Firasat

Malam sahabat KCH. Jumpa lagi denganku, winda. Sebenarnya, agak berat untuk aku menceritakan kisah ini di sini, karena tulisan yang aku muat ini adalah bagian dari hidupku beberapa tahun lalu yang tentu aku ingin kejadian itu tidak pernah ada. Tanggal 28 februari, mungkin kalau tidak salah tahun 2012/2013 terjadi kecelakaan rombongan bus paskibra asal Siantar (bisa searching beritanya di google). Aku adalah satu dari sekian banyak anggota paskibra dari berbagai sekolah di Siantar. Entah kenapa saat itu aku memang punya firasat buruk.

1. Seperti saat baris mau apel, sekolah kami samping-sampingan sama salah satu SMA negeri di Siantar. Kami heboh dan ributnya bukan main tapi aneh mereka diam saja, padahal seharusnya kalau mau kemah ada perasaan bahagia walaupun cuma sedikit dan memang apel belum di mulai saat itu.

2. Tiba-tiba saja aku sadar kalau hari itu adalah hari kamis, dan tentu saja malam jumat. Aku berdoa dengan jantung yang berdegup cepat “ya Allah, lindungilah aku dari marabahaya”.

3. Sudah hampir belasan menit kami berdiri, tapi apel juga tidak di mulai. Hingga hujan gerimis mengguyur, akhirnya kami di arahkan untuk langsung naik ke dalam bus. Dan itu pun tanpa apel dan tanpa berdoa bersama sebelum berangkat.

Hatiku sudah tidak tenang dari awal mula tidak jadi apel. Hingga bus kami tiba di tikungan dan oleng. Seniorku teriak “bang, pelan-pelan bang, ini tikungan” sopir pun langsung berhenti sebentar di bahu jalan. Dan bus yang di belakang kami mendahului kami. Aku lega karena kami sudah sampai simpang balai diklat pondok bulu. Tapi Tuhan berkehendak lain bus yang mendahului kami jatuh ke jurang.

Aku dan teman-temanku sempat melihat ada yang melambaikan tangan minta tolong. Sumpah aku sangat shock dan trauma sampai saat ini, karena tahu siswa/i yang tewas ada yang berasal dari sekolah SMA negeri yang ada di samping kami waktu mau apel tadi. Aku tidak tahu ini kebetulan atau aku hanya mengait-ngaitkan firasatku dengan hal yang terjadi, aku tidak tahu.

loading...

Dan yanng pasti, Aku sangat berterima kasih pada Allah SWT karena masih memberi aku kesempatan untuk hidup dan aku berdoa agar para korban tewas di tempatkan di tempat terbaik di sisi-Nya. Dan sebagai tanda belasungkawa bendera di kibarkan setengah tiang untuk para teman satu organisasi setelah kejadian. Satu pertanyaanku, akulah satu-satunya (maybe) siswi yang tas hilang dan tak ketemu.

Padahal saya sudah keliling ke dispenjar dan kantor pemko (barang tertinggal di tampung disana, seingat saya). Entah itu di curi oleh orang tak bertanggung jawab atau tertinggal di tempat kejadian? Wallahualam. Bisa join di facebook saya, atau instagram yang masih baru. See you.
Fb: winda pratiwi
Ig: @dianwinda14

KCH

Winda

Sekedar kembali mengingatkan. "Jangan pernah baca ini sendirian" :)

All post by:

Winda has write 2,691 posts