Foto Hantu Tanpa Wajah

Aku adalah seorang yang sangat suka mengumpulkan foto, memotret dan sebagainya. Namun ada sesuatu hal yang sampai sekarang aku tidak akan pernah menduganya, tidak sengaja aku mendapatkan sebuah foto hantu ketika aku lagi mengambil gambar-gambar foto yang akan aku simpan sebagai proyekku nanti. Oke langsung saja ya, aku ceritakan pengalamanku waktu mendapatkan foto hantu tersebut.

Saat itu menjelang sore dimusim yang sangat panas. Aku bersama dengan temanku memutuskan untuk pergi menuju sungai dan berenang untuk menyegarkan diri. Cara yang ampuh untuk mengatasi gerah pada musim panas ini. kami berkemas untuk menyiapkan bekal untuk makan siang nanti dan membawa beberapa minuman. Aku juga, menyiapkan kameraku jika saja aku melihat sesuatu yang menarik untuk aku foto sebagai bahan proyek kesenian yang aku kerjakan.

Kami segera mengendarai sepeda kami dan menuju ke tempat tersebut, sesampainya disana kami berenang selama beberapa jam, dan kemudian memakan bekal yang kami bawa. Setelah itu kami segera kembali pulang dengan mengambil rute jalan sepeda yang ada dipinggiran sungai. Saat bersepeda disepanjang jalur itu, aku menunjukkan pada temanku sebuah bangunan tua yang tidak berpenghuni yang sering kami lewati. Kami sering bertanya-tanya ada apa didalam bangunan tersebut. Rasa penasaran kami akhirnya membawa kami menuju tempat tersebut. Kemudian kami memanjat pagar besi bangunan tersebut dan memasuki pintu rumah dengan paksa.

Bangunan itu adalah sebuah bangunan yang kecil yang nampaknya telah lama ditinggalkan dan tampak lebih baik saat siang. Atap bangunan tersebut telah rusak dan berlubang dan penuh dengan semak belukar yang telah banyak dan tumbuh liar hampir menimbun bangunan tua tersebut. Interior rumah tersebut terlihat tampak suram, cahaya dari matahari yang mulai tenggelam merasuk kedalam rumah itu dan memberikan kesan yang menyeramkan.

Jendela kacanya telah pecah, lantai dipenuhi botol bir kosong dan puntung rokok yang entah sejak kapan telah berada disana, bau dari bangkai tikus juga seakan menusuk hidung dan membuat kami kesulitan bernafas. Dindingnya juga terlihat kotor dengan matras yang sangat berdebu. Temanku tampak tidak nyaman dengan ini semua dan mengatakan ingin pergi.

Tapi aku benar-benar ingin melihat-lihat kamar yang lain sambil mengambil beberapa gambar untuk aku foto. Aku mengelilingi tempat tersebut, dan aku melihat adanya sebuah kamar berukuran kecil yang ternyata adalah sebuah toilet. Di toilet tersebut tampak sangat menjijikkan dengan dipenuhi jamur dan bangkai burung yang berada dijendela atas toilet. Temanku mengatakan bahwa dia merasa tidak sehat melihat ini semua dan memutuskan untuk menungguku diluar bangunan.

Ruangan berikutnya adalah ruangan kecil dengan sebuah kasur dan meja kayu yang terletak ditengah. Cahaya dalam ruangan ini lebih remang-remang, karena banyak jendela yang telah diblokir dengan lembaran kardus. Di atas meja tersebut terdapat baju merah yang compang-camping dan beberapa botol dan toples. Aku mengambil salah satu toples dan mengangkatnya untuk mendapatkan cahaya yang lebih baik.

Aku melihat kedalam toples itu tampak seperti daging yang mengambang didalam cairan yang beruap, toples lainnya berisi seperti tulang dan gigi, beberapa toples lainnya berisi abu. Aku tidak tahu apa yang ada didalam botol tetapi baunya sangat tidak sedap. Aku tidak bisa menahan diri melihat ini semua, jadi aku ambil kameraku dan mengambil beberapa foto dari botol dan toples diatas meja tadi dan juga mengambil foto burung-burung yang mati didalam toilet.

Saat aku hendak meninggalkan tempat tersebut, mataku tertarik pada sebuah kotak yang berada diatas kasur. Di dalamnya terdapat banyak sekali kumpulan foto-foto yang sudah sangat tua. Seorang anak diayunan, seorang pengantin wanita, anjing yang tampak berantakan, seorang wanita tua yang tidur dikasur (tidak jelas apakah dia tidur atau mati), ada juga foto sebuah mainan kuda-kudaan yang telah rusak kakinya dan jelas sekali sudah tidak bisa digunakan, sebuah jam tua yang menunjukkan pukul 12 malam, gigi palsu menguning yang dibungkus dengan kain.

Aku menutup kotak itu dan mengembalikan ketempat dimana asalnya benda itu berada. Lalu ketika aku melihat kasur tersebut, aku melihat sesuatu yang tadinya tidak aku lihat. Aku benar-benar tidak melihat itu sebelumnya. Sebuah noda coklat yang tercetak diatasnya yang berbentuk seperti manusia. Aku mengambil foto terakhir dari kasur itu sebelum meninggalkan bangunan tua tersebut. Temanku telah menunggu dengan sangat cemas diluar, dan kami terus membicarakan tentang rumah tersebut sepanjang perjalanan kami pulang.

loading...

Hari berikutnya saat dikampus, aku berada disebuah departemen fotografi untuk mencetak foto yang telah aku ambil kemarin. Aku menggantungkan beberapa foto-foto tersebut untuk dikeringkan sambil melihat hasil foto itu mungkin ada beberapa foto yang memerlukan penambahan kontras atau apa. Kemudian aku melihat sesuatu dalam foto itu yang membuat jantungku berhenti.

Dalam salah satu sudut ruangan terdapat sesosok gelap, pria jangkung, dan kurus, terlalu tinggi untuk ukuran manusia. Dan kemudian, ternyata sosok pria itu ada dalam setiap foto, dan semakin dekat dalam setiap fotonya. Lengan panjangnya nampak sangat menyeramkan seolah ingin meraih kepala seseorang dan mencopotnya, semakin jelas bentuk sosok tersebut pada foto-foto berikutnya.

Lalu kemudian aku sangat tersentak kaget ketika melihat foto hantu terakhir yang memperlihatkan makhluk tersebut dengan begitu jelas. Aku hampir tidak percaya dengan apa yang aku lihat, hal itu benar-benar memberikan ketakutan padaku. Pria dalam foto itu tidak memiliki wajah sama sekali, wajahnya sangat flat, datar dan seperti sedang menatap kearahku. Setelah itu aku coba mencari tahu siapa sosok ini kepada beberapa temanku, dan temanku bilang sosok tersebut biasa disebut dengan “hantu slenderman“.

Ira Sulistiowati

Ira Sulistiowati

Jalani hidup ini penuh dengan tawakal.

All post by:

Ira Sulistiowati has write 23 posts