Gadis Misterius

Suatu malam seorang sopir taksi mengangkut seorang gadis misterius. Ketika dia bertanya di mana gadis itu akan pergi, gadis misterius itu hanya menjawab ingin pulang ke rumah. “Tolong ikuti saja jalanan ini. Belok ke sana.” gadis itu menyuruhnya mengikuti arahannya selama sopir ini menyetir. Selama perjalanan itu sopir ini sesekali melihat dari kaca spionnya ke belakang. Gadis ini memiliki rambut yang indah dan bercahaya, serta tampak cantik.

Walau begitu dia tidak bisa melihat dengan jelas wajahnya karena gadis itu hanya duduk dengan tatapan mata ke bawah. Dia juga menyadari bahwa gadis ini pendiam dan pemalu dari tingkah lakunya. Tak lama mereka sampai di sebuah perbukitan yang sunyi dan sepi. Gadis ini kemudian mengatakan, “Kamu akan melihat sebuah rumah tepat di depan sana.” dan jelaslah, sebuah gubuk tua nan kecil muncul dari gelapnya malam.

loading...

Gadis misterius itu turun, dan sopirnya tinggal di mobil ketika melihatnya masuk ke rumah. Sungguh aneh seorang gadis yang masih muda sepertinya tinggal di tempat yang begini sunyi, tempatnya juga sudah tua dan tampaknya hanya tinggal sendiri. Sopir itu sangat tertarik mengetahui dan tidak ingin pergi begitu saja, dia keluar dari mobil dan mengendap-endap mendekati rumah itu. Sangat penasaran dengan gadis itu dan bagaimana parasnya.

Dia merasa telah melakukan tindakan tidak sopan tapi dia tidak dapat menghentikan hasratnya. Ketika dia sudah sangat dekat, dia melihat tirai jendela menutupi seluruh celah rumah dan tidak ada jalan lain untuk melihat ke dalamnya. Dia mengitari rumah ini beberapa kali tapi tidak sekalipun tirai itu terkuak dari dalam. Dia pikir jika dia tinggal lebih lama lagi gadis itu akan menemukannya, jadi dia hampir menyerah dan ingin pergi sebelum matanya memperhatikan pintu depan rumah itu.

Pintu itu memiliki lubang kunci yang besar, di mana tampaknya bisa melihat dengan baik ke dalam melaluinya. Sopir itu mengintip dari lubang kunci itu, tapi tidak menemukan tujuannya. Yang dilihatnya hanyalah warna merah, dan tidak ada tanda-tanda gadis itu atau perabotan apapun di dalam sana. Tidak peduli berapa lama dia mengintip, keadaannya tetap sama seperti itu.

Dia menyerah untuk melihat ke dalam, tapi tidak lupa dengan gadis itu, jadi dia berhenti di sebuah kedai yang dilihatnya dalam perjalanan pulang berpikir mungkin bisa mendapatkan beberapa penjelasan tentang gadis itu selagi makan di sana. Sopir taksi itu kemudian menceritakan apa yang terjadi pada pemilik kedai itu, dan juga mengaku walau dia merasa malu telah mengintip dari lubang kuncinya.

“Saya melihat dari lubang kuncinya, tapi apa yang saya lihat hanyalah sesuatu yang berwarna merah, Saya tahu tidak sopan melakukan hal itu”. Sang pemilik, mendengarnya, lalu melihatnya dengan terheran-heran dan mengatakan, “Kamu tahu gadis itu dia memiliki beberapa macam penyakit yang di deritanya, dan kedua matanya merah gelap”.

Share This: