Gadis Bisu

Assalamualaikum reader KCH. Ketemu sama aku Bismi *cimumut from Aceh *hehe jangan iri yach. Lets go to my story ke-83 dengan judul gadis bisu. Sore ini aku merasa lelah, kulangkahkan kaki ini walaupun langit mendung dan suasananya yang tidak bersahabat. Ya aku masih ingat waktu itu aku pulang sekolah sore karena les mengikuti olimpiade geografi se-Kabupaten.

Tak lama kemudian air mata langit pun turun membasahi kepalaku yang tertutup jilbab seragam sekolah. Ingin rasanya aku terbang agar cepat menuju rumah, tetapi apa daya semua itu hanya fatamorgana. Beberapa meter di depanku kulihat seorang gadis berdiri mematung sambil menunduk. Rambutnya yang panjang menari-nari diterpa angin.

Aku mendekatinya dan kusentuh bahunya yang terasa dingin. “Dimana rumahmu?” tanyaku. Tetapi gadis seusia ku itu hanya bisu terdiam, kubuka tas dan kukeluarkan sehelai kain persegi berwarna kuning sambil kubalutkan kain itu menutupi rambutnya yang panjang dan indah. Gadis itu memandangku, sambil tersenyum dia menarik tanganku menuju ke suatu tempat.

Aku hanya bingung melihat tindakannya, “apakah gadis ini bisu?” tanyaku dalam hati. Tiba-tiba gadis itu berhenti tepat didepan rumah kosong yang tidak terawat. Aku tahu rumah kosong ini sudah 2 tahun tidak ditempati oleh penghuninya. Gadis itu melepaskan tanganku, dan dia menunjuk ke arah rumah kosong itu. “Ya sepertinya dia memang bisu” pikirku.

Hujan rintik tak henti-henti juga, dedaunan bambu di samping rumah kosong itu menari-nari di terpa angin. Suara angklung terdengar dari dalam rumah itu. Gadis bisu itu mulai menangis, aku bingung dan heran mengapa dia menangis. “Apakah aku berbuat kesalahan?” pikirku. Ku dengar adzan maghrib berkumandang, aku terkejut bukan main, aku bahkan belum pulang apalagi mandi dan shalat ashar.

Ya terpaksa aku harus mengqadhanya. Saat kulihat ke tempat gadis bisu itu tadi berdiri, dia menghilang bagaikan kilat. “Kemanakah gadis bisu itu?” tanyaku. Bahkan jilbab yang kukasih padanya sekarang berada dipundakku. Aku bingung dengan semua ini, gadis bisu itu sungguh aneh. Aku pun melangkah kaki meninggalkan tempat itu. Tetapi tak jauh dari rumah kosong itu, aku melihat sebuah kuburan bertulisan Zalfa binti Adam yang meninggal pada tanggal 25 september 2009.

Tulisan itu sudah mulai pudar, dan sekelebat bayangan gadis bisu itu berdiri tepat disamping kuburan itu. Gadis itu tersenyum sambil memberikan gerakan tangan yang tidak aku mengerti artinya. Aku dapat melihat darah segar keluar dari kepalanya. Aku langsung berlari meninggalkan tempat itu, seolah-olah gadis bisu itu membisikan kata “terima kasih” ditelingaku. Wassalamualaikum.
Facebook: Bismi jasein

loading...
Bismi Jasein

Bismi Jasein

Facebook: Bismi jasein I Fans Anime Naruto From Aceh

All post by:

Bismi Jasein has write 89 posts