Gak Sengaja Buang Air Kecil di Mata Hantu

Hay pembaca KCH namaku Ebta, ini postingan ceritaku yang ke-3 kalinya. Aku ingin bercerita tentang pengalaman temanku yang akhirnya dia sekarang jadi bisa melihat “mereka” hantu. Langsung saja, namanya Raynaldi Jovi biasa dipanggil Jovi, dia teman kecilku, kami berdua dekat sekali, sampai sekarang pun kami masih sedekat itu. Rumahku sama rumah jovi tak jauh, selisih 8 rumah saja. Jovi sering cerita kejadian-kejadian di rumahnya, katanya sih rumahnya angker, aku sih percaya-percaya saja, soalnya di sekeliling rumahnya gelap sekali, banyak pohon kelapa, rumahnya juga paling pojok.

Singkat cerita, pada malam itu jovi sedang nonton tv di rumahnya hingga larut malam sekitar jam satuan. Tiba-tiba dia merasa ingin buang air kecil, jadi dia harus ke toilet dan melewati dapurnya, dia sadar kalau sekarang sudah tengah malam jadi dia takut untuk ke toilet di dekat dapurnya. Akhirnya dia memilih untuk buang air kecil di parit depan rumahnya. Setelah buang air kecil dia langsung cepat-cepat masuk ke dalam rumah, karena bosan dan gak ada lagi film yang asik untuk di tonton, jovi pun memutuskan untuk tidur.

loading...

Jovi gak bisa tidur, jovi gelisah dan akhirnya jovi kesurupan. Dia menyinden dan menari-nari, ibunya jovi hanya bisa menangis dan membaca doa, setelah setengah jam, jovi sadar dan tidur kembali ditemani ibunya. Keesokan hari, ibunya jovi khawatir dengan keadaan Jovi yang sekarang, dia sering sekali bengong diam tanpa kata dan tatapannya pun kosong. Akhirnya jovi dibawa ke orang pintar, alhasil kata orang pintar itu Jovi telah buang air kecil di mata hantu, dan hantu itu marah sangat marah, jadi Jovi terus menerus diganggu.

Jadi jovi diberikan sesuatu oleh orang pintar itu sejenis jimat penangkal hantu, jimat itu lumayan berfungsi dengan baik, tapi tidak sepenuhnya, jovi masih diganggu oleh hantu itu namun karena jimat tersebut, hantu itu tidak bisa memasuki tubuh jovi. Jovi senang karena dia sudah sembuh dari sakitnya itu, dia bilang sih sakit sama aku. Jadi Jovi berfikir kalau dia sudah bisa main seperti biasa, Jovi ke rumahku dan menceritakan semua yang di alaminya, dia duduk di teras rumahku.

Tiba-tiba dia diam dan tatapannya kosong, aku coba buat menyadarkannya, aku panggil-panggil namanya “Jovi!” dia pun sadar dan terkejut saat aku memanggilnya. “Aku mau pulang, disebelah rumahmu banyak sekali hantu, aku takut aku kesurupan lagi, tadi banyak sekali hantu yang mau masuk ke tubuhku, namun aku tolak dan aku tahan, soalnya jimatku ketinggalan dirumah” kata jovi terdesak-desak sambil bergegas meninggalkan rumahku.

Iya, memang sih di sebelah rumahku banyak sekali hantu, hantunya satu keluarga gitu kata pemilik rumahnya, aku cuma dengar-dengar cerita saja tapi gak pernah melihatnya. Malam pun tiba, aku sedang duduk-duduk di warnet bersama temanku, tiba-tiba Jovi datang. “Jovi sudah sembuh?” tanyaku, “sudah tapi masih sedikit, aku masih harus dirukiah lagi, nanti jam 9 aku mau di rukiah” jawabnya santai, kami pun bercerita bersama, tapi tidak dengan jovi, dia tidak seperti biasanya dia kelihatan pendiam.

“Jovi gak apa-apa kan?” tanyaku cemas, takutnya dia diganggu hantu lagi. “Gak apa-apa kok ta” jawab jovi. Aku rasa dia kenapa-kenapa dan tidak cocok dengan suasana di luar warnet. Akhirnya aku ajak jovi untuk masuk ke dalam warnet “ke dalam yuk kita gangguin orang yang lagi main” ajakku pada jovi untuk masuk ke warnet. Dia jawab “ayo” sambil melangkahkan kakinya ke dalam warnet, dia ambil kursi dan duduk di dalam warnet.

Dia duduk di depan pintu toilet warnet. Tiba-tiba “aku gak mau! Pergi! Jangan ganggu aku!” teriak jovi. Sontak aku langsung mendekatinya dan menanyakan “ada apa jov?” dia kelihatan takut sekali, “ada perempuan ta, dia mau masuk ke tubuhku, mukanya seram sekali, hancur banyak darahnya, dia ingin bercerita padaku kenapa dia bisa mati, tolong aku ta” jawab jovi pelan, seperti ada yang dia tahan, tatapannya kosong. Lalu aku suruh dia mencuci mukanya, “sudah mendingan?” dia tidak menjawab pertanyaanku.

“Wah parah ni” kataku dalam hati, kayaknya tempat ini tidak cocok buat jovi, aku langsung menarik tangan jovi untuk keluar dari warnet, tangannya dingin, sangat dingin sekali. “Jovi gak apa-apa kan?” tanyaku untuk memastikan keadaannya, dia hanya menjawab “tolong aku ta, perempuan itu” aku bingung “perempuan mana jov? Tenang ya, ada aku disini” aku makin khawatir dengan keadaannya. Aku coba buat baca doa-doa Al-Quran yang aku hapal, dan mengkalungkan tasbih di lehernya, namun jovi menolak.

“Jangan ta, jangan! Panas ta! Tolong aku! Jangan pasang tasbihnya” dia menghalangi tasbih yang aku pakaikan ke lehernya, “gak apa-apa jov biar perempuan itu gak lagi mengganggu kamu” tiba-tiba jovi mulai tenang, dia tidak terlihat histeris lagi, dia malah semakin tenang dan tenang tanpa kata. Astaga! Tatapan jovi masih kosong “jov gak apa-apa kan? Jangan bengong dong”.

“Aku gak apa-apa kok ta, aku sudah sadar” jawab jovi dengan senyum sinis namun tatapannya masih kosong. Aku terus memperhatikan Jovi, aku rasa dia masih kenapa-kenapa, aku bisikkan teman sebelahku untuk memanggilkan orang pintar, temanku pun langsung pergi memanggil orang pintar tanpa sepengetahuan Jovi. “Bukannya jam 9 nanti kau mau rukiah jov?” tanyaku basa basi, soalnya sudah jam setengah sembilan. “Enggak jadi ta” jawab jovi singkat.

Aku makin curiga dengan jovi, tiba-tiba orang pintar dan temanku yang tadi pun datang, jovi langsung histeris, “jangan! Jangan!” dia terus teriak “jangan” entah apa yang jangan pun aku tidak tau. Sepertinya dia takut dengan orang pintar itu, tangan jovi pun langsung di pegang oleh orang pintar itu sambil di bacakan doa-doa, jovi nangis “ta tolong aku ta” dia mohon mohon padaku, “iya jov , tenang ya” aku coba buat tenangin jovi. “Panas!” teriak jovi, “sudah selesai, hantu yang ada di tubuh jovi sudah keluar” kata orang pintar itu.

Aku lihat pun jovi sudah mulai rileks, tiba-tiba dia bengong lagi tatapannya menuju ke pertigaan jalan. “Brak!” ada orang jatuh dari motor di pertigaan jalan itu, jovi orang pertama berdiri untuk menolong orang yang jatuh tadi, aku dan teman-temanku pun ikut menolong. Syukurlah orang yang jatuh tadi tidak apa-apa, hanya luka ringan saja. Kami kembali ke warnet, jovi menceritakan apa yang baru saja dia lihat di pertigaan jalan tadi, dia melihat dua hantu anak kecil sedang bermain disitu.

Mereka berlari-lari seperti sedang bermain kejar kejaran, dan orang yang tadi terjatuh dari motornya dia ternyata menyenggol hantu itu, makanya dia terjatuh dari motor. Sudah jam sembilan, aku pamit pulang dan jovi pergi ke masjid raya untuk rukiah. Sudah 4 kali jovi rukiah, dan keadaannya pun semakin membaik, hanya saja ada satu yang masih nyangkut di dalam diri jovi, yaitu jovi bisa melihat “mereka” hantu sampai sekarang. Sekian ceritaku ya pembaca KCH, kalau ada kesalahan mohon maaf, salam saya dari Batam, wassalam.
Fb : EbtaWessley

KCH

Ebta Meliumi Wesleey

Sekedar kembali mengingatkan. "Jangan pernah baca ini sendirian" :)

All post by:

Ebta Meliumi Wesleey has write 2,694 posts