Foto Keluarga Bagian 4

Sebelumnya foto keluarga bagian 3. Ternyata itu hanya kucing yang memecahkan gelas. Di usirlah kucing itu lalu disapunya pecahan gelas. “Huh! Dasar kucing nakal” kesal ibu. Setelah itu, bu nike kembali ke ruang keluarga untuk menonton televisi acara kesukaannya yaitu serial drama Korea yang pemerannya Lek min-ho. Dari episode 1-2 dia tak pernah ketinggalan ceritanya. Beberapa menit kemudian pak Sam bangun dan ikut menonton drama Korea.

“Sudah mendingan yah?” tanya ibu. “Eh lihat deh yah drama Koreanya bagus, apa lagi pemeran utamanya ganteng, putih lagi” tambah ibu.
“Mau ibu bikinin teh anget yah?” tanya ibu yang masih fokus pandangannya ke televisi.
“Yah, kok diam saja sih?” tanya ibu.
“Yah?” sambil menoleh ke arah suaminya.

“*Argh!” teriak ibu nike yang ketakutan karena yang ada di sampingnya sedari tadi itu ternyata ibu mertuanya yang sudah tiada sebulan yang lalu.
“Pergi, pergi!” suruh ibu.

Tapi hantu itu malah mendekati bu nike dan hendak ingin mencekiknya. Dengan tatapan ibu mertuanya yang menakutkan membuat bu nike tak bisa beranjak pergi dari kursi sofanya dan hanya memejamkan matanya berharap hantu itu pergi.

“Bu, bu! Bangun bu” pak Sam menepuk pipi bu nike menyadarkannya dari mimpi tidur siang.
“*Haa. Bapak” bu nike terbangun dengan nafasnya yang terengah-engah lalu memeluk suaminya.
“Kamu mimpi apa?” tanya pak Sam.
“Entahlah yah, pokoknya seram banget” ucap ibu dengan tubuhnya yang lemas.

Malamnya pak Sam dan bu nike menonton televisi di ruang keluarga hanya mereka berdua karena anaknya sudah tertidur lelap di kamarnya masing-masing. Malam itu jam 9 malam waktu dimana orang mulai istirahat untuk tidur yang besok pagi akan kembali beraktivitas lagi. Terdengar suara ketukan pintu 3 kali sangat keras yang sontak membuat mereka kaget.

“Dok! Dok! Dok!” suara pintu depan rumah yang di ketuk keras sekali.
“Siapa yang malam-malam bertamu” kesal ayah.
“Mungkin tetangga sebelah yang mau minta tolong pak” jawab santai ibu.
“Besok pagikan bisa, kayak gak ada waktu saja” ketus bapak yang seolah tak ingin beranjak dari kursinya untuk membuka pintu.
“Coba saja pak, mungkin penting” kata ibu

Pak sam pun membuka pintu ternyata tidak ada siapa-siapa.

“Tuh kan bu, cuma orang kurang kerjaan saja yang malam-malam begini mengetuk pintu rumah orang” kesal ayah
“Siapa pak?” tanya ibu
“Tidak ada siapa-siapa, orang gila lewat” jawab ayah yang kesal sambil menutup pintu.

Baru saja di tutup pintunya, kembali pintu itu di ketuk. Ayah yang di buat kesal langsung membuka pintu tersebut sekaligus ingin memarahi orang rersebut. Seketika ada sekelebatan bayangan yang lewat di depannya sangat cepat. Pak sam pun kaget dan terjatuh dalam posisi duduk. Lampu listrik rumahpun seketika padam.

“Eh, kenapa pak?” tanya ibu yang kaget.
“Ada hantu bu” jawab ayah yang ketakutan
“Aduh mana listrik padam lagi” keluh ibu.

Ayahpun langsung menutup pintunya dan duduk bersama ibu. Pintu kamar mereka yang terbuka sendiri perlahan di ikuti suara anaknya berlari sambil tertawa masuk ke kamar mereka.

“Oni, ini sudah malam jangan bermain” kata ibu.

Tak ada suara jawaban dari anaknya hanya suara pintu kamar mereka yang kembali terbuka.

“Oni? Kenapa gak di jawab nak?” kata ibu.
“Jangan nakal nak ini sudah malam dan listriknya lagi padam kamu jangan lari-lari” pinta ayah

loading...

Lalu keluarlah anaknya perlahan dari balik pintu sejenak terdiam dan bertanya.

“Ayah, ibu, kok gelap-gelapan sih. Onikan jadi gak lihat” tanya oni.
“Sini nak duduk bareng ayah sama ibu” suruh ibunya.

Oni pun berjalan perlahan mendekati ayah dan ibunya karena ruangan tak begitu terlihat akibat listrik yang padam. Pak sam yang kebetulan membawa ponsel ke ruang keluarga mencoba menyenteri anaknya. Sambil mengarahkan anaknya berjalan perlahan mendekati mereka.

“*Argh!” seketika anak itu berteriak kepada mereka dengan gigi hitam yang berlendir dan matanya yang putih. Merekapun kaget ternyata itu bukan anaknya tapi hantu. “Ah!” mereka berteriak kaget ketakutan, ayah yang memegang ponsel tak sengaja manjatuhkannya. Lalu di ambil kembali ponselnya dan kembali menyenteri ke posisi barusan, memastikan hantu itu sudah pergi. Malam itu begitu hening dan suasana terasa tegang. Ternyata hantu itu sudah ada di belakang mereka yang sempat ingin menggapai mereka.

“Ah!” sontak teriakan ibu melihat hantu di belakangnya. Hantu kecil itupun berlari. Ayah kembali mencari hantu dengan mengandalkan lampu senter ponsel tersebut. “*Tungkling” suara ponsel yang ngedrop. “Aduh, kenapa ngedrop ini ponsel” kecewa karena handphonenya ngedrop. Suara hantu kecil berlari itu kembali terdengar.

“Hah, itu dia yah” kata ibu yang ketakutan.
“Ayo bu kita ke kamar saja” pinta ayah
“Tapi anak kita?” tanya ibu khawatir.
“Tidak apa-apa biarkan mereka tidur, jika kita membangunkannya mereka malah jadi takut” kata ayah

Lalu mereka masuk kekamar dan mengunci pintunya. Tak lama pintunya di ketuk dan terdengar suara anaknya yang memanggil.

“Ayah, ibu, aku takut. Kenapa gelap sekali” kata anakanya.

Bu nike yang mendengar anaknya memanggil mereka, langsung ingin menghampiri tapi di tahan oleh suaminya.

“Jangan bu, itu hantu bukan anak kita” kata pak Sam
“Tapi pak, itu suara anak kita” khawatir
“Lebih baik tunggu sebentar ya bu” menahan istrinya sejenak.
“Ayah, ibu, kenapa pintunya tidak di buka oni takut” kata oni yang ketakutan sambil menangis.

Tiba-tiba anak itu teriak membuat bu nike khawatir, tak mau berpikir panjang dia langsung berlari menghampiri anaknya dan membukakan pintunya. “Ah!” teriak ibu nike yang seketika hilang di tarik oleh sesosok makhluk tak kasat mata dalam kegelapan lorong rumah itu. “Ibu!” teriak suaminya. Dia mulai *was-was sambil menutupi badannya dengan selimut. Gorden kamar bergeser jendelapun terbuka lalu angin kencang dari luar masuk.

Pak sam semakin ketakutan dengan kejadian ini. Tiba-tiba ada hentakan sangat keras dari bawah kasur sehingga pak sam terpental bersama kasur itu dan kepalanya terbentur oleh kerasnya tembok sampai tak sadarkan diri. Keesokan harinya kamar terlihat berantakan, pak Sam tersadar dari pingsannya dan merasakan sakit kepala karena semalam habis terbentur tembok.

“Aduh, sakit sekali” tersadar dari kejadian malam pak Sam teringat akan bu nike, Dia langsung mencari istrinya. “Bu, bu.” mencari bu nike, ternyata ada di ruang tamu yang masih tertidur di atas kursi sofa sambil memeluk foto keluarga. Pak Sam pun keheranan dengan kejadian aneh ini kenapa istrinya bisa tidur dengan memeluk foto keluarga. Pak sam pun membangunkan istrinya.

“Bu, bu. Bangun bu” menyadarkan ibu dari tidurnya.
“*Ha” terbangun dengan menghela nafas panjang lalu terdiam sambil terus memeluk foto keluarga itu.
“Bu, bu. Kenapa bu?” bertanya sambil menepuk pipi istrinya.

Tapi istrinya hanya diam saja seperti patung. Tak berucap kata sepatahpun. Pak sam lalu mengecek anak-anaknya dan mencoba membangunkannya ternyata mereka tidak mau bangun hanya diam saja. Pak sam pun bingung harus berbuat apa, lalu meminta pertolongan kepada orang yang ahli dalam hal mistis seperti ini. Orang yang di panggil pak Sam datang dan langsung menerawang hawa negatif di rumah itu.

“Akhirnya anda datang, cepat tolong saya guru” pinta pak Sam
“Baik saya akan langsung menerawang tempat ini. Saya coba lihat hawa negatif apa yang selalu mengganggu rumah tanggamu” kata gurunya.

Setelah di terawang terlihat semua kejadian yang menimpa pada keluarga pak Sam dan sekaligus jin mengganggunya.

“Gimana guru?” tanya pak Sam penasaran.
“Iya, iya, iya. Ternyata jin yang menyerupai ibumu itu telah mengganggu rumah tanggamu selama ini. Dia bersarang di foto keluarga itu” membuat pernyataan yang tidak terduga sambil menunjukkan tempat jin yang bersemayam dalam foto keluarganya itu.

“Bakarlah foto itu dan aku akan mengusir jinnya” suruh gurunya.
“Baik guru” langsung melakukan perintah gurunya untuk membakar foto keluarga itu.

Akhirnya ritual selesai, dan keadaan di rumah kembali damai tanpa ada gangguan jin itu lagi. Sebelum gurunya pergi, dia bercerita kalau foto keluarga itu hanyalah sebagai perantara bagi makhluk itu untuk menakut-nakuti keluarga pak Sam agar dapat meruntuhkan keimanan mereka sekeluarga. Akhirnya mereka hidup bahagia tanpa ada gangguan lagi. Tamat.

Dimy

Dimy

Hanya pemuda lajang yang bercita-cita menjadi penulis skenario film tersukses!
FP : dimas zaenal arifin
Contact : 083-844-160-560/DCFC399F
kata bijak “Suka’-suka’ akulah..”

All post by:

Dimy has write 12 posts

Please vote Foto Keluarga Bagian 4
Foto Keluarga Bagian 4
Rate this post