Gangguan di Rumah Bude

Kisah ini nyata, terjadi pada saudara-saudaraku yang pernah menginap di rumah budeku. Rumah ini terletak tepat disamping rumahku. Budeku tidak memiliki anak, dulu beliau memiliki seorang putra, tapi sang kuasa telah memanggilnya di usia yang masih kecil. Suaminya yang memiliki bisnis di luar jawa membuatnya jarang pulang. Hal itu membuat budeku sendirian di rumah dan tak jarang menyuruh keponakannya untuk menginap di rumahnya.

Tapi sejak anak dari salah satu keponakannya atau sepupuku dititipkan padanya, kini beliau tak sendirian lagi meskipun suaminya jarang pulang. Kisah pertama dialami oleh sepupuku yang tak lain adalah ibu dari anak yang dititipkan pada budeku. Sebut saja Efi (samaran), kala itu malam hari, Efi sedang menidurkan putrinya yang sekarang diasuh budeku. Kebetulan kamar di rumah itu ada 2 dan Efi memakai kamar depan untuk menidurkan anaknya yang bernama Ratih (samaran), kini Ratih sudah kelas VI SD.

Saat Efi mulai merasa mengantuk, dia dikejutkan dengan perasaan seperti ada seseorang yang ikut berbaring dibelakangnya. Saat itu posisi Efi tidur miring. Efi jelas sekali merasakan seseorang turut tidur bersamanya diatas kasur. Keringat dingin membasahi tubuhnya, Efi ketakutan dan tak berani melihat siapa yang ada di belakangnya, jika manusia mengapa tak terdengar suara langkah kaki?.

Sedangkan saat itu bude sudah tidur di kamar sebelah dan tak ada orang lain selain mereka. Sedangkan kejadian kedua dialami oleh si empunya rumah, budeku sendiri. Saat itu siang hari, di rumah itu budeku memang memiliki usaha sebuah toko kelontong, namun dikala siang memang jarang pembeli. Oh ya bude bilang kayu untuk membangun rumah memang bekas kayu hutan, jadi tak heran jika banyak penunggunya.

Siang itu pintu ruang tamu sengaja ditutup, namun toko tetap buka, diteras rumah terdapat sebuah kursi kayu yang sudah usang. Budeku merebahkan tubuhnya di kursi panjang di ruang tamu. Namun saat bude memejamkan mata tiba-tiba *klatak.. klatak terdengar seperti suara kursi kayu itu dijomplang kalau bahasa jawanya, namun saat dicek kursi itu tetap pada tempatnya, tak bergerak sedikitpun.

Kejadian itu terus berlangsung siang itu, hingga akhirnya diacuhkan oleh budeku. Pernah pula suatu malam saat semua sudah terlelap. Ratih memiliki kebiasaan tidur di depan televisi dengan lampu menyala. Malam itu entah jam berapa, budeku terbangun dan melihat sekelebat sosok Ratih berjalan kembali dari ruang tamu memakai daster warna hijau.

Keesokan paginya bude menanyakan hal itu pada Ratih dan Ratih menjawab bahwa semalam ia tidak bangun sama sekali dan bude baru sadar bahwa semalam Ratih memakai kaos putih dan rok coklat. Namun budeku sudah biasa dengan semua itu. Begitulah kesaksian menurut mereka yang pernah diganggu, buat kawan-kawan makasih sudah mau baca ceritaku, maaf kalau tidak seram.

loading...

Share This: