Gara-gara Memanggil Arwah Teman

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Jumpa lagi denganku. Maaf ya baru kirim cerita lagi, maklum aku banyak kerjaan. Oh iya aku juga mau terima kasih dengan Sezgina Fradah, karena aku suka-suka dan kagum-kagum dengan ceritanya, apalagi di cerita yang judulnya misteri nama Fradah sampai the end, aku sangat suka dengan cerita itu. Ini pengalaman aku dan temanku namanya Nayla. pengalaman ini pun kerap terjadi di tanggal kamis 22 September 2016.

Di sebuah sekolahku, hampir semua teman-temanku (murid-murid kelas 4A) kena kejahilan salah satu murid kelas 4A yang bernama Andi, dia itu orangnya sangat suka menjahili teman-temannya kadang guru kelasku. Kadang dia menjahili teman-temanku dengan cara menulis “aku sudah gila” atau “aku sudah gak waras” di kertas tulis dan menempelkan di punggung atau kepala teman-temanku, pernah dia bersembunyi di dekat tong sampah dan jika ada yang lewat segera dikagetkan. Dari masuk sekolah sampai pulang sekolah dia kerjaannya jahil mulu.

Di jam pulang sekolah, semua murid-murid dari TK sampai SMA (terutama aku) melihat anak laki-laki bernama Andi sedang main-main di samping pinggir jalan, hingga dia tidak sadar kakinya melangkah ke tengah jalan dan tertabrak mobil dan akhirnya meninggal.

Singkat cerita, setelah dikuburkan, salah satu siswi SMP pernah dengan sengaja mengatakan nama “Andi” 5 kali di depan kaca toilet sekolah sambil memejamkan matanya, dan tanpa disadari, muncul wujud Andi yang menggunakan baju seragam SD yang kotor, mukanya hancur, semua kulitnya berwarna hijau, tangannya memegang pisau, mata kirinya bolong, kulit mukanya keras seperti batu (bayangkan saja wujudnya seperti itu) melayang dan mengelilingi siswi itu.

Cewek itu pun melapor ke kepala sekolah dan kepala sekolah memberi tahu ke semua kelas bahwa dilarang memanggil arwah Andi dengan menggunakan cara siswi SMP yang tadi. Jam istirahat tiba, aku meminta teman sebangkuku (Nayla) mengantarku ke toilet dan tunggu di luar pintu (masa di dalam toiletnya, malu *dong, *hehe). Nayla pun mengiyakannya saja.

Selesai ke toilet aku dan Nayla cuci muka di wastafel toilet sebentar, pas aku cuci muka, aku melirik sebentar ke arah Nayla, dan aku melihat dia sedang memanggil arwah Andi dengan cara siswi SMP itu. Aku kaget dan mengatakan ke Nayla “gila kamu, kan sudah dibilangin pak kepala, bisa bahaya juga tahu, kamu mau dihantuin nanti” setelah Nayla selesai memanggil Andi, tapi hantu Andi tidak muncul juga. kami berdua pun pergi dari toilet dan ngomong di bangku taman sekolah.

Nayla: enggak kok.
Aku: iya ya, kok gak ada hantu andinya?
Nayla: bukan, tadi kan kamu ngomong “gila kamu” ke aku, maksudnya aku gak gila, aku masih waras, ngerti Sal?
Aku: *hehe iya.
Nayla: tapi kok perasaan ada yang ngikutin kita dari tadi, kamu ngerasa gak?
aku: enggak ah, perasaan gak ada yang ngikutin, Nah loh, jangan-jangan itu Andi.

Tiba-tiba Nayla dikagetkan oleh hantu Andi, kami pun ketakutan dan segera lari.
Nayla: yang ngagetin tadi siapa?
Aku: masa kamu gak tahu, itu tadi hantu Andi. kamu nyesal ya sudah manggil Andi.
Nayla: *hehe iya.

loading...

Lalu kami lanjut jalan lagi dan. Penasaran? Cerita berikutnya baca di gara-gara manggil arwah teman part 2! Soalnya capek ngetik sih. *Hehe.

KCH

Salma Siti Fatimah

Sekedar kembali mengingatkan. "Jangan pernah baca ini sendirian" :)

All post by:

Salma Siti Fatimah has write 2,674 posts