Gara-gara Lihat Foto Kecelakaan

Hari rabu kemarin adalah hari dimana ada sebuah kecelakaan yang menewaskan seorang pengendara sepeda motor di DAM Trimurjo, Lampung. Aku mendapat info dari seorang petugas Puskesmas SWISS (sekitar wilayah Simbarwaringin Sebelas). Karena posisiku sedang menunggu dokter untuk cek lab HB, HIV dan HBSHG. Antara penasaran dan takut, (takutnya kalau jasad dibawa ke puskesmas, kan ngeri-ngeri seram gimana gitu, *hehe).

Singkat cerita. Suamiku pulang kerja sore karena tidak ada lemburan. Dia bercerita tentang kecelakaan yang dia lewati dijalan itu. Malamnya saya buka sosmed. Karena bosan, akhirnya melihat postingan dari teman-teman. Lalu tidak sengaja aku melihat ada postingan dari salah satu pengguna sosmed yang mengupload foto kecelakaan yang terjadi pagi tadi di DAM itu. Sangat-sangat jelas, korbannya terkapar dengan posisi tidur telungkup memakai jaket hitam dan sepatu merah, masih menggunakan helm dan banyak sekali, sangat banyak sekali yang berceceran disepanjang jalan. Iya itu adalah darah dan otak.

Otaknya berhamburan walau sudah memakai helm. Sungguh membuat dahiku mengernyit melihat foto-foto itu. Lalu aku perlihatkan pada suamiku, dia pun menanggapi dengan ekspresi yang sama. Hanya saja tidak aku perlihatkan dengan jelas, karena aku tahu dia pasti bakal mual. Keesokan harinya, kulihat suamiku pulang dari kerja jam 7 malam. Seperti biasa aku selalu menyuruhnya cuci kaki dan tangan jika pulang malam.

Tapi dia seolah-olah mengabaikannya. Setelah dia buka puasa lalu mandi. Aku hanya dikamar mengecek ponsel. Tiba-tiba suamiku datang, dia tidak seperti biasanya. Dia seolah-olah marah padaku, dan matanya melotot. Kemudian dia mendekat, lalu mendekat sambil bilang “kesini kamu!”. Tapi suara itu, suaranya berubah seperti bukan suara suamiku. Dia lain, dan dia bukan suamiku, ya kupikir dia kesurupan. “Aku adalah korban yang kau lihat didalam foto itu” katanya dengan nada marah.

Lalu aku menutup mukaku dengan tangan dan lutut kakiku. Berusaha tidak melihat wajahnya dengan matanya yang melotot tajam kearahku. Aku mulai menjerit, ya mungkin hanya dengan menjerit ada yang akan menolongku. Ternyata tidak sia-sia, bapak ibu beserta tetangga datang menghampiri kami. Lalu mereka memisahkan kami, karena aku akan dicekik oleh suamiku. Malam itu sekitar jam 10, aku dan bapak pergi kerumah kiyai/guruku, untuk meminta bantuan.

Tapi beliau hanya membantu lewat jarak jauh/dari rumahnya. Dan dia hanya memberi kami sebuah mie instan goreng untuk suamiku (hah?). Lalu kami pulang, dan ternyata masih sama kondisinya. Ketika aku datang, mata suamiku langsung melotot mengincarku. Aneh, kenapa hanya denganku dia melotot? Lalu aku lari keluar rumah lagi, dan meminta bantuan pada yang lain. Aku meminta diantar oleh teman lamaku. Kebetulan dijalan masih banyak pemuda nongkrong, jadi aku paksa salah satu dari mereka untuk mengantar kami kesebuah rumah. Iya, rumah kali ini agak jauh dari desaku.

loading...

Kami sampai dirumah pak h**** dan meminta bantuannya. Kebetulan dia juga punya kelebihan/ilmu supranatural positif. Akhirnya kami naik berboncengan 4 orang sekaligus (hah? Bagaimana bisa?). Sesampainya dirumahku, pak h**** langsung masuk dan menemui suamiku. Dengan jari telunjuk dia mendeteksi keberadaan hal-hal mistis, namun sayang. Negatif alias tidak ada, katanya. Tentu saja aku terkejut, sedangkan suamiku masih melotot kearahku.

Lalu, tidak sengaja aku mendengar “aku tidak apa-apa pak, aku hanya ingin membuatnya ketakutan dan menjahilinya” kata suamiku. “Hah? Apa?! Tapi bagaimana mungkin?” kataku, karena aku masih merasa dia kesurupan. Saat mereka tidak melihat suamiku, matanya selalu melotot kearahku, dan ketika mereka melihatnya, dia hanya tersenyum seperti layaknya orang normal.

Lalu gubrak, aku terbangun dari mimpi. Ya ternyata itu hanya sebuah mimpi yang aneh. Aku terbangun karena jam 11 malam jadwal buang air kecil, (maklum beser, karena suruh banyak minum) *hehe. Sekian cerita dari saya. Semoga tidak pada kecewa ya, *hihi. Kabur ah, dari pada ditimpuk member KCH, wassalam.

loading...
Dwy Dwi Dandwi

Dwy Dwi Dandwi

Jangan baca ini sendirian ya... :D by: penulis amburadul horor dari lampung tengah.

All post by:

Dwy Dwi Dandwi has write 116 posts