Gara-gara Playboy

Hai makhluk penghuni KCH. Aku membaca postingan kalian yang seru-seru dan ada yang menurutku ngeri yaitu berjudul “ketika mati lampu“. Ok. Masalah mati lampu, semoga malam ini jangan ada namanya mati lampu, karena aku masih terbayang-bayang dengan otak si pemuda yang kecelakaan tadi siang dijudul cerita “otak berdenyut“. Itu asli tanpa rekasaya, reka-reka suka-suka saya. Kalau ada yang gak percaya, gak apa-apa. Masalahnya, aku selalu terbayang sama pemuda itu. Kesakitan. Otaknya yang putih itu. Aku gak mau jelaskan. Malam ini, aku jadi takut tidur sendiri. Walau ada Oi, tapi dia bukan manusia. Sudah.

Kali ini aku akan menceritakan kejadian di dua tahun yang lalu (kalau gak lupa). Tahun 2015 gitu. Kakakku Al, memang terkenal leboy alias lelaki playboy. Dia sudah menjadi leboy saat duduk dibangku SMA, kalau di SMP dulu, dia itu baik laut. (Please read my story “playboy, sih!“) dijudul cerita yang tertera, aku sudah kasih tahu semua tentang kak Al. Ok, banyak orang bilang, kalau kak Al itu mirip aktor korea.

Tapi aku gak setuju. Masa ada temanku yang bilang kalau kak Al mirip Jung Yong Hwa, terus ada lagi tetangga yang bilang kalau kak Al mirip Lee Dong Wook, kemudian ada lagi yang bilang kalau kak Al mirip Shaggy temannya Scooby-Doo *haha, haha, itu aku yang bilang. Terus, kak Al ini banyak banget ceweknya. Mulai dari yang aku kenal bernama Anisa, Oni, Lynavta, Sazkia, Mita, Aida, Ily, Lili, O, P, Q, R, X, Z *haha (itu yang gak aku kenal-kenal lagi. Malas. Nanti palingan bertahan cuma seminggu. Paling lama berkisar dua bulan. Aku rasa seharusnya, ini menjadi pelajaran berharga untuknya agar tidak leboy lagi. Apakah pelajarannya? Ayo simak.

Saat hari sabtu, seperti biasa, kak Al siap-siap untuk malam mingguan sama pacarnya yang sudah ke 9.999,999,99 balik 1 rupiah, *haha. Jadi kak Al siang hari sudah berangkat dengan motor kesayangannya. Ceritanya, sampailah dia dirumah si cewek itu. Terus dia mengajak ceweknya itu hangout berduaan saja. Sampai malam. Malam harinya, mereka memutuskan untuk dinner disalah satu Cafe di Medan.

Pesanan sudah datang, saat mau makan, tiba-tiba kak Al kebelet buang air kecil, dia permisi sama ceweknya untuk ketoilet. Ok, sampai ditoilet tak ada apa-apa. Saat sudah selesai sama urusannya dan saat dia mau keluar toilet, ada seorang cewek yang cantik banget, cewek itu katanya kak Al lagi kesusahan mau benarin sleting bajunya yang dibelakang karena terbuka lumayan panjang ke bawah.

Ok, kak Al pun dengan senang hati menawarkan diri untuk membantu. Kalau aku rasa, dia itu bukan berniat menolong, tapi hanya mau cari kesempatan. Terus sebelum di tolongi kak Al, cewek cantik itu bilang kalau pasanginya didalam toilet cowok saja, biar nanti kalau ada orang lewat, gak malu-maluin, kebetulan toiletnya ada dibelakang dan tak ada orang didalam toilet, jadi ya sudah.

Begitulah kak Al. Modus. Dan saat ditoilet itu, kak al kemudian menarik sleting baju cewek itu ke atas agar menutupi punggungnya. Setelah selesai, kemudian kak Al bilang “Mbak. Boleh minta pin BB atau nomor ponsel?” wanita itu mau saja dan mereka pun tukaran nomor ponsel. Dan dari situ, mereka pun sering telepon-teleponan dan kak Al gak perduli lagi dengan cewek seminggunya itu. Iya, baru jadian seminggu yang lalu. Kemudian setelah 2 hari telepon-teleponan, kak Al berniat ingin kerumah cewek itu dan cewek itu setuju saja dengan memberikan sebuah alamat rumahnya melalui pesan.

Ok. Kak Al kesenangan bukan main dan langsung pergi dari rumah untuk kerumah cewek itu. Saat sampai, dia melihat kuburan. Cewek itu menunggu kak Al didepan gerbang masuk sebuah TPU. Kak Al gak merasa curiga sama sekali, karena cewek itu seperti cewek biasa. Gak kaku atau gak lain saja kayak setan. Saat pertama jumpa di cafe itupun, cewek itu ya normal saja. Mereka pun rencanya mau jalan-jalan cuci mata. Dan malam pun tiba. Sudah puas dengan jalan bareng dan hendak mengantar cewek itu pulang, kak Al nanya ke cewek itu (namanya Ratih) “Ratih. Rumah kamu dimana?” kemudian si Ratih jawab “Bang. Tempat Ratih tadi tungguin abang”.

Kak Al agak bingung. Tapi waktu itu dipikirnya, mana tahu rumahnya ada didekat TPU, karena sewaktu kesana menjemput, tak jarang dilihatnya rumah didekat TPU tersebut. Tanpa banyak tanya lagi, kak al langsung mengantarkan dan motornya pun berhenti didepan rumah-rumah warga yang dekat TPU itu. Dan waktu itu, sudah malam sekali, mana gerimis lagi. Terus kak Al nanya “rumahnya yang mana, Ratih?” terus si Ratih bilang “bukan disini bang”.

Kak Al bingung “Bang. Terusan lagi. Kan sudah aku bilang, rumahku itu tempat aku tungguin abang tadi siang”. Ya sudah, kak Al pun antarin si Ratih tanpa basa basi. Sampailah didepan gerbang masuk TPU “disini? Yakin? Kuburan loh?” terus si Ratih jawab “Yakin bang. Makasih ya. Aku senang banget hari ini. Tadi abang sudah jemput aku. Besok, aku yang jemput kerumah abang”. Mendengar itu, kak al kesenangan bukan main, kemudian memberikan alamat rumah dan membuat sebuah perjanjian dengan Ratih dengan mengacungkan kelingking “janji ya, Ratih”.

Ratih menjawab “janji bang. Besok malam ya. Ya sudah, abang pulang sana”. Kak Al agak sedikit curiga. Sebenarnya dimana rumah si Ratih. Tapi sudahlah, gak usah dipikirkan. Kak Al mau menunggu Ratih untuk pulang kerumah, tapi si ratihnya malah marah dan menyuruh kak Al untuk pulang duluan, alasannya dia mau ke kedai/warung dulu. Padahal malam itu rumah-rumah sudah bertutupan semua, karena gerimis dan dilihat kak Al gak ada warung atau apapun disana.

loading...

Ya, kak Al langsung pergi dengan motornya, dan saat kak Al mulai agak sedikit jauh dari Ratih, dari kaca spion, kak Al melihat Ratih masuk ke dalam TPU dan kak Al kaget, kemudian dengan spontan dia menghentikan lajunya dan ingin melihat Ratih secara diam-diam. Terkejut bukan main. Ratih terbang keatas sebuah pohon di TPU dan berubah menjadi kak Kunti.

Waduh. Kuntilanak rupanya. Kak Al langsung kabur. Sampai rumah, apa yang dialaminya kemudian diceritakannya kepada aku, mama, papa dan Herin. Kami kaget. Terus tak berapa lama, kak Al teringat akan janjinya tadi sama Ratih. “Ma, pa. Besok malam, Ratih mau kemari”. Sekian.

loading...