Gara-gara Togel Part 2

Hi pembaca KCH pasti penasarankan dengan lanjutan cerita dari gara-gara togel, ini adalah lanjutanya *cekidot. Kami berlima saya, hendy, dion, oky dan adit akan menjalankan syarat yang diberikan pak eron (mbah dukun) agar bisa memperoleh nomor togel yaitu harus tidur atau diam di kuburan yang letaknya di timur kota sampai jam 2 malam dan jam 3 nya harus sudah sampai di rumah pak eron lagi.

Kami tiba di depan gerbang TPU (tempat pemakaman umum) sekitar jam 8:15 malam. Sebelum masuk ke pemakaman kami berdebat dulu karena pada takut masuk kesana, sebenarnya saya sih gak takut orang kita ramai-ramai ini kalau ada apa-apa kan ditanggung bersama *hehe.

Oky: bro, bro salah kita ngikutin saran si abah angkringan malah jadi kudu nginap di rumah masa depan (kuburan).
Hendy: iya bro kok jadi kayak gini. Aku takut sumpah, aku mending tidur di mobil saja dah.
Saya: sudah lah gak usah ngeluh nasi sudah jadi bubur, kita sudah terlanjur basah mending kita nyebur saja bareng.
Dion: iya kan kita dari awal sudah sepakat kita jalanin saja dari pada sial nanti, disini kita ramai-ramai ini.
Saya: ya sudah ayo kita masuk saja dari pada berdebat terus disini, eh bentar kita beli cemilan sama minum dulu yuk, dit antar ke warung mau pada titip apa?
Adit: lo kira kita mau nonton beli minum sama cemilan segala, tapi iya sih dari pada nanti malam lapar. Ya sudah ayo.

(Saya dan adit pun pergi ke warung yang nggak jauh di depan pemakaman). Di warung saya beli banyak makanan sama minuman, sempat saya di tanya sama ibu warung ngapain pada di nongkrong di depan kuburan, saya bingung juga jawabnya. Saya jawab saja lagi uji nyali *haha tak lupa saya juga beli senter sama lilin. Setelah itu saya kembali terus masuk kedalam kuburan bareng-bareng.

loading...

TPU (tempat pemakaman umum) yang kita datangin bisa di bilang luas banget memanjang ada mungkin 1 hektar sebelum masuk gerbang, kita harus melintasi jembatan dulu karena antara TPU dan jalan terpisahkan oleh sungai yang lebarnya 3 meter, banyak pohon besar di TPU tidak ketinggalan si pohon beringin besarpun ada. Kita berjalan menyusuri kuburan blok pertama kuburanya model sekarang tersusun oleh batu di atasnya rumput hijau yang bagus, ada juga kuburan yang masih tanah dan hanya ada kayu nisan serta sebaran bunga sebagai tanda kuburan itu baru.

Semakin kedalam kuburannya pun makin tua, batunya sudah di selimuti lumut sampai tulisan di batunya pun sudah pudar. Setelah kita sudah masuk kira-kira 30 meter dari gerbang TPU kita memutuskan buat diamnya persis di bawah pohon beringin karena disitu ada lahan agak lega dan ada saungnya. Agak seram juga sebenarnya kita berlima duduk persis di bawah pohon beringin yang tingginya 10 meter, daunnya rimbun sekali ada banyak akar yang menggantung, diameter pohonnya pun besar ada kali 5 meter lebih. Apalagi biasanya pohon beringin jadi sarang makhluk halus.

Suasana di TPU benar-benar sepi mencekam, sejauh mata memandang hanya terlihat kuburan bertebaran dimana-mana, dan gelap gulita, saya langsung menyalakan lilin untuk membantu penerangan kami, kemudian saya mengeluarkan tali rafia yang saya beli tadi di warung terus saya menyuruh mengikatkan di kaki biar jangan ada yang kabur duluan, susah senang harus bareng-bareng *haha antisipasi siapa tahu ada yang sudah nggak kuat dan pulang.

Setelah itu kami duduk berdempetan sambil melihat sekeliling berharap jangan sampai lihat penampakan, tapi yang aneh malah cuacanya kadang kita ngerasa dingin karena ada angin yang berhembus, kadang kita ngerasa panas sampai saya membuka jaket saya, badan kita selalu merinding bulu kuduk terus berdiri dan kita seperti ada yang mengawasi di setiap sudut, lama kita berdiam diri saat saya lihat jam waktu baru menunjukan jam 10 malam berasa lama banget waktu berjalan mau tidur pun gak bisa. Saya mencoba membuka obrolan agar memecah kesunyian.

Saya: bro kalian pada tahu ngga kenapa pak eron nyuruh kita buat diam di kuburan malam-malam gini? Memang itu nomor togel bakal keluar disini?
Dion: iya aku juga bingung, terus aku takut buat tanya sama pak eron apalagi saat dia ngomong kalau mau uang banyak salah satu dari kita bakal jadi tumbal.
Adit: lagian kita juga *bloon mau-maunya di suruh kayak gini, kita juga gak tahu pasti tu pak eron bisa bantuin atau nggak, jangan-jangan cuman mau bohongin kita.
Hendy: tapi kalau lihat kejadian di rumah panggung aneh tahu tiba-tiba bisa goyang dan auranya juga angker banget. Kalau aku sih yakin kayaknya pak eron itu orang sakti.

Di kondisi sepi kita malah ngobrolin pak eron dan kejadian aneh yang kami alami disana, dan ternyata si oky katanya ngelihat orang tinggi gede di depan rumah panggung, itu kata dia sosok itu rambutnya gimbal panjang sampai ke tanah badanya hitam, jari kaki dan tanganya panjang dan kukunya juga panjang, yang mengerikan itu mukanya wajahnya hitam matanya sipit tapi memanjang dan warnanya putih semua.

Terus kata oky giginya sama lidahnya keluar ada taringnya panjang sambil *mangap-mangap kayak lagi ngunyah sesuatu terus tangannya nunjuk-nunjuk ke arah kita sambil satu kakinya menghentak-hentak ke tanah. Si oky benar merinding ngelihatnya sampai mau buang air di celana, terus dia baru ingat saat lagi tunggu pak eron keluar kamar dia sempat ngerokok terus puntung rokoknya dia lempar keluar dan kita berkesimpulan mungkin makhluk itu yang ngegoyang-goyang rumah panggung, waktu itu dia mungkin tersinggung.

Aku juga jadi berpikir pantas saja saat kita mau keluar rumah waktu itu pak eron langsung menyuruh kita duduk kembali, dan pantas saja waktu itu si oky berbisik ke saya minta pulang ternyata dia ngelihat penampakan. (Yang kurang ngerti sama cerita di atas bisa baca ulang di cerita gara-gara togel saat kita berada di rumah panggung).

Mengobrol masalah mistis di rumah pak eron malah membuat kami semakin merinding dan waktu pun sudah menunjukan jam 12 malam. Kemudian kita membuka bungkusan yang di berikan pak eron yang katanya harus di bakar, kita sebenarnya ngga tahu isi bungkusan itu tapi kami semua sudah mengira pasti itu dupa sama menyan dan ternyata benar dalam bungkusan itu ada serabut kelapa dan menyan kemudian kita membakarnya.

Perasaan kami sudah ngga enak saat membakar menyan itu dan ternyata ke khawatiran kami pun jadi kenyataan, tiba-tiba angin berhembus kencang. Angin tersebut berputar-putar di atas kami, tidak hanya itu daun-daun dan batang pohon beringin yang ada di atas kami bergoyang- goyang kencang dan ketakutan kami pun jadi kenyataan. Satu persatu sosok itu muncul dihadapan kami, ya pertama kita lihat sosok kuntilanak terbang ke atas pohon beringin pakaiannya putih dan panjang, sekitar tiga meter dan rambutnya panjang, tubuhnya kurus kerempeng, melayang-layang di atas kami sambil cekikikan.

Kami semua makin duduk mendempet malah saling tumpuk-tumpukan, lalu si hendy tiba-tiba dari samping loncat ketengah ternyata sudah berdiri pocong di samping kami, tubuhnya tinggi besar, wajahnya bulat namun tinggal tulang dan jambul kainnya, panjang ke atas meski hanya diam tak bergerak tapi kami benar-benar ketakutan melihatnya.

Sebenarnya ada banyak sosok lain yang muncul namun saya nggak sempat melihat yang lainnya karena takut sampai si oky berteriak-teriak minta ampun, badan kami mengigil dan kaku nafas juga jadi agak sesak kemudian tiba-tiba ada yang menjambak rambut saya dari belakang. Saat saya menoleh ada sosok hitam badannya lebar dan seluruh badan dan mukanya di penuhi bulu panjang seperti orang utan, matanya merah menyala dan dia menggeram, saya seketika langsung loncat ke depan dan berteriak kepada teman-teman untuk lari, kami pun lari terbirit-birit.

Pada saat kami hendak lari bersama-sama ada momen kocak di sela ketakutan kami, kita lupa jika setiap kaki kami di ikat nyambung pakai tali rafia jadi saat kita lari bareng kita pada mental jatuh tersungkur yang kasihan si adit dia mukanya sampai nabrak batu nisan tapi untung tali rafianya tipis jadi gampang putus atau mungkin juga karena keadaan kepepet tenaga yang keluar jadi besar sampai itu tali bisa pada putus. Para pembaca bakal ketawa terbahak-bahak ngelihat reaksi kami saat kabur lari tinggalin pohon beringin *haha saya juga kalau ingat itu pingin ketawa sendiri.

Pokoknya saat kami kabur nggak ingat apa-apa yang penting keluar dari TPU itu, kami semua lari sambil berteriak-teriak meskipun itu gerombolan setan memang nggak ada yang ngejar kita. Pada saat itu saya posisinya paling belakang yang paling depan si hendy dan mereka berempat sudah ngelewatin gerbang TPU lagi lari nyeberang jembatan dan saya berada lima meter di belakangnya, saat saya hendak sampai di gerbang tiba-tiba ada sosok yang menghadang dari depan.

Saya benar-benar kaget soalnya itu sosok awalnya saya kira pohon kamboja soalnya warnanya putih kehijau-hijauan ternyata itu setan bentuknya kurus, tangan dan kakinya panjang sekitar 2 meter kali ada tapi badannya pendek dan kepalanya bulat plontos cuman dagunya runcing gak punya hidung, hanya bolongan dua dan mulutnya mangap lebar, saat itu saya refleks langsung berbelok dan saya lupa kalau ada sungai, waktu itu saya benar-benar gak lihat sama gak mikir panjang, saya langsung loncat itu ke sungai, untung sungai itu nggak dalam cuman selutut. Melihat saya loncat ke sungai teman-teman saya langsung lari menghampiri saya dan menarik tangan saya dari bawah lalu kami masuk kedalam mobil dan meninggalkan TPU tadi dengan perasaan ketakutan. Bersambung.

Para pembaca sekalian pasti jadi lebih penasaran kan dengan kelanjutan cerita saya, apakah saya dan teman-teman akan melanjutkan perjalanan kami ke rumah pak eron atau bakal balik pulang karena takut dengan kejadian di TPU nantikan kelanjutanya di gara-gara togel part final *hehe.

rieut

FB @ryandanimulyana

All post by:

rieut has write 4 posts

Please vote Gara-gara Togel Part 2
Gara-gara Togel Part 2
Rate this post