Foto Hantu

Saya dan temanku sangat suka dengan kumpulan foto hantu di internet. Suatu petang, kami berencana mengadakan petualangan di sebuah rumah berhantu dan melihat apakah kami bisa mendapatkan foto hantu dan gambar-gambar penampakan dengan tangan kami sendiri. Kami ada berempat dan ketika malam hampir tiba kami sudah berada dalam rumah tua itu. Tiap orang dari kami memegang sebuah kamera digital dan semuanya, harus mengambil beberapa gambar foto dari tiap sudut dan tempat dalam bangunan ini.

Saya kemudian mengumpulkan kamera-kamera itu dari temanku sebelum kami pulang, saya memasukkan semua gambar itu ke laptop-ku. Lalu memeriksa semua foto-foto itu, satu per satu. Bayangkan bagaimana kecewanya saya ketika menemukan tak satu pun dari gambar-gambar itu menangkap sesuatu yang ganjil. Empat ratus foto dan tak satu pun penampakan foto hantu.

Namun, saya memutuskan untuk menjahili teman-temanku. Saya menemukan sebuah foto yang kami berempat ada didalamnya dan menggunakan Photoshop untuk menaruh sebuah wajah hantu yang seram di belakangnya. Saya sangat puas dengan itu. Kamu harus benar-benar memperhatikan foto itu dengan saksama sebelum kamu menemukan penampakan hantunya. Esoknya, saya mencetak itu keluar dan menunjukkannya kepada teman-temanku. Salah satu dari mereka yang melihat itu kemudian menjadi pucat.

“Aa… apakah ini betul?” dia tergagap-gagap. Tangannya bahkan gemetar.
“Yeah” kataku. “Itu asli”.

Ghost Hunter

Saya sedang bercakap-cakap dengan temanku dan kami memutuskan untuk melakukan sesuatu yang baru untuk membunuh rasa bosan yang kami alami. Dia kemudian menyarankan untuk mengambil foto penampakan hantu. Kedengarannya itu sangat menarik, jadi kami memutuskan untuk mencari sebuah tempat yang mungkin berhantu. Ada sebuah rumah di sekitar dimana sebuah pembunuhan massal pernah terjadi di tempat itu. Bangunan itu terletak di ujung sebuah jalan menuju pegunungan dan sampai sekarang belum dirobohkan.

Kami pergi ke sana pada malam hari dan membawa masing-masing kamera kami. Kami masuk melalui pintu depannya dan berjalan menyusuri halamannya, mengambil gambar di ruang tamu, kamar mandi, kamar kecil dan dapurnya. Lalu kami naik ke lantai duanya dan mengambil beberapa foto di kamar tidur orangtua dan anak-anaknya. Setelah itu, kami kembali ke bawah, berdiri diluar, dan mengambil beberapa foto dari kami sendiri-sendiri yang berdiri dengan latar belakang rumah itu.

Esoknya, ketika kami memeriksa foto-foto itu, kami sangat terkejut melihatnya. Tidak ada apa-apa yang tampak dalam foto-foto itu. Tentu saja, kami berdua ada di gambar-gambar itu. Maksud saya tidak satu pun penampakan hantu dalam foto-foto itu.

“Bukankah ini terlihat sangat aneh?” kataku.
“Mungkin mereka telah pergi ke surga atau semacamnya,” kata temanku.
“Yeah, mungkin,” saya menghela nafas.
“Itu berarti kita tak perlu lagi mengambil foto hantu. Buang-buang waktu”.
“Tidak juga,” kata temanku.
“Saya lihat sebuah rumah yang lebih jauh dari itu. Kita bisa pergi kesana berikutnya”.

“Benarkah? Apakah itu rumah kosong?”.
“Tidak, tentu saja tidak. Ada orang yang tinggal di dalamnya. Ayo kita pergi malam ini”.
“Okay, saya mengerti. Saya akan bersiap-siap”. Saya tak sabar menunggu hal itu. Kami sudah lama tidak melakukan sesuatu yang menarik.

loading...

Did Not See

Suatu tengah malam, kedua temanku dan saya memutuskan untuk memburu hantu di sebuah rumah tua dimana pernah terjadi sebuah pembunuhan.

“Saya dengar pembunuhnya benar-benar menyembelih orang-orang itu,” kata temanku.
“Saya yakin hantu-hantu disana pasti sangat marah”.
“Yeah, saya dengar itu benar-benar sebuah pembantaian,” kata temanku yang lain.
“Kalau tidak salah, pembunuhnya mencungkil kedua bola mata suaminya keluar dan menikam ibu itu hingga tewas dengan sebuah pisau besar. Kemudian dia mencekik kedua anak-anaknya”.
“Apa kalian berdua serius?” tanyaku.
“Atau kalian hanya berusaha menakut-nakutiku? Kalian tahukan bagaimana takutnya saya dengan hantu”.

Ketika kami akhirnya mengitari rumah itu, saya sangat ketakutan dan gemetar seperti selembar daun. Benar-benar sangat gelap di dalam sana dan hanya sebuah senter yang menuntun kami. Kami berjalan ke ruang tamu dan dapurnya, kemudian turun ke ruang bawah tanahnya, dimana pembunuhan itu terjadi. Saya bisa bersumpah masih melihat darah di dindingnya. Tempat itu benar-benar menyeramkan, tapi kami tidak melihat sesuatu yang aneh. Ketika berjalan keluar, saya menoleh ke temanku.

“Hey, saya tidak melihat sesuatu yang menakutkan, kau?” “Tidak”.
“Saya juga”.
“Saya tidak melihat apa-apa”. Jadi tidak ada satupun hantu disini. Walau kakiku lemas tapi sebagian dari diriku lega.

Ghost Sighting

Saya rasa sangat menarik dapat mengambil beberapa foto hantu yang ada dalam gedung kosong di dekatku. Ada sebuah ruangan di lantai atas yang rumornya berhantu. Saya menghabiskan beberapa saat untuk menyetel kameraku di atas tripod-nya di luar rumah jadi saya bisa mendapat gambar rumah itu seluruhnya dalam satu foto.

Saya mengambil tiga foto berturut-turut. Namun tidak menemukan penampakan hantu atau sejenisnya. Jadi setelah itu, saya kemudian meninggalkan bangunan itu dan pulang ke rumah. Malam itu, ketika saya sedang duduk sambil memperhatikan foto-foto itu, bulu kuduk ku tiba-tiba merinding. Kedua foto pertama tidak ada yang aneh, tapi di foto ketiganya, saya menemukan sebuah wajah menakutkan di jendela rumah di kiri atasnya. Saya yakin saya tidak melihat apapun ketika berada disana.

Kau bisa bayangkan bagaimana takutnya saya waktu itu. Jadi, esoknya, ketika langit masih terang, saya menghubungi teman-temanku dan meminta mereka ikut denganku kembali ke rumah kosong itu. Kami kemudian masuk ke dalam rumah itu dan pelan-pelan menaiki tangga menuju lantai atasnya. Saya sudah bersiap-siap lari jika kami melihat sesuatu. Ketika temanku membuka pintu kamar itu, mereka mulai tertawa. Hanya ada sebuah boneka tua yang ditaruh seseorang dibalik jendelanya. Saya menghela nafas dengan leganya. Untuk beberapa saat, saya kira saya memiliki gambar hantu yang asli di tanganku.

Share This: