Gangguan Jin Jahat

Sebelumnya saya mengucapkan banyak terima kasih kepada admin yang sudah meloloskan kisah nyata yang telah saya tulis dengan judul “dejavu indra ke-6” tulisan ini berdasarkan kisah nyata bukan fiktif atau sekedar karangan. Waktu itu saya berumur kira-kira 8 atau 9 tahun. Depan rumah ada pohon jambu dan pohon mangga sudah berumur dan tinggi kira-kira 15 meter.

Pohon tersebut dekat dengan atap teras terbuat dari seng dengan berlandaskan kayu-kayu yang sangat kuat, jadi diinjak orang dewasa tetap kuat. Hingga banyak anak-anak kecil seusia saya waktu itu manjat jambu ketika sudah diatas selalu duduk diatas seng tersebut. Kalau sudah duduk diatas sangat nyaman banget, saya pun juga merasakan perasaan nyaman karena diatap tersebut tidaklah panas melainkan adem dan sejuk karena dedaun pohon mangga dan jambu menaungi atas rumah.

Jika belajar dan mengerjakan pekerjaan rumah (PR) pada siang hari selalu asik kalau berada diatap rumah. Pernah hampir seminggu lebih saya tidak naik keatap rumah seperti ada yang memanggil suara wanita terdengar masih muda. Memanggilku “dik pras”. Saya cari-cari disekitar tidak ada orang sama sekali. Kalau saya sendiri sangat betah hingga maghrib berada diatas sendiri, tapi yang saya rasakan agak pusing kalau sudah berlama-lama.

Hingga suatu saat nenek dan ibu saya berkata “ojo sering dolanan ne duwur dewe mergo neng duwur ono setane, om koko disik nganti wengi mesti ne duwur dewe” (jangan sering main diatas sendiri karena diatas ada setannya, om koko dulu sampai tengah malam selalu diatas sendiri). Setelah mendengar larangan dari nenek dan ibu, saya tidak berani lagi naik keatas hingga suatu hari teman-teman seusia mau manjat pohon jambu dan mau bermain diatas rumah saya larang.

“Ojo do dolanan ne nduwur, kui neng kono ono setane” (Jangan pada bermain diatas, disitu banyak setannya). Teman seusia saya mengurungkan niatnya untuk bermain diatas. Sejak saat itulah tidak ada yang berani bermain diatas rumah lagi. Setelah saya melarang, pada malam harinya saya merasakan hal ganjil seperti merasakan akan ada yang menimpa saya. Depan rumah kira-kira 7 meter ada sungai.

Sungai berukuran lebar 1.5 meter dan dalamnya kisaran 20 cm, diatas mata kaki orang dewasa dibatasi dinding rumah besar milik orang cina. Ada lampu-lampu penerangan sekitaran sungai yang disediakan pemilik rumah tersebut. Waktu itu usai maghrib saya lihat lampu rumah milik orang cina pada bagian untuk penerangan sungai biasanya hidup tetapi sore itu mati semua.

Saya dekati sungai dan sambil buang air kecil (maaf waktu itu saya masih bocah selalu mengabaikan sesudah buang air kecil untuk membasuh) disungai, sebelumnya saya membaca basmalah. Ketika buang air kecil, saya seperti dilempar batu dari belakang banyak sekali tapi tidak ada satupun yang mengenai tubuh saya. Kira-kira daun jambu batu tersebut mengenai tembok rumah milik orang cina suaranya sangat keras, “*tak, tak, tak” saya lihat ternyata sobekan daun jambu yang masih hijau-hijau mengenai tembok lalu mengambang disungai.

Mikir pintas “ini daun kok seperti batu” ada beberapa lagi sobekan daun dilemparkan lagi-lagi mengenai tembok. Saya amati ternyata benar, sobekan daun selebar kuku orang dewasa mengenai tembok lalu mengambang kesungai. Saya balik arah melihat pohon jambu, benar-benar kaget banyak sobekan daun jambu dilemparkan dari atas pohon jambu tepat diwajah saya.

loading...

Tubuh saya seperti ada perisai atau pelindung jaraknya sekitar 2 cm daun yang dilemparkan selalu meleset. Mata saya terkadang berkedip karena kaget ada sesuatu yang akan mengenai wajah saya, ditelinga saya sampai terdengar “*swit, swit, swit” yang menandakan sangat keras lemparan tersebut. Jarak sobekan daun sekitar 2 cm dari telinga jadi sangat terdengar adanya lemparan benda yang akan mengenaiku.

Kejadian itu berlangsung sekitar satu menit. Kaki saya gemetaran laripun terasa sangat pelan, yang saya bisa lakukan hanya takbir berkali-kali hingga lemparan tersebut berhenti. Jarak rumah sangat dekat setelah normal kaki, saya langsung lari kerumah melewati pohon jambu tersebut lalu menceritakan yang saya alami pada nenek dan ibu saya dengan nada yang masih gemetaran, ibu mencoba untuk menenangkan saya.

Sekian kisah nyata saya. Itulah keutamaan bacaan basmalah, jika sudah keluar rumah ataupun bepergian untuk saudara muslim biasakan langkah kanan dan membaca basmalah agar senantiasa kita dilindungi dari mara bahaya disebabkan gangguan jin jahat. Pengalaman saya ini nyata, bacaan tersebut memberikan perisai hingga jin pun tak mampu menyentuh untuk mencelakakan kita.

Bacaan basmalah, bismillahirrahmanirrahim (segala puji bagi Allah yang maha pengasih lagi maha penyanyang). Harus diyakini dalam hati hanya Allah saja yang mampu melindungi kita. Semoga kita senantiasa selalu dalam lindungan-Nya amin.

KCH

Prastyo

Sekedar kembali mengingatkan. “Jangan pernah baca ini sendirian” :)

All post by:

Prastyo has write 2,704 posts

Please vote Gangguan Jin Jahat
Gangguan Jin Jahat
Rate this post