Gara-gara Bukber

Perkenalkan nama saya irfan, ini merupakan cerita nyata gak nyata sih yang pernah aku dan kedua teman alami. Siang itu merupakan hari ke-2 berpuasa, seperti biasa aku dan kedua temanku berangkat menuju Warteg yang buka disiang hari, untuk bukber alias buka beurang (buka siang) *hehe. Tapi ternyata Warteg langganan kami pun tutup karena takut terkena razia.

loading...

Dengan terpaksa kami harus mencari Warteg lain dengan berjalan kaki. Sekitar 20 menit kami berjalan. Melalui perkebunan, pemakaman, perternakan angsa, dan akhirnya kami pun menemukan Warteg paceng (paket goceng) *hehe. Ketika kami berangkat kami tidak menemukan hal-hal ganjil, tapi ketika aku dan temanku selesai makan kami sudah merasa ada hal-hal ganjil. Mulai dari aku merasa ada hembusan nafas dibelakangku, dan ada yang mencolekku, tetapi tidak ada seseorang dibelakangku.

Lalu aku dan temanku memutuskan untuk pulang, diperjalanan pulang kami merasa ada yang mengikuti. Pertama kami melewati perternakan angsa dan ditempat ini lah yang mengikuti kami tadi menghilang. Tapi kami menghadapi hal lain, pasti kalian tahu kan apa yang kami hadapi disana, yaitu disosor angsa, lalu hal ganjil terjadi lagi lepas beberapa meter dari perternakan kami merasakan ada bau wangi menyengat seperti bau minyak wangi, angin sejuk, dan aura yang membuat bulu kuduk kami berdiri, menerpa melalui belakang menandakan bahwa aura ini adalah positif.

Lalu kami mencari dan menemukan pusat dari bau tersebut dibawah pohon sawo besar, lalu sesosok makhluk besar berjanggut, dan berambut putih gondrong pun muncul dihadapan kami bertiga, kami langsung menggunakan ajian langkah 1000 tanpa memikirkan hal lain. Lalu sesampainya kami dipemakaman kami mencium bau kentang bakar, bau ketan, dan kami mendengar seperti ada suara ayam kalkun padahal disekitar sini sepertinya tidak ada yang memelihara ayam kalkun, lalu kami menghiraukan bau dan suara tersebut.

Semakin kami berjalan kedepan, bau tersebut semakin tercium. Kami merasakan aura negatif yang menerpa kami melalui arah depan, dan suara tersebut semakin pelan terdengar lalu kami melihat sesosok hitam besar berbulu hitam lebat, bermata merah, dan berkuku tajam berjalan ke arah kami, entah mengapa aku merasa dia mirip dengan makhluk putih tadi, hanya perbandingannya mungkin seperti bumi dan langit.

Lalu makhluk tersebut berkata “keur naon sia didieu?” (lagi apa kamu disini?). Aku ingin sekali menjawab tetapi mulutku seperti terkunci, aku ingin berlari tetapi kakiku seperti terikat, sampai-sampai seluruh yang aku lihat pun menjadi gelap, dan semua indra yang ada didalam tubuhku seakan-akan menjadi mati, mulai dari mata, hidung, telinga, dan lain-lain.

Hanya hati yang bisa aku gunakan, hatiku membacakan doa entah doa apa yang aku bacakan saat itu, semakin lama aku semakin berpikir bahwa kematianku sudah dekat. Kemudian aku beserta temanku tidak sadarkan diri dan disaat kami terbangun kami tidak tahu sedang berada dimana kami ini. Lalu seorang kakek tua datang bersama dengan sosok putih yang pertama kali kulihat, tapi entah mengapa kali ini kami tidak merasa ketakutan sedikitpun dan kakek itu pun memberitahu bahwa makhluk hitam yang tadi kami lihat adalah genderuwo.

Lalu makhluk putih yang berada disampingnya merupakan khodam (pendamping) yang selalu berjalan mengikuti si kakek tersebut. Kemudian si kakek tersebut membacakan ayat kursi kepada 3 buah gelas yang didalamnya terdapat air, untuk diberikan kepada kami agar genderuwo tersebut tidak mengikuti kami. Lalu kami berterima kasih, dan berpamitan pulang hingga akhirnya kami sampai kerumah dengan selamat. Sepertinya ini merupakan teguran dari Allah SWT untuk anak nakal seperti kami.
Whatsapp: 081574564887

Harry Romadhon

All post by:

Harry Romadhon has write 1 posts