Gara-gara Togel

Salam horor para pembaca kali ini saya akan menceritakan pengalaman mistis saya saat kuliah yaitu gara-gara togel, saya kuliah di luar kota tepatnya di daerah Jawa Tengah. Pada saat saya kuliah saya memiliki 4 orang teman yang selalu ngumpul bareng yaitu hendy, adit, oky dan dion, keempat orang teman saya ini adalah orang asli kota tempat kuliah saya, hanya saya yang orang perantauan.

Kami berlima sangat akrab dan setia kawan kalau salah satu dari kami ada masalah pasti kami semua ikut membantu, terutama saya kalau sudah tanggal tua saya sering numpang makan di rumah keempat teman saya itu maklum anak kost *hehe.

loading...

Singkat cerita saat itu kami berempat sedang main billiard hanya dion yang tidak ikut, maklum dia sudah menikah dan istrinya sedang hamil muda jadi dia gak bisa terlalu bebas keluar. Setelah capek main kita nongkrong di angkringan, sambil minum susu jahe kita ngobrolin teman kita yang lagi gak ada si dion. Si dion bisa di bilang anak orang berada tapi di umurnya yang masih muda dia sudah menikah ya biasa akibat pergaulan bebas akhirnya harus kawin cowboy, selain itu dia hobi judi dan taruhan meskipun sekarang sudah nggak karena sudah berkeluarga.

Panjang umurnya si dion lagi di obrolin ternyata orangnya datang, dengan muka kusut dia langsung duduk dan memesan minum ke si abah angkringan, ngelihat ekspresi mukanya yang muram dan langsung gabung tanpa ngomong sepatah kata saya pun coba bertanya.

Saya: kenapa bro mukanya kusut begitu?
Dion: aku lagi berantem sama istri.
Saya: berantem kenapa?

(Kemudian si adit nyeletuk).

Adit: paling gak dapat jatah *haha, sabar bro istrimu kan lagi hamil.

(Semuanya pada ketawa termasuk si abah pemilik angkringan kebetulan di angkringan sudah sepi jadi si abah ikut nimbrung sama obrolan kami).

Dion: bukan masalah itu (dion menjawab dengan nada jengkel).

Kemudian si dion menjelaskan permasalahanya kepada kami jika istrinya minta di belikan smart phone dan dia lagi nggak ada uang meski dia punya bengkel motor tapi keadaannya lagi sepi selain itu si dion lagi ngumpulin uang buat mempersiapkan persalinan dan biaya anaknya nanti. Istrinya si dion memang bisa di bilang orangnya manja dan matre, kata si dion istrinya sampai bilang nyesal sudah nikah sama dia dulu lagi pacaran apa-apa di belikan sekarang sudah nikah nggak. Mendengar curhatan dion kami hanya bisa bilang bersabar dan kebetulan lagi tanggal tua kita semua lagi nggak pegang uang banyak jadi gak bisa bantu pinjamin uang. Sambil bernada bercanda hendi berkata kepada dion.

Hendy: bro biasanya juga kamu ikut judi taruhan biar dapat duit banyak.
Oky: lah apaan si dion kalah mulu, dia judi cuman buat beramal buang-buang duit.
Dion: iya aku mah memang gitu orangnya *haha (sambil cengengesan).

(Ini asyiknya punya teman sehati meski lagi ada masalah cuman dengan ngumpul cerita bercanda bareng bisa menghilangkan kegalauan *hehe meski gak ada solusinya).

Saya: iya bro judi gak pasti, untung-untungan.

(Mendengar percakapan kami si abah angkringan ikut nimbrung memberikan saran).

Abah: kalau mau untung pasang togel minta nomornya ke dukun biar pasti tembus.
Saya: memang bisa gitu bah? Saya gak percaya kebanyakan dukun itu penipu.

Setelah itu si abah menceritakan pengalamannya yang pernah pasang togel dan tembus karena dapat nomor dari si mbah dukun, itu dia lakuin saat masih muda dan cuman iseng dan asyik-asyikan saja sama teman-temannya dulu. Mendengar cerita si abah kita jadi penasaran dan pingin mencoba, setelah berdiskusi panjang dengan teman-teman kita akhirnya sepakat untuk mencoba saran si abah, meski saya sih masih nggak percaya. Si abah ngasih tahu alamatnya dan nama dukunnya itu pak eron.

Besok sorenya setelah pulang kuliah kita berlima berangkat ketempat dukun itu, rumahnya memang agak jauh 1 jam dari kota jalannya pun naik-naik ke perkampungan di kaki gunung, saya sih sebenarnya ragu dan gak percaya sama dukun. Setelah melewati jalan yang berliku dan tanya sana sini akhirnya kita sampai di rumah si dukun, rumahnya gede dan bagus di garasinya ada mobil camry dan motor ninja 4 tak padahal tinggalnya di kampung yang benar-benar kampung.

Awalnya saya ngebayangin rumah dukun itu gubuk atau rumah tua yang nyeramin, ngelihat itu saya jadi sedikit percaya kayaknya ini benaran dukun, secara logika kan kita bisa nilai kalau ada dukun yang bisa bikin orang kaya dukunnya juga harus kaya *dong.

Singkat cerita kami masuk kerumah dukun itu yang namanya pak eron kita di persilahkan masuk istrinya cantik dan masih muda kalau pak eron katanya sudah umur 70 tahunan tapi masih kelihatan segar kayak umur 40-an terus nggak ada kumis sama janggut panjang kayak dukun di film-film dan dandanannya juga biasa pakai kemeja batik sama celana kain malah mirip pak camat *haha. Kami pun memperkenalkan diri dan menceritakan maksud kedatangan kami kesana. Beginilah percakapan kami dengan pak eron. Si adit dengan *sotoynya langsung bilang.

Adit: bapak pasti tahu maksud kedatangan kami semua kesini kan?

(Dengan sedikit tertawa pak eron menjawab).

Pak eron: si mas ini, mana saya tahu kalian saja belum menjelaskan, saya saja baru pertama ketemu kalian.
Adit: biasanya orang pintarkan sudah bisa tahu maksud kedatangan tamunya pak.
Pak eron: kamu pikir saya bisa baca pikiran kalian, kayak dukun di sinetron-sinetron *haha.

(Dalam hati saya ngakak mendengar jawaban pak eron sama ngelihat ekspresi mukanya si adit yang melongo). Terus si hendi dengan *bloonnya ngomong.

Hendi: oh jadi bapak bukan dukun? Waduh kita salah alamat *dong.
Pak eron: ya saya mungkin bisa membantu permasalahan kalian tapi saya tidak mau di panggil dukun. Jadi sekarang coba jelaskan maksud kedatangan mas-mas ini kesini.

Setelah itu akhirnya si dion yang menjelaskan semua maksud kedatangan kita kesana. Setelah mendengar penjelasan kami pak eron malah ketawa dan bilang “kalian ini masih mudah tapi pemikiranya pendek dan pemalas maunya instan”. (Mendengar perkataan pak eron saya jadi mengira kalau si abah angkringan ngerjain kita dan pak eron bukan dukun atau orang pintar) tapi setelah itu kita di ajak mengikuti beliau kebelakang rumahnya.

Di belakang rumahnya ada sawah dan banyak empang ikan kita menyusuri jalan setapak melewati sawah dan empang tersebut kemudian masuk ke bukit kecil yang rimbun pepohonan dan ternyata ada rumah panggung di tengah bukit itu dan kita semua masuk kesana. Rumah panggung itu tidak kelihatan seram malah bersih dan terawat tapi saat kita masuk hawanya memang beda aura mistiknya kuat, di dalamnya kosong hanya ada lemari tua dan 3 kamar.

Kami di minta duduk dan pak eron masuk kesalah satu kamar, kami hanya diam dan menunggu tidak ada dari kami yang berbicara waktu itu hanya memandang mengamati rumah itu, mungkin bukan hanya saya, teman-teman saya pun merasakan aura mistisnya kuat. Cukup lama kita menunggu pak eron keluar dari kamarnya kita juga tidak ada yang berani memanggil atau bertanya sudah sekitar 30 menit kita menunggu tiba-tiba rumah panggung itu bergoyang cukup kencang seperti ada gempa bumi.

Seketika kami semua berdiri dan hendak keluar tapi kita berhenti setelah mendengar ucapan pak eron yang ternyata sudah keluar dari kamar “mau kemana kalian? Duduk” kemudian kami semua duduk kembali tanpa ada yang bertanya kenapa rumah ini bergoyang tadi, jantung saya sampai berdetak kencang, saya kira rumah ini bakal roboh.

Pak eron duduk di depan kami, tapi yang aneh pakaiannya sudah berganti jadi serba hitam dan raut mukanya berbeda, bicaranya pun jadi serius. Beliau bilang “kita di beri dua pilihan yang pertama kita bisa dapat uang yang banyak sampai miliaran tapi salah satu dari kami pulang dari sini akan mati jadi tumbal dan yang kedua kita hanya dapat uang sebesar yang kita butuhkan tapi tetap ada syaratnya”.

Mendengar ucapan pak eron kita semua merinding takut apalagi si oky dia sampai ngebisikin kepada saya pingin cepat pulang, dari kedua pilihan itu jelas kami pilih yang kedua kita semua gak ada yang ingin mati atau dikorbankan cuman karena harta apalagi awalnya kita datang bukan karena memang lagi butuh uang tapi karena iseng dan penasaran sama ucapan si abah angkringan.

Pak eron pun menjelaskan apa yang kita harus lakukan, untuk mendapatkan nomor togel yang bisa tembus ada syaratnya, pulang dari sini kita di suruh tidur atau diam di kuburan di pemakaman di daerah timur kota dan jam 3 pagi harus sudah ada lagi di rumah pak eron dan tidak boleh berhenti atau singgah dimanapun harus langsung ke rumah pak eron. Awalnya si oky dan hendy menolak dan minta di batalin karena mereka nggak sanggup, sebenarnya kita semua takut gak ada yang berani.

Tapi setelah pak eron bilang kalau gak bisa di batalin harus jadi kalau tidak pulang dari sini kita bakal kena sial terus akhirnya dengan terpaksa kita menyanggupi syarat tersebut, setelah itu kita kembali kerumah pertama rumah yang besar dan bagus milik pak eron. Waktu juga sudah maghrib sebelum kami pergi kami di suruh makan dulu oleh pak eron dan istrinya. Kami pun makan bersama, yang aneh raut wajah pak eron jadi berubah lagi seperti semula, jadi ceria dan suka bercanda seperti pertama kali kita bertemu.

Berbeda saat ada di rumah panggung itu. Saya mengira pak eron itu bipolar punya dua kepribadian. Sedangkan raut wajah kami semua mengkerut tidak ada yang senyum atau bercanda-canda seperti saat pertama kita datang. Kami semua hanya diam dan makan pun berasa tak enak padahal lauk yang di suguhkan sama istrinya pak eron banyak dan enak-enak. Setelah beres makan kami pamit pergi ke kuburan.

Namun sebelum berangkat si adit sempat bertanya pada pak eron apakah bakal aman kita diam di kuburan nanti dan kata pak eron tidak apa-apa pokoknya kamu ikutin saja perintah saya, pak eron pun memberikan bungkusan plastik pada kami dan disuruh membakar bungkusan itu jam 12 malam. Tepat jam 7 malam kita berangkat ke pemakaman di timur kota. Selanjutnya di gara-gara togel part 2.

rieut

FB @ryandanimulyana

All post by:

rieut has write 4 posts

Please vote Gara-gara Togel
Gara-gara Togel
Rate this post