Gara-gara Lagi Datang Bulan

Aku sering pulang malam hampir tiap hari, namanya juga anak kost karena kuliah belum terlalu padat dan ditambah ada mobil pribadi. Kalo di kost terus kan boring, dari sore hingga malam kegiatanku paling ngumpul-ngumpul dan ngobrol. Tapi ada satu hal yang bikin aku kapok, ceritanya malam itu aku janjian di salah satu cafe di jalan Teuku Umar. Gak tau ada firasat atau apa, disaat aku keluar dari kost, aku seperti tidak enak hati.

Rasanya seperti ada yang ketinggalan tapi setelah aku cek semua ada. Sesampainya di cafe itu temanku ruby sudah menunggu, ruby enak sih ngobrolnya. Tapi kenapa ya aku benar-benar gak enak hati. Rasanya pengen cepat pulang, bahkan ruby pun sempat bertanya kepadaku.

“Kenapa kamu sih Rita? kayaknya kamu tidak nyaman gitu”.
“Nggak by, tapi malam ini aku nggak enak hati”.

loading...

Aku mencoba menjelaskan apa yang aku alami, namun ruby hanya mengerutkan dahi. Singkat cerita waiter cafe itu menyampaikan pada aku dan ruby kalo mereka sudah last order. Aku pun mengajak ruby untuk melanjutkan cerita di kost atau besok kita bisa lanjut mengobrol lagi. Ruby pun menyetujui ajakanku, dan kami pun berjalan ke parkiran. Ruby bilang kalo dia yang akan menelpon duluan, setelah kami berpamitan lalu aku berjalan ke arah parkiran mobil yang dekat dengan sebuah pohon besar.

Agak jauh memang, tapi mau gimana lagi tadi parkirannya sangat penuh. Lalu ruby pamit duluan kepadaku dan aku baru saja membuka pintu mobil, tiba-tiba didalam mobilku tercium bau bunga. Ini bukan bau parfum yang aku pakai, aku segera menjalankan mobil sambil mengendus bau bunga tersebut. Bau bunga itu tidak hilang, aku sudah coba buka kaca tapi masih saja. Lalu, akhirnya aku sampai di kost dan yang aku mau hanya cepat tidur dan cepat pagi.

Perasaanku masih tidak enak, kondisiku benar-benar tidak tenang. Aku sudah di kamar membuka baju dan menyambar handuk, guyuran air panas tidak berhasil memperbaiki keadaan. Aku masih tidak tenang, seperti ada yang memperhatikanku. Akhirnya aku mempercepat mandiku, sampai aku mendengar suara aneh seperti benda diseret. Aku reflek membuka gorden kamar mandi dan tidak ada siapa-siapa. Aku langsung handukan dan memakai baju tidur lalu menuju tempat tidur.

Aku menenggelamkan badanku dengan selimut, sedikit mengantuk dan aku tertidur. Entah berapa lama aku tertidur, aku terbangun karena udara dingin menusuk kulitku. Aku membuka mata dan selimutku berada dibawah. Aku terbangun dengan posisi duduk diatas kasur, aku bangkit dan mencoba untuk mengambil selimutku tapi seperti ada yang menarik selimut dari bawah kasur. Aku tarik lagi, dan ada yang menariknya dari bawah kasur.

Aku turun dan langsung menariknya lagi lalu astaga, dari bawah kasur muncul kepala manusia keluar merangkak dengan tangannya yang putih pucat. Perempuan itu merangkak kaku keluar dari bawah kasurku, sambil perempuan itu mengeluarkan suara-suara aneh. Aku mundur perlahan dan aku lihat dia berdiri dengan badan kaku seperti patah. Sampai benar-benar aku menyentuh dinding dibelakang, perempuan itu terus menghampiriku. Aku berteriak, tapi tidak ada suara dari mulutku kemudian hantu perempuan itu mengendus-endus kepadaku.

Yang aku rasakan adalah kepalaku kunang-kunang, aku tidak ingat apa-apa lagi hanya gelap dan yang aku dengar hanya suara-suara aneh. Paginya aku terbangun, kemudian aku mandi dan pergi ke kampus. Di kampus aku menceritakan apa yang terjadi padaku semalam kepada temanku hasna, dia lalu mengajak aku bertemu dengan temannya.

Kalo tidak salah namanya Aul, dia anak indigo. Kalo aul bilang ini gara-gara aku lagi datang bulan. Dan aku sering keluar malam, makhluk itu sudah ikut dari waktu aku keluar rumah juga kembali lagi kerumah. Dan ikut denganku sekarang, dia mengikutiku terus. Agak parno sih, ya karena gangguannya cuma datang sebulan sekali sepertinya tidak bermasalah.

Hingga suatu hari ketika aku pulang malam lagi, aku yang duduk menyetir tiba-tiba mendengar sesuatu. Awalnya aku kira itu radio tapi ternyata itu bukan dari suara radio, melainkan dari seorang perempuan yang aku kenal yang pernah ada di bawah kasurku waktu itu dan sekarang dia duduk sambil bersenandung di jok belakang mobilku.

Share This: