Gadis Jembatan

cerita horor tidak selalu harus seram, penampakan yang seram dan menegangkan, tapi mungkin hantu muncul dihadapan kita karena butuh pertolongan kita dan bisa menjadikan teman yang baik. Aku akan menceritakan kisah hantu yang sedikit memberikan kesan pertemanan, selamat membaca.

Malam ini seorang laki laki remaja sedang pulang dari warnet sekitar jam 11 malam, jalanan yang begitu sepi hanya ada hawa dingin di malam ini yang menghembus kulit ini gugun mendayung sepedanya sedikit lebih kencang ,untuk cepat sampai dirumah. Gugun mulai menaiki jembatan besar, saat menaiki jembatan gugun melihat perempuan sedang duduk.

Kepalanya gadis itu tertunduk sambil menggunakan baju berwarna pink, celana jeans pendeknya diatas lutut, dengan rambut yang diikat dan sedikit poni didepannya, dengan tas kecilnya yang dia bawa. Gugun penasaran dengan wanita itu, apa yang dia lakukan di malam ini, gugun mulai mendekatinya, terlihat gadis itu duduk diam menundukkan kepalanya. Gugun menupuk pundaknya yang terasa begitu dingin.

“Hay kamu ngapain disini sendirian?” tanya gugun.
“Aku sedang menunggu angkutan tapi belum ada ada disini” jawab gadis itu.
“Angkutan? Jam segini sudah tidak ada angkutan jam 11, memang kamu dari mana?”.
“Aku dari rumah temanku, dan temanku tinggalin begitu saja”.
“Oh begitu, namamu siapa?” tanya gugun.

“Namaku lita, kamu?”.
“Aku gugun, iya sudah kamu nginap dirumahku saja dulu”.
“Ah tidak usah deh, aku tunggu angkot saja lah”.
“Jam segini tidak ada, adanya sekita jam 1 lewat”.
“Kalau gitu aku tunggu saja lah, kamu pulang saja aku berani kok, senang kenalan denganmu”.

Gugun pun meninggalkannya sendirian ditepi jembatan, gugun merasa ada yang aneh dengan gadis itu. Kenapa dia menunggu angkutan jam segini malamnya, terlihat kedua preman melewati gugun. Preman itu menggunakan senter dan badan mereka kotor seperti habis menggali sesuatu, gugun pun pulang dan memainkan ponselnya dan tertidur.

jam 4 pagi, gugun pun bangun untuk mengantarkan ibunya berdangang dipasar Welahan, gugun bangun dengan mata yang masih ngantuk dan berjalan kearah kamar mandi untuk mencuci mukanya, setelah cuci muka gugun mengeluarkan motornya dari rumahn dan memanasinya sebentar.

Pagi-pagi buta seperti di desa sini sangat lah sepi, depan rumah gugun banyak pepohon jambu yang mengelilingi rumahnya. Gugun pernah membayangkan apakah ada kuntilanak disana, tapi itu hanya imajinasinya gugun saja. Saat gugun menoleh kearah jam tangan, tidak lama kemudian terlihat gadis semalam itu. Dia berjalan disekitar jalan desanya, gugun pun turun dari motor dan menghampirinya.

“Hay hay kamu? Lita” ucap gugun.
“Iya ada apa?” ucap lita.
“Ngapain kamu disini, inikan gang dekat rumahku?” tanya gugun.
“Oh ini lorongmu ya, aku mau pulang kok”.
“Pulang bukannya kamu naik angkutan?” tanya gugun heran.

“*Emm, rumahku dekat sini juga kok. Aku disana tuh rumahku, aku penduduk baru disini jadi salam kenal ya *hehe” ucap lita langsung mengambil tangan gugun dan bersalaman.
“Kamu disana, lalu kenapa tadi kamu bilang tunggu angkutan?”.
“Masa sih, tadi aku bilang gitu enggak ah kayaknya”.
“Nih orang aneh ya, orang tadi kamu bilang lita gitu kok”.

“Engga aku engga bilang gitu gugun”.
“Iya sudah lah aku mau ke pasar, dengan ibuku bye” ucap gugun berjalan meninggalkannya.
“Tunggu” ucap lita menghampiri gugun.
“Ada apa?”.
“Aku boleh ikut bantu tidak?” ucap lita.

“Ngapain, mending kamu pulang saja”.
“Boleh ya boleh, boleh ya” ucap lita di telinga gugun berulang ulang.
“Huh, iya terserah kamu lah”.
“*Yey, boleh”.

Gugun pun berjalan bersama lita, gugun merasa aneh dengan lita, bukannya tadi lita bilang menunggu angkutan. Sekarang bilang rumahnya sekitar sini, dan lagi kenapa dia tidak pulang-pulang dari tadi, tapi gugun tak terlalu memikirkannya. Gugun pun masuk kerumahnya dan memperkenalkan lita dengan ibunya, ibu gugun melihat lita senang.

loading...

Gugun punya kenalan cewek cantik, lita pun langsung membantu ibunya gugun mempersiapkan dagangannya. Gugun yang melihat lita dengan ibu yang langsung cepat akrab, membuat gugun senang, ibu gugun jarang mengobrol banyak setelah kematian ayah gugun setahun yang lalu. Fajarpun hampir tiba, ibu gugun pun sudah siap untuk berdagang dan gugun pun siap mengantarkan ibunya ke pasar untuk jualan.

“Aku pergi dulu ya lita, makasih bantuannya” ucap gugun.
“Iya sama-sama, hati-hati ya tante” ucap lita dengan senyum tipisnya.
“Iya lita, terima kasih ya sudah bantu tante”.
“Iya sama-sama tante bye”.

Gugun pun meninggalkan lita, sesampainya di pasar gugun langsung pulang kembali siap-siap juga untuk bekerja membuat batu bata, gugun pun tiba dirumah dan mengganti pakaianya dan mulai berangkat kerja membuat batu bata. Malamnya tiba gugun berjalan ke tepi jembatan, tempat nongkrong mereka. Terlihat kawan-kawannya sudah disana menunggunya untuk menonton balapan liar yang ada di Kalipucang, mereka sudah siap menggunakan motor mereka.

“*Woy gun lama banget” teriak amar.
“Sorry *bro, baru selesai makan” ucap gugun yang masih berjalan kearah mereka.
“Gimana balapanya main dimana nih amar?” tanya wawan.
“Kayaknya di Kerasak nih, aku dapat info dari codot temanku” ucap amar.

“Agak jauh ya di Kerasak, tapi gak apa-apa lah demi balap liar *hehe” ucap gugun.
“Eh ada gadis tuh, cantik banget godain yuk” ucap amar.
“Mana?” tanya gugun.

Selanjutnya gadis jembatan part 2.

Nak Gugun

Nak Gugun

Facebook: nak gugun Pin bbm: D00B8864

All post by:

Nak Gugun has write 28 posts