalkan nama saya iqball yanuar, kali ini saya akan berbagi cerita menyeramkan tentang empang berhantu, ini pertama kali saya bercerita kalo ada kesalahan mohon di maafkan. Cerita ini bukan saya yang ngalamin tapi temen saya sebut saja namanya boy. Kisahnya sudah lama sekitar 5 tahun yang lalu, jadi gini, teman saya punya teman yang punya empang di kawasan cisolong cipanas pandeglang.

Buat orang pandeglang pasti gak asing dengan tempat ini, awalnya teman saya lagi jaga empang bersama 2 orang temannya, jam menunjukan kurang lebih 23:30 (harinya dia lupa) boy bersama temannya lagi ngopi sambil ngeroko buat ngilangin bete. Tak lama waktu berselang salah satu teman boy sebut saja andri (samaran) mengajak buat mengontrol empang dan memanen ikan yang sudah waktunya panen.

Wajar saja panen nya malam karena airnya mencapai kedalaman 1 meter lebih kalo di panen pagi mereka akan pulang sore, perjalanan dari tempat mereka nongkrong ke empang yang di tuju lumayan jauh mereka harus melewati areal persawahan dan hutan (bonghas) di perjalanan menuju tkp mereka tidak sedikitpun merasakan ke anehan atau semacamnya melainkan rasa senang dan canda tawa.

Kurang lebih setengah jam mereka berpacu dengan kegelapan hanya di temani cahaya satu buah senter akhirnya mereka sampai di lokasi (citaman). Perlu kalian tau di tempat lokasi ada semacam rumah kosong berlantai dua tempat menyimpan alat pertanian berdasar matrial papan semua, bukan hanya itu di sekitar empang pun terdapat banyak pohon mangga dan yang lainnya. Konon di tempat ini ada seorang petani terbunuh karena di gigit nyamuk sebesar genggaman tangan, setelah melirik lirik kanan kiri depan belakang mereka pun berbagi tugas.

epul: mengambil peralatan di gudang.
andri: mengitari atau mengontrol bagian empang, dan
boy: cuma memperhatikan ke dua temannya dari depan rumah kosong tersebut (hadeh dasar pemalas, hehe).

Setelah semua beres mereka pun berkumpul kembali, ke dua teman boy epul dan andri terjun ke empang untuk membobol empang supaya air surut dan mereka dengan mudah buat memanen ikan nya, sedangkan si boy seperti biasa cuma berdiri dan memantau teman dari atas empang (aduh dasar boy), waktu terus berjalan dan boy pun merasa bete karena cuma menyenteri temannya saja.

Boy pun mulai iseng dia mencoba menyenteri pepohonan mangga yang ada di sekitarnya, dan disinilah kejadian menyeramkan terjadi, tepat pukul 01:10 boy menyenteri satu batang pohon mangga besar sekitar jarak 100 meter, dia melihat benda putih kecil sekecil bungkus roko. Dia pun terdiam dan heran sambil terus menyenteri benda aneh itu tak di sangka benda itu semakin besar dan mendekat menghampirinya boy pun sadar ternyata yang menghampirinya adalah sosok kuntilanak yang berambut hitam panjang berpakaian putih.

Mereka bertatap muka selama 5 detik, muka nya putih pucat pasi dengan kelopak mata yang hitam pandangan nya pun seolah-olah pandangan mati menatap boy, boy pun hanya terdiam menatap muka menyeramkan itu tak bisa bicara dan bergerak, hanya membaca ayat suci al-qur’an di dalam hati. Keringat dingin mulai bercucuran dan detak jantung makin kencang.

Tak di sangka kuntilanak itu menampar pipi kiri si boy cuma sekali, tapi aneh bukan sakit yang di rasa melainkan dingin dan kuping boy berdengung serta kepala boy tidak bisa di tengokin ke kiri, setelah menampar, mis kunti pun pergi masuk ke rumah kosong tersebut dan hilang. Boy pun masih terdiam dan tanpa berkata apa-apa, tak lama andri pun menegur boy menyuruh mengambil jaring yang di simpan di rumah kosong.

loading...

“boy cokotkeun (ambilkan) jaring di rumah kosong dong” suruh andri, boy pun tersadar dan menolak suruhan andri untuk mengambil jaring di rumah kosong itu, “ogah aink (tidak mau aku)” jawab boy. Dan epul pun tersenyum, ternyata dia tau dan melihat kejadian tadi, akhirnya epul yang turun tangan untuk mengambil jaring di rumah kosong tersebut, setelah mengambil jaring epul pun memasang di tempat bobolan empang tadi.

“Geus beres yu cabut (sudah selesai ayo pulang)” ajak epul, sesampainya di tempat awal nongkrong. Boy pun bercerita tentang kejadian tadi, epul pun menasehati ke boy “mangkana ulah gegabah di tempat eta mah boy emang di dinya mah angker (makanya jangan sembarangan di tempat itu, memang disitu terkenal angker)” si boy terdiam dan bermuka pucat, setelah kejadian tadi boy pun kapok dan gak berani buat ke empang itu malam-malam lagi. Sekian cerita dari saya kalo ke panjangan dan kurang serem saya mohon maaf, silahkan di share yah thank’s.

Share This: