Gangguan Saat Berburu Hewan

Hay, salam kenal nama saya bartan dari Kalimantan Utara, tepatnya kabupaten bulungan. Saya 27 tahun dan masih lajang (promosi dikit lha), saya mengajar disebuah sekolah ditengah perkebunan milik sebuah yayasan yang memang disponsori oleh perusahaan perkebunan tersebut. Karena memang ditengah perkebunan dan dikelilingi hutan, sungguh tepat buat saya yang punya hobi berburu hewan seperti kancil ataupun luwak.

Dan kebiasaan berburu tersebut sudah sejak lahir dan diturunkan dari bapak (maklum orang dayak *broh). Perkebunan ini jauhnya 20 KM dari desa terdekat. Gak cocok dengan orang-orang berjiwa “takut kesepian”, yang ada kayak saya yang “siap kesepian” dimalam apapun itu, termasuk malam minggu yang horor itu. Oke, nah pengalaman ini baru minggu lalu. Meskipun sudah banyak sih pengalaman gak masuk akal selama dihutan sendirian maupun bareng sesama teman pemburu.

Saat itu saya berburu malam hari sendiri. Kira-kira jam 12.30 malam (bayangin sendiri deh suasananya, romantis gimana gitu). Jarak berburu dari asrama/mess sekolah kurang lebih 5 KM. Kira-kira 7 menit berkendara, (oh iya saya naik motor menuju ke areal perburuan). Senter yang saya gunakan menyorot sepasang bola mata indah sehingga memantulkan cahaya bening dari lirikan itu, dan menurut pengalaman saya itu adalah mata dari luwak (dan benar memang luwak).

loading...

Saya pun memberhentikan laju kendaraan dan bersiap headshoot pertama saya malam itu. Saat mempersiapkan tembakan dan dalam posisi menembak, “*krik” saya dilempari kerikil dari arah kanan posisi saya menembak. Meskipun lemparan tersebut meleset tapi jelas sekali pantulan kerikil itu terlihat oleh sorotan senter saya, yang kala itu reflek dengar suara lemparan tersebut.

Tak mau keburu kabur tuh luwak, saya siap menembak lagi, namun maju kira-kira lima langkah kedepan (menyesuaikan perpindahan tuh luwak). Kepala luwak sudah terlihat jelas dan “*jebret, wush” gemuruh dari pohon dikanan saya yang menggagalkan niat menembak kedua saya yang pasti mengagetkan saya (pakai banget). Reflek saya menoleh dan mengarahkan senter saya kearah sumber gemuruh tersebut.

Goyangan dahan pun masih terlihat, cahaya senter yang saya arahkan pun secara acak saya hamburkan kesegala kemungkinan sumber suara gemuruh tadi. Namun nihil, dengan skill yang saya miliki sebagai pencari hewan yang sudah cukup berpengalaman, tak terjawab sumber suara tersebut. Sempat harapan saya itu adalah pasangan luwak tersebut, namun gak ada juga.

Dari dahan sampai kedataran tanah gak terlihat ada sesuatu yang menjadi penyebab gemuruh tadi. Setelah itu, saya senter lagi arah luwak yang rencananya tadi akan saya tembak. Seperti harapan dan dugaan teman-teman pembaca, ya, lost target *ndan. Entah kemana? Di mana? Kapan berlalunya luwak tersebut? Pupus harapan headshoot luwak pertama. Sambil berbalik kearah motor, saya melihat ada bekas cengkraman ban mobil diaspal.

Dan bekas itu seperti bekas kendaraan yang lagi slip atau kehilangan kendali dan bekas ban tersebut tepat kearah motor saya parkir dipinggir jalan sampai keluar jalur dari aspal. Entah kenapa pikiran detektif saya muncul, “apa disini bekas kecelakaan ya?” tanya dalam hati, yang jelas gak benar nih lokasi, ada sesuatu yang aneh saja rasanya. Kebakar sih emosi, sama kayak saat ditikung saingan dulu (curhat lagi).

Kalau memang muncul yang aneh-aneh, tembak sekalian. Maklum sudah kecewa ditambah dikerjain, galau *dong ya? Dari situ saya lanjut perjalanan kedaerah perburuan utama. Ya cukup beruntung dalam perburuan malam itu dapat kancil galau nyasar, yang mungkin sudah memberikan dirinya pada sesama single. Lumayan, bisa buat lauk teman-teman seperguruan dan sepenanggungan, *hehe.

Aturan main dalam berburu saya: Berburu boleh namun ketika cukup, ya sudah, jangan berlebihan carinya. Jangan berburu hewan langka, yang tidak dikonsumsi, yang terlihat hamil, (kalau kelihatan lho ya), apalagi hanya sebagai target tembak/latihan, dan sebagainya, yang intinya mubazir lah. Hal ini menjaga kelestarian jenis fauna kita. Sorry kalau gak berhasil bawa teman-teman jadi takut. Karena memang gak niat nakutin sih, *hehe. Salam misteri dan salam pemburu single, #eh.

KCH

Bartan

Sekedar kembali mengingatkan. "Jangan pernah baca ini sendirian" :)

All post by:

Bartan has write 2,670 posts