Gangguan di Saat Membaca Cerpen Horor

Assalamualaikum, hay sahabat KCH saya akan bercerita kembali ketika pengalaman memberikan pelajaran dalam kehidupanku hingga akhirnya Allah mudahkan aku untuk kembali berbagi cerita dengan judul gangguan di saat membaca cerpen horor, kepada sahabat KCH tentang makhluk yang berbeda dunia dengan kita. Dan semoga bermanfaat. Bismillah.

Membaca sebuah cerita hantu adalah salah satu kesukaanku. Dari yang berbentuk novel, cerpen, maupun bentuk lisan dari teman-teman yang bercerita. Asyik, jika sudah dapat mendengarkan bahkan membayangkan kengerian “mereka” yang tertangkap oleh mata manusia. Tapi, juga ngeri jika dunia “mereka” merasa terusik yang berakibat akan menjadi kengerian seorang diri di kala hantu itu menganggu.

Menampakkan dirinya pada sebuah alam yang sulit sekali “mereka” pijaki. Astaghfirullah, melihat mereka yang selalu mengagetkan, merinding kemudian takut deh, untuk sementara tak mau lagi datang atau hanya sekedar lewat di tempat penampakan itu. Ini nih yang selalu merepotkan orang lain, supaya menemani jika ingin kembali lagi di tempat penampakan itu lagi, *hehe.

Seperti saat siang itu. Aku sedang asyik membaca cerpen horor di salah satu situs di internet. Sungguh, dari awal aku baca aku merasa baper *hehe, karena ceritanya hampir mirip dengan apa yang selama ini aku alami. Tapi, anehnya ketika aku sedang membacanya “dia” selalu ada di sampingku tepatnya di sebelah kiriku. Anak kecil perempuan dan hanya hitam yang ku lihat jelas, selalu berada di sampingku ketika aku baca cerpen horor tersebut.

Samar-samar ku mendengar bisikan bahwa aku untuk tidak melanjutkan membaca cerpen horor tersebut tanpa aku mengerti apa alasannya tapi aku selalu abaikan bisikan aneh itu. Dan tetap *kekeh melanjutkannya sampai akhir.
Di pertengahan cerpen horor yang ku baca, sungguh aku selalu mengalami hal-hal aneh. Dan yang aku ingat, saat itu aku sedang mandi dan sebelah kamar mandi itu adalah dapur.

Dari arah dapur aku mendengar salah satu alat masak yang tergantung di dinding jatuh padahal tidak ada orang satu pun di dapur tersebut ataupun kucing yang berkeliaran. Di saat aku sedang mandi aku selalu merasa ada yang memperhatikan aku, terlihat jelas perempuan dengan rambut terurai memakai baju hitam berada di belakangku. Ya Allah, aku merasa sangat risih.

loading...

Hari esoknya aku membuka internet kembali dan membaca kembali cerpen horor tersebut. Uh, nggak kapok ya *hehe. Dari setiap kata dan kalimat aku pahami sambil membayangkan dan mencocokkan apa yang selama ini aku alami (ya, ceritanya hampir sama ketika aku pertama melihat “mereka”, insya Allah kapan-kapan akan aku ceritakan ya, *hehe). Ternyata kembali ada gangguan dan lagi-lagi hampir sama, untungnya lebih menyeramkan di cerpen horor tersebut, Alhamdulillah.

Tapi gangguan-gangguan aneh ketika membaca cerpen horor tersebut tak pernah usai. Di tambah lagi dengan langit mendung yang tinggal menghitung detik agar kumpulan awan hitam di langit itu tumpah membasahi bumi ini dan menjadikan suasana di siang itu gelap dan mencekam. Walaupun aku membacanya di ruang tamu yang mudah terlihat dari luar tetapi hantu-hantu itu selalu bersliweran di depanku, ada yang masuk ke kamarku lalu ada yang keluar dengan berlari ada pula yang berjalan lambat.

Dan lagi-lagi hantu perempuan tinggi dengan rambut terurai sebahu serta yang tak pernah tertinggal dalam dirinya yaitu mata hitam pekat yang selalu melotot, terlihat tubuhnya yang kaku berjalan lambat ke arah kamarku. Kebetulan kamar aku bersebelahan dengan ruang tamu. Jadi dengan leluasa mata ini menangkap “mereka”. Lalu, hanya bayangan hitam yang berlari keluar dari kamarku. Ada pula yang sedang duduk mematung di depan TV, hantu perempuan dengan tubuhnya yang cacat dan terdapat sedikit darah di tubuhnya.

Suara itu yang selalu terdengar jelas di telinga kiriku ketika aku sedang berada di dalam kamar sendirian dengan keadaan rumah yang sepi. Hembusan nafas yang selalu menghantuiku di saat aku baru menyelesaikan membaca cerpen horor tersebut. Astaghfirullah, cukup lama aku merasakannya.

Dan ada juga perempuan bermuka datar itu yang selalu menghantuiku di saat ruangan bercahaya remang-remang. Di sekitar matanya terdapat bundaran hitam pekat dan melotot tanpa berkedip menatap ke arahku. Hanya rambut hitam dan baju hitam yang menempel di tubuhnya tak ada juntaian tangan atau kaki yang membantunya berjalan. Tetapi hanya mengambang bersama juntaian baju hitamnya itu.

Tetapi, alhamdulillah, semakin berjalannya waktu gangguan-gangguan misterius tersebut perlahan pergi dan penampakan seorang wanita pun hilang dengan sendirinya. Sekarang pun aku merasa “mereka” ada di sebelah kiriku dan aku merasa “dia” sedang membaca tulisanku. Jadi hati-hati ya sahabat KCH *hehe. Saran saya baca doa dahulu sebelum membaca cerita tentang dunia “mereka”. Dan satu lagi jangan abaikan kalimat di atas. “Jangan pernah baca ini sendirian!”. Sekian dari saya, terima kasih. Wassalamualaikum.
Alamat facebook: [email protected]

KCH

Asril

Sekedar kembali mengingatkan. "Jangan pernah baca ini sendirian" :)

All post by:

Asril has write 2,694 posts