Gadis Jembatan Part 2

Sebelumnya gadis jembatan. Terlihat lita berjalan di jembatan dan duduk seperti semalam yang gugun lihat dan mata lita melirik jalanan, gugun bingung apa yang dia lakukan, dan kenapa dia tidak menegur gugun padahal berada didepannya, gugun pun menghampirinya.

“Lita?” panggil gugun.
“Eh kamu gugun ada apa?” tanya lita.
“Kamu ngapain disini?”.
“Enggak ngapain-ngapain cuman duduk saja”.
“Duduk kan bisa dirumah, kenapa harus disini?” ucap gugun duduk di samping lita.
“*Cie, cie, cie! Gugun” teriak teman-teman gugun.
“Apaan sih” ucap gugun melempari mereka dengan batu kecil.

loading...

“Kamu mau kemana gugun?” tanya lita.
“Aku mau nonton balapan liar” ucap gugun.
“Boleh ikut” ucap lita.
“Boleh kalau mau, tapi aku pulang dulu ambil motorku.
“Aku ikut pulang”.
“*Woy aku pulang dulu ya, mau ambil motor, aku boncengan dengan lita” ucap gugun.
“*Wo-ke bro ditunggu”.

Gugun pun pulang bersama lita, sesampainya dirumah gugun mengambil motornya dan membonceng lita. Gugun penasaran dengan rumah lita, gugun pun meminta untuk lita menunjukkan arah rumahnya lita, dan lita pun mau menunjukan arah rumahnya. Arah rumah lita tak terlalu jauh dari rumah gugun hanya 500 meter saja dari rumah gugun. Terlihat rumah lita, seperti ada pengajian

“Rumahmu ada apa? Kok ada pengajian, apa ada yang meninggal?” tanya gugun diatas motor.
“Tidak itu syukuran saja kok”.
“Wah enak *dong, bagi *dong makanannya nanti, ya lita”.
“Boleh kok, kan kita teman nanti aku ambilkan untukmu gugun”.
“Kamu baik ya, kita nonton balapan saja dulu, nanti kita mampir atau besok aku kerumahmu” ucap gugun.

“Eh jangan besok pagi, kita ketemu ditempat kita kenalan saja, pada malam hari gun” ucap lita.
“Memang kenapa?” ucap gugun.
“Soalnya aku sekolah, sibuk seharian jadi malam saja bisa keluar gun” ucap lita.
“Oke alasan yang masuk akal juga”.
“Ih bukan alasan gun, tapi kenyataan”.
“Iya sudah ayo kita nonton balapan saja dulu teman-teman sudah pada menunggu tuh”.

Gugun pun langsung tancap gas ke tepi jembatan tadi dan mereka pun sudah siap berangkat menaiki motor dengan santai menikmati suasana jalanan yang sedikit ramai. Sambil berbincang dengan lita, gugun yang masih penasaran dengan lita kenapa dia selalu memakai baju yang sama seperti kemarin tidak berubah.

Teman-teman gugun meneriakinya karena gugun bawa cewek, tidak seperti biasanya gugun bawa cewek. Sesampainya di Kerasak yang lumayan jauh, membuat gugun dan teman-temannya lapar, mereka pun singgah ditempat makan, memesan bakso dan makan bersama. Terlihat wajah lita begitu sedih, gugun pun hanya membiarkannya karena tak tahu masalahnya.

Setelah makan mereka pun menunggu pemain-pemain balap liar. Jam 12 malam tepat balapan sudah siap, banyak motor parkir dipinggir jalan untuk menonton drag race, aku dan lita meneriaki pemainnya dan mendukungnya. Gugun pun menonton dengan teman-temannya. Sekitar 1 jam balapan liar, tiba-tiba polisi datang. Semua orang berhamburan lari, gugun pun terpisah dari teman-temannya.

Gugun pun pulang duluan dengan lita, diperjalanan gugun mempercepat lari laju motornya. Lita berpegangan erat, gugun merasakan tangan lita dingin sekali seperti mayat. Tapi gugun tak berani bertanya mungkin hanya angin malam yang membuatnya dingin. Sesampainya dirumah lita, gugun berpamitan dengan lita dan gugun pulang.

Keesokan harinya saat gugun berjalan kearah tempat kerja, terdengar seorang ibu sedang membicarakan seorang gadis yang hilang belum ketemu beberapa hari. Gugun pun tak terlalu menghiraukannya dan berjalan kembali ketempat kerjanya. Malamnya pun tiba pukul jam 10 malam, gugun menunggu lita ditepi jembatan katanya ada yang dia ingin tunjukan kepada gugun.

Setelah menunggu lama, lita tak kunjung datang juga sudah 1 jam. Terlihat preman kemarin mendekati gugun, badan mereka tinggi besar. Preman itu mendekati gugun dan ingin memalaknya, preman itu mengacungkan pisau kearah gugun, lalu preman itu mengambil ponsel gugun, dan gugun mencoba melawannya. Gugun menendang kakinya dan gugun langsung berlari kearah sawah, preman itu mengejar gugun.

Gugun terus berlari hingga gugun terjatuh dijurang, badan gugun luka-luka. Gugun pun terbangun, gugun terkejut melihat ada tangan, didekatnya dan gugun bangun, gugun melihat sesosok mayat dengan wajah tertutup dedaunan, tubuh dan penampilannya seperti lita. Gugun menyingkirkan daun dari wajah mayat itu dan gugun melihat wajahnya bagai tersambar petir hati gugun, melihat didepan matanya adalah lita, perasaan gugun bercampur panik dan bingung.

Berarti berita yang dibilang seorang ibu itu adalah lita yang beberapa hari ini telah hilang. Pantas saja dirumahnya ada orang mengaji karena untuk mendoakan lita, supaya jasadnya cepat ditemukan dan dia duduk ditepi jembatan karena mengulang kejadiannya, pantas saja dia keluar hanya malam hari. Lita pun membantu gugun keluar dari jurang.

“Sekarang tolong aku gugun, tolong beritahukan mayatku disini ya gugun *hikz, hikz” ucap lita.
“Baiklah lita aku akan membantumu *hikz, hikz. Aku kasihan padamu kenapa kamu harus mati dengan keadaan diperk*sa dirampok dan dibunuh” ucap gugun.
“*Hmm, mungkin ini sudah takdirku, gugun nanti juga pembunuhku akan ditemukan nanti tenang saja” ucap lita yang menangis diiringi senyum manisnya.

“Kamu ya sedih namun masih bisa terseyum lita”.
“Terima kasih sudah menjadi temanku gugun, sering ingat-ingat aku ya gugun” ucap lita.
“Iya lita aku akan selalu mengingatmu tenang saja lita”.
“Terima kasih gugun, tolong ya”.

Gugun pun berjari menuju kearah jalanan dan mencari warga memberitahukan jasad lita.

“Pak pak tolong pak” ucap gugun dengan nafas yang tak beraturan”.
“Ada apa dik? Pelan-pelan dulu bicaranya”.
“Itu pak ada mayat di jurang, dekat pintu 10 sungai disana pak tolong”.
“Apa! Baik bapak akan kumpulkan warga untuk mencarinya”.

Lalu bapak itu pun mengumpulkan warga, gugun pun menunjukan jalan arah mayat lita. Warga pun membuat tali untuk membawa mayat lita keluar dari jurang, dan membawanya kerumah lita. Ibunya lita yang melihat mayat putrinya sangat shock dan histeris sekali, tiba-tiba ayunan yang didepan rumah lita bergerak sendirinya, dan menampakkan wujud lita. Warga kaget dan sedikit takut, ibu lita langsung menghampirinya.

“Anakku *hikz, hikz, hikz” ucap ibu lita menangis.
“Ibu, *hikz, hikz, maafkan aku kalau punya salah *hikz, hikz” ucap lita memeluk ibunya.
“Iya nak ibu maafkan kesalahan, lita kenapa kamu mati secara begini nak *hikz, hikz. Ya ampun, Tuhan!” ucap ibu lita memeluk erat putrinya.

“Ini mungkin sudah takdirku ibu dari Tuhan. Aku punya hadiah untuk ibu di hari ibu ini, ada didalam laci kamarku sudah aku siapkan sejak kemarin *hikz, hikz. Tapi sayang aku tidak bisa memberikanya karena aku sudah mati, jadi aku beritahu saja” ucap lita.

“Hadiah apa itu nak” ucap ibu lita memegang wajah lita.
“Lihat saja bu, boleh lita cium ibu?”.
“Boleh lita, boleh”.

Lita pun mencium pipi ibunya, dan kini tubuh lita semakin lama semakin menghilang. Lita pun melambaikan tangan, dengan air mata lita mengalir begitu deras dipipinya, ibu lita juga sama seperti belum ikhlas putri kesayangannya pergi. Kini lita pun di makamkan, dan kasus pembunuhan dan permerk*saan sudah diurus oleh polisi ternyata pelakunya adalah preman yang ingin memalak gugun, kini lita sudah tenang di alam sana. Tamat.

Gugun

Nak Gugun

nama:gugun tinggi:165cm berat:50kg hoby:membaca,dan menulis karanganjangan lupa baca ceritaku ya hanya di kch jangan pernah baca ini sendirianaku suka buat cerita horor yg sedikit di bumbui pertemana dan horor yg sadis seperti mutilasiok salam knl semuafacebook: Nak gugun email:[email protected]

All post by:

Nak Gugun has write 43 posts

loading...